7 Fakta Minyak Venezuela: Harta Karun yang Bikin AS Rela Kirim Pasukan Delta Force

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 06 Januari 2026 | 10:51 WIB
7 Fakta Minyak Venezuela: Harta Karun yang Bikin AS Rela Kirim Pasukan Delta Force
Ilustrasi Nicolas Maduro, Presiden Venezuela ditangkap militer AS [Ist/via Military Leak]
baca 10 detik
  • Pasukan Delta Force AS menangkap Presiden Maduro pada Sabtu, 3 Januari 2026, terkait perebutan kendali cadangan minyak dunia.
  • Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar dunia (303,22 miliar barel), terkonsentrasi di Sabuk Orinoco.
  • Meskipun kaya minyak, produksi Venezuela merosot drastis; AS berkepentingan karena kedekatan logistik pengiriman minyak berat.

Suara.com - Operasi kilat pasukan elit Delta Force Amerika Serikat telah berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Namun, penangkapan Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat di awal tahun 2026 ini bukan sekadar urusan penegakan hukum atau narkoterorisme.

Di balik riuh operasi militer tersebut, terdapat perebutan kendali atas "harta karun" yang paling diperebutkan di dunia, yakni cadangan minyak mentah.

Sebagai pemilik cadangan minyak terbukti terbesar, Venezuela merupakan pemegang kunci energi global yang membuat negara-negara adidaya rela bersitegang.

Venezuela kini berada di persimpangan jalan antara kedaulatan negara dan intervensi energi global yang dipicu oleh serangan Donald Trump.

Berikut adalah 7 fakta cadangan minyak Venezuela yang menjadi alasan mengapa negara ini selalu berada di tengah pusaran konflik global:

1. Pemilik Cadangan Minyak Terbesar

Venezuela memegang posisi pertama sebagai pemilik cadangan minyak terbukti (proven oil reserves) terbesar di dunia, bahkan melampaui Arab Saudi.

Berdasarkan data U.S. Energy Information Administration (EIA), cadangan minyak Venezuela mencapai 303,22 miliar lebih barel atau sekitar 17 persen dari total minyak dunia.

baca juga

Jumlah tersebut melampaui Arab Saudi dengan cadangan minyak bumi sebanyak 267,2 miliar lebih barel dari total minyak dunia.

Kekayaan inilah yang menjadi alasan utama stabilitas politik di Caracas selalu menjadi perhatian vital bagi Amerika Serikat.

Serangan ilegal Amerika Serikat ke Venezuela diyakini untuk merebut cadangan minyak terbesar di dunia. [Suara.com/Aldie]
Serangan ilegal Amerika Serikat ke Venezuela diyakini untuk merebut cadangan minyak terbesar di dunia. [Suara.com/Aldie]

2. Harta Karun di Sabuk Orinoco

Pusat kekayaan energi Venezuela terkonsentrasi di Sabuk Orinoco. Sebuah wikayah yang menyimpan cadangan minyak berat dan ekstra berat terbesar di dunia.

Penguasaan atas wilayah seluas sekitar 55.000 kilometer persegi yang membentang dibagian timur negara ini berarti penguasa atas pasokan energi dunia untuk puluhan tahun ke depan.

3. Karakteristik Minyak Ekstra Berat yang Sulit Diolah

Meskipun cadangan minyak Venezuela melimpah, mayoritas jenis minyak yang ada bertipe extra-heavy crude oil atau minyak mentah ekstra berat.

Minyak jenis ini sangat kental dan padat seperti aspal. Juga sulit mengalir karena memiliki viskositas tinggi dan densitas lebih berat dibanding minyak ringan.

Untuk daoat mengolah minyak jenis ini menjadi bahan bakar siap pakai, butuh teknologi kilang yang canggih dan investasi besar.

4. Perusahaan Minyak Patungan PDVSA

Petroleos de Venezuela S.A (PDVSA) adalah perushaan minyak dan gas alam milik pemerintah Venezuela.

Perushaan ini mengizinkan perushaan asing untuk berinvestasi, tetapi tetap menjadi pemegang saham terbesar sebanyak 60 persen saham dalam usaha patungan ini.

PDVSA mendirikan usaha patungan dengan perusahaan minyak dari negara lain, yaitu China National Petroleum Corporation (CNPC), Rosneft Rusia, Chevron, Statoil, Total, dan ENI.

5. Keunggulan Minyak Venezuela Terhadap Kilang Minyak AS

Secara logistik, minyak Venezuela lebih murah untuk dikirim ke Amerika Serikat (AS) dibanding minyak dari negara di Timur Tengah, karena jarak geografis yang sangat dekat.

Venezuela menghasilkan minyak berat yang sangat dibutuhkan AS, dan kilang-kilang minyak di AS memang dirancang khusus untuk memproses minyak berat khas Venezuela.

Inilah alasan yang disinyalir sebagai strategi AS mengerahkan kekuatan di Laut Karibia guna menagamankan jalur distribusi tersebut.

6. Penyalahgunaan Hasil Minyak untuk Jaringan Narkoterorisme

Amerika Serikat menuduh Maduri menggunakan keuntungan dari sektor minyak untuk mendanai jaringan narkoterorisme internasional.

Alih-alih digunakan untuk kesehatan rakyat, hasil kekayaan alam tersebut diduha dikoruosi untuk mempertahankan kekuasaan absolut rezim.

Hal inilah yang menjadi dasar hukum AS untuk melakukan intervensi militer langsung.

7. Kemerosotan Produksi Minyak

Meski memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, tetapi kontribusi Venezuela dalam memproduksi minyak global bahakan kurang dari 1 persen.

Pada dekade 1960-an Venezuela justru bisa menyumbang 10 persen produksi minyak global. Sejak 1990-an, produksi minyak Venezuela telah merosot sekitar 70 persen.

Kemerosotan inilah yang akhirnya dibantu oleh AS untuk memperoleh lisensi dan mengizinkan sejumlah mitra asing beroperasi di Venezuela dan melakukan ekspor minyak.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?

Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 06:56 WIB

Profil Delcy Rodriguez, Wapres yang Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS

Profil Delcy Rodriguez, Wapres yang Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS

News | Senin, 05 Januari 2026 | 17:01 WIB

Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

News | Senin, 05 Januari 2026 | 16:54 WIB

5 Fakta Reaksi Rakyat Venezuela Usai Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS

5 Fakta Reaksi Rakyat Venezuela Usai Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS

News | Senin, 05 Januari 2026 | 16:03 WIB

Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya

Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya

News | Senin, 05 Januari 2026 | 15:58 WIB

Terkini

5 Penyebab Skin Tint Menggumpal dan Pilling saat Ditimpa Sunscreen

5 Penyebab Skin Tint Menggumpal dan Pilling saat Ditimpa Sunscreen

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Cuma Pakai Rice Cooker, Resep Nasi Liwet Lezat Tanpa Kompor Ini Cocok untuk Anak Kos

Cuma Pakai Rice Cooker, Resep Nasi Liwet Lezat Tanpa Kompor Ini Cocok untuk Anak Kos

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Dari Kertajati hingga IKN: Mengapa Bangunan Megah Sering Berakhir Menjadi Beban Negara?

Dari Kertajati hingga IKN: Mengapa Bangunan Megah Sering Berakhir Menjadi Beban Negara?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:11 WIB

Niat dan Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Hujan

Niat dan Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Hujan

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Kecelakaan di Simpang Kembang Ijo Tuban: Nyawa Gadis 19 Tahun Melayang

Kecelakaan di Simpang Kembang Ijo Tuban: Nyawa Gadis 19 Tahun Melayang

Jatim | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Kalah 0-2 dari Vietnam, Thailand Belum Lempar Handuk Demi Juara Piala AFF 2026

Kalah 0-2 dari Vietnam, Thailand Belum Lempar Handuk Demi Juara Piala AFF 2026

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Menuju Era Indonesia Emas 2045: Siapkah Kita Menjadi Generasi Penentu?

Menuju Era Indonesia Emas 2045: Siapkah Kita Menjadi Generasi Penentu?

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Baku Tembak di Lampung Utara: 3 Polisi Terluka, Bandar Narkoba Tewas

Baku Tembak di Lampung Utara: 3 Polisi Terluka, Bandar Narkoba Tewas

Lampung | Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:57 WIB

Bukan Tanda Produktif, Ini Harga Mahal yang Dibayar Tubuh Saat Kurang Tidur

Bukan Tanda Produktif, Ini Harga Mahal yang Dibayar Tubuh Saat Kurang Tidur

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:53 WIB

Targetkan Juara, Timnas Indonesia Turunkan Skuad Utama di FIFA ASEAN Cup

Targetkan Juara, Timnas Indonesia Turunkan Skuad Utama di FIFA ASEAN Cup

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:45 WIB

×