- BMKG Kalteng mengingatkan masyarakat waspada cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir hingga sepekan ke depan.
- Prakiraan cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan dampak hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di seluruh kabupaten/kota.
- Penyebab cuaca ekstrem meliputi aktifnya gelombang Rossby dan konvergensi angin, serta masyarakat diimbau mencari tempat berlindung aman.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga sepekan ke depan.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi dan dapat disertai angin kencang serta sambaran petir di hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
“Kami mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini N P, di Palangka Raya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/1/2026).
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.
BMKG menilai kondisi cuaca tersebut berisiko menimbulkan sejumlah dampak bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Menurut Neng Arini, potensi cuaca ekstrem dipicu oleh aktifnya fenomena atmosfer, termasuk gangguan gelombang Rossby ekuatorial yang terpantau di wilayah Kalimantan. Selain itu, terdapat daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah Kalteng yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Kondisi ini didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah dan labilitas atmosfer lokal yang kuat, sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mengenali tanda-tanda cuaca ekstrem, salah satunya dengan munculnya awan konvektif atau Cumulonimbus (CB) yang berwarna gelap dan menjulang tinggi, yang kerap menjadi pertanda hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
“Jika melihat pertumbuhan awan CB, masyarakat diminta segera waspada dan mencari tempat berteduh yang aman, tetapi tidak berada di bawah pohon,” kata Neng Arini.
Baca Juga: Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Warga DIY Waspadai Banjir dan Longsor
Secara umum, suhu udara di Kalimantan Tengah diperkirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembaban udara antara 60 hingga 100 persen. Sementara itu, angin umumnya bertiup dari arah timur laut hingga utara dengan kecepatan 5–20 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari area terbuka, papan reklame, baliho, serta pohon besar saat hujan disertai petir dan angin kencang. Warga juga diminta segera berlindung di dalam rumah atau bangunan yang aman.
“Kami mengingatkan potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai petir kilat, angin kencang, bahkan angin puting beliung,” ujar Neng Arini.
BMKG memastikan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menyampaikan perkembangan cuaca terkini sebagai langkah antisipasi bencana. Masyarakat juga diimbau rutin memantau informasi resmi melalui laman BMKG, aplikasi BMKG, dan kanal media sosial resmi BMKG.