7 Fakta Minyak Venezuela: Harta Karun yang Bikin AS Rela Kirim Pasukan Delta Force

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 10:51 WIB
7 Fakta Minyak Venezuela: Harta Karun yang Bikin AS Rela Kirim Pasukan Delta Force
Ilustrasi Nicolas Maduro, Presiden Venezuela ditangkap militer AS [Ist/via Military Leak]
  • Pasukan Delta Force AS menangkap Presiden Maduro pada Sabtu, 3 Januari 2026, terkait perebutan kendali cadangan minyak dunia.
  • Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar dunia (303,22 miliar barel), terkonsentrasi di Sabuk Orinoco.
  • Meskipun kaya minyak, produksi Venezuela merosot drastis; AS berkepentingan karena kedekatan logistik pengiriman minyak berat.

Meskipun cadangan minyak Venezuela melimpah, mayoritas jenis minyak yang ada bertipe extra-heavy crude oil atau minyak mentah ekstra berat.

Minyak jenis ini sangat kental dan padat seperti aspal. Juga sulit mengalir karena memiliki viskositas tinggi dan densitas lebih berat dibanding minyak ringan.

Untuk daoat mengolah minyak jenis ini menjadi bahan bakar siap pakai, butuh teknologi kilang yang canggih dan investasi besar.

4. Perusahaan Minyak Patungan PDVSA

Petroleos de Venezuela S.A (PDVSA) adalah perushaan minyak dan gas alam milik pemerintah Venezuela.

Perushaan ini mengizinkan perushaan asing untuk berinvestasi, tetapi tetap menjadi pemegang saham terbesar sebanyak 60 persen saham dalam usaha patungan ini.

PDVSA mendirikan usaha patungan dengan perusahaan minyak dari negara lain, yaitu China National Petroleum Corporation (CNPC), Rosneft Rusia, Chevron, Statoil, Total, dan ENI.

5. Keunggulan Minyak Venezuela Terhadap Kilang Minyak AS

Secara logistik, minyak Venezuela lebih murah untuk dikirim ke Amerika Serikat (AS) dibanding minyak dari negara di Timur Tengah, karena jarak geografis yang sangat dekat.

Venezuela menghasilkan minyak berat yang sangat dibutuhkan AS, dan kilang-kilang minyak di AS memang dirancang khusus untuk memproses minyak berat khas Venezuela.

Inilah alasan yang disinyalir sebagai strategi AS mengerahkan kekuatan di Laut Karibia guna menagamankan jalur distribusi tersebut.

6. Penyalahgunaan Hasil Minyak untuk Jaringan Narkoterorisme

Amerika Serikat menuduh Maduri menggunakan keuntungan dari sektor minyak untuk mendanai jaringan narkoterorisme internasional.

Alih-alih digunakan untuk kesehatan rakyat, hasil kekayaan alam tersebut diduha dikoruosi untuk mempertahankan kekuasaan absolut rezim.

Hal inilah yang menjadi dasar hukum AS untuk melakukan intervensi militer langsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?

Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 06:56 WIB

Profil Delcy Rodriguez, Wapres yang Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS

Profil Delcy Rodriguez, Wapres yang Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS

News | Senin, 05 Januari 2026 | 17:01 WIB

Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

News | Senin, 05 Januari 2026 | 16:54 WIB

5 Fakta Reaksi Rakyat Venezuela Usai Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS

5 Fakta Reaksi Rakyat Venezuela Usai Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS

News | Senin, 05 Januari 2026 | 16:03 WIB

Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya

Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya

News | Senin, 05 Januari 2026 | 15:58 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB