Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya

Senin, 05 Januari 2026 | 15:58 WIB
Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya
Donald Trump deportasi narapidana anggota gangster Venezuela ke El Salvador. [nypost]
Baca 10 detik
  • Operasi militer AS di Venezuela diperkirakan tidak berdampak signifikan langsung pada ekonomi Indonesia dalam jangka pendek.
  • Dampak tidak langsung mungkin terjadi pada sektor energi; penurunan harga minyak akibat konflik bisa menguntungkan Indonesia.
  • Intervensi ini merupakan upaya AS mengamankan Amerika Latin sesuai doktrin lama demi kepentingan geopolitik dan sumber daya alam.

Suara.com - Operasi militer kilat Amerika Serikat terhadap Venezuela dinilai tidak membawa dampak signifikan bagi negara-negara Asia, termasuk Indonesia, dalam jangka pendek.

Meski demikian, perkembangan situasi di Venezuela tetap berpotensi memengaruhi dinamika ekonomi global, khususnya sektor energi.

Pengajar Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Rochdi Mohan Nazala, mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dengan Venezuela relatif kecil.

Menurutnya, nilai ekspor-impor kedua negara tidak cukup besar untuk memicu dampak langsung terhadap perekonomian nasional.

"Saya kira tidak terlalu berimplikasi dengan Indonesia," kata Rochdi saat dihubungi, Senin (5/1/2026).

Rochdi menambahkan, kecilnya ketergantungan perdagangan membuat Indonesia relatif aman dari gejolak ekonomi akibat ketegangan Amerika Serikat dan Venezuela.

Namun, ia menyebut satu sektor yang berpotensi memberi efek tidak langsung adalah minyak bumi.

Rochdi bilang, jika konflik tersebut berujung pada peningkatan produksi minyak global, Indonesia justru berpeluang menikmati dampak positif berupa penurunan harga energi.

Kondisi tersebut dinilai bisa membantu pergerakan ekonomi nasional. Meski dampaknya tidak serta-merta dirasakan.

Baca Juga: Usai Presiden Venezuela Ditangkap Militer AS, Dave Laksono: Keselamatan WNI Adalah Prioritas

"Kalau misalnya minyak bumi kemungkinan besar makin turun, ya kita akan menikmatinya," tuturnya.

Meski demikian, Rochdi menegaskan bahwa penurunan harga minyak tidak kemudian berdiri sendiri. Menurutnya, Amerika Serikat tetap menjadi aktor utama yang menentukan sejauh mana dampak tersebut dirasakan negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

"Siapa yang paling menikmati itu nanti tentu saja tetap Amerika akan menentukan," imbuhnya.

Pola Intervensi Lama AS

Lebih luas, Rochdi menjelaskan bahwa intervensi Amerika Serikat di Venezuela merupakan bagian dari pola geopolitik lama untuk mengamankan kawasan Amerika Latin sebagai wilayah strategis.

Venezuela dipandang sebagai titik penting karena posisinya yang dekat dengan rival global Amerika Serikat, terutama Rusia.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI