Jerat Baru Pasal Perzinaan di KUHP Baru, Tak Beda Jauh dari yang Lama

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Senin, 05 Januari 2026 | 13:06 WIB
Jerat Baru Pasal Perzinaan di KUHP Baru, Tak Beda Jauh dari yang Lama
Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas. (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  • Pasal perzinaan KUHP baru pada dasarnya mirip KUHP lama, namun diperluas untuk melindungi anak dari eksploitasi seksual.
  • Ketentuan ini tetap berstatus delik aduan absolut; hanya pasangan sah atau orang tua/wali yang dapat melapor.
  • Perumusan pasal ini merupakan hasil kompromi antara nilai moralitas dan perlindungan hak privat dalam proses legislasi.

Suara.com - Polemik seputar pasal perzinaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru disahkan akhirnya menemui titik terang. Di tengah kekhawatiran publik akan potensi kriminalisasi ruang privat, pemerintah menegaskan bahwa esensi aturan ini tidak banyak berubah dari hukum yang berlaku selama ini, namun dengan satu perluasan krusial yang menyangkut perlindungan anak.

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, mengakui bahwa pasal kontroversial ini pada dasarnya masih mengadopsi semangat dari KUHP lama.

Artinya, negara tidak akan proaktif mengurusi urusan ranjang warganya. Namun, ia menekankan adanya perbedaan mendasar yang dirancang untuk memberikan perlindungan hukum lebih kuat bagi kelompok rentan.

Menurut Supratman, jika KUHP lama hanya fokus pada perzinaan yang melibatkan salah satu pihak yang terikat dalam tali perkawinan, maka KUHP baru memperluas cakupannya.

“Satu-satunya yang baru adalah karena kalau di KUHP yang lama itu hanya mengatur perzinaan yang dilakukan oleh salah satunya sudah berkeluarga atau ada hubungan pernikahan,” kata Supratman, saat ditemui di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Perluasan yang dimaksud adalah penambahan klausul yang secara eksplisit bertujuan untuk melindungi anak di bawah umur dari segala bentuk eksploitasi seksual yang dapat dikategorikan dalam konteks perzinaan.

“Tapi di dalam KUHP yang baru, itu juga ada yang terkait dengan anak yang harus dilindungi,” imbuhnya.

Tetap Delik Aduan, Siapa yang Bisa Melapor?

Supratman kembali menegaskan posisi fundamental dari pasal ini, yakni sebagai delik aduan absolut. Artinya, aparat penegak hukum seperti polisi tidak bisa melakukan penangkapan atau penggerebekan tanpa adanya laporan resmi dari pihak yang dirugikan secara hukum.

baca juga

Hal ini sekaligus menepis kekhawatiran akan adanya razia atau tindakan sewenang-wenang oleh aparat terhadap ranah pribadi warga negara.

Lantas, siapa saja yang memiliki hak untuk membuat aduan? Supratman merinci bahwa pihak yang dapat melapor sangat terbatas. Untuk kasus perzinaan yang melibatkan pasangan menikah, hanya suami atau istri sah dari pelaku yang dapat membuat laporan ke polisi.

Sementara itu, untuk kasus yang menyangkut anak di bawah umur, hak untuk mengadu berada di tangan orang tua atau wali sah dari anak tersebut.

Pembatasan ini dirancang untuk menjaga sakralitas institusi keluarga dan mencegah pasal ini menjadi alat untuk saling melaporkan antar warga yang tidak memiliki hubungan hukum.

Hasil Kompromi Politik Moralitas

Di balik perumusannya, Supratman membuka sedikit proses legislasi yang terjadi di parlemen. Ia mengakui bahwa pembahasan pasal perzinaan ini berjalan sangat dinamis dan alot, mencerminkan pertarungan ideologi dan moralitas yang kental antara pemerintah dan fraksi-fraksi di DPR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Reformasi Hukum atau Dejavu Kolonial? Wajah Ganda KUHP Baru Kita

Reformasi Hukum atau Dejavu Kolonial? Wajah Ganda KUHP Baru Kita

Your Say | Minggu, 04 Januari 2026 | 16:15 WIB

Panduan Memahami KUHP Baru: Apa Saja yang Berubah dalam Kehidupan Sehari-hari?

Panduan Memahami KUHP Baru: Apa Saja yang Berubah dalam Kehidupan Sehari-hari?

Your Say | Minggu, 04 Januari 2026 | 10:05 WIB

Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Digugat ke MK, Mahasiswa Nilai Berpotensi Kriminalisasi Kritik

Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Digugat ke MK, Mahasiswa Nilai Berpotensi Kriminalisasi Kritik

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:14 WIB

KUHP Baru Resmi Berlaku, Ini 5 Fakta Penting Pasal Kumpul Kebo yang Wajib Diketahui

KUHP Baru Resmi Berlaku, Ini 5 Fakta Penting Pasal Kumpul Kebo yang Wajib Diketahui

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:44 WIB

Dinilai Multitafsir, Pasal Larangan Menghasut Tak Beragama Digugat Mahasiswa ke MK

Dinilai Multitafsir, Pasal Larangan Menghasut Tak Beragama Digugat Mahasiswa ke MK

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 13:39 WIB

Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional

Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional

News | Jum'at, 02 Januari 2026 | 20:44 WIB

KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM

KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM

News | Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:08 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×