Pramono Anung Endus Ada Pihak yang Sengaja Adu Domba Warga Lewat Tawuran

Senin, 05 Januari 2026 | 19:13 WIB
Pramono Anung Endus Ada Pihak yang Sengaja Adu Domba Warga Lewat Tawuran
Ilustrasi tawuran. [Suara.com/Syahda]
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
  • Pramono menduga tawuran bukan spontan, melainkan ada pihak sengaja melakukan provokasi untuk membenturkan kelompok warga.
  • Penting menyalurkan energi pelaku tawuran ke wadah positif, seperti kegiatan produktif untuk mengurangi keributan.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat bicara merespons kembali maraknya aksi tawuran yang pecah di sejumlah wilayah Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir, salah satunya di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Pramono menaruh kecurigaan bahwa fenomena kekerasan jalanan yang melibatkan kelompok warga tersebut tidak terjadi secara spontan.

“Kami menduga memang ada yang membenturkan,” ujar Pramono kepada awak media di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

Pernyataan orang nomor satu di Jakarta ini mengindikasikan adanya dugaan provokasi dari pihak tak bertanggung jawab yang sengaja memancing keributan.

Ia mengaku telah menerima informasi awal dari jajarannya terkait insiden-insiden yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Kemarin wali kota sudah memberikan laporan. Kami ingin mendalami terlebih dahulu,” katanya.

Meski demikian, Pramono belum bersedia membeberkan detail kelompok mana saja yang terindikasi sengaja dibenturkan.

Ia menyerahkan penjelasan teknis mengenai kronologi dan situasi lapangan kepada pejabat wilayah yang berwenang, dalam hal ini Wali Kota Jakarta Selatan.

“Nanti secara spesifik, saya minta Pak Wali Kota yang menjelaskan,” tutur Pramono.

Baca Juga: Kapasitas Terbatas, Pramono Anung Buka Peluang Tambah Jadwal Pertunjukan di Planetarium TIM

Selain masalah provokasi, Pramono juga menyoroti pentingnya pengelolaan aktivitas bagi para pelaku yang terlibat tawuran.

Menurutnya, akar permasalahan ini sering kali bermuara pada tidak adanya wadah positif bagi mereka.

“Paling utama sebenarnya energinya itu harus tersalurkan secara benar. Maka ruang untuk yang melakukan tawuran, energinya disalurkan untuk bekerja,” pungkas Pramono.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI