Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?

Liberty Jemadu

Selasa, 06 Januari 2026 | 06:56 WIB
Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?
Serangan ilegal Amerika Serikat ke Venezuela diyakini untuk merebut cadangan minyak terbesar di dunia. [Suara.com/Aldie]
baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat menyerang Venezuela, menculik Presiden Maduro, dengan motif utama penguasaan minyak bumi.
  • Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, namun produksinya saat ini sangat kecil.
  • Aksi AS tersebut paling merugikan China dan Kuba yang selama ini mendapatkan minyak Venezuela sebagai pembayaran utang dan barter.

Suara.com - Militer Amerika Serikat menyerang Venezuela pada akhir pekan kemarin dan menculik Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Meski Presiden Donald Trump menuding Maduro sebagai gembong narkotika, tapi para analis dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa aksi sepihak itu digerakkan oleh motif ekonomi, lebih khusus lagi minyak.

"Perusahaan-perusahaan minyak raksasa Amerika Serikat - yang terbesar di dunia - akan masuk dan berinvestasi miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur minyak yang sudah ambruk di Venezuela," kata Trump saat mengumumkan misi ilegal AS di Venezuela dalam konferensi pers dari resort mewah miliknya di Mar-a-Lago, Florida, AS.

Sementara dalam kesempatan lain Trump bilang bahwa ongkos operasi militer AS di Venezuela, yang menelan biaya miliaran dolar, akan dibayar oleh Venezuela dengan minyak bumi.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa minyak Venezuela begitu menarik bagi Amerika Serikat? Mengapa China yang paling terdampak akibat aksi sepihak AS? Dan mengapa konflik baru ini belum membuat harga minyak bergejolak?

Venezuela The Real Raja Minyak

Faktnya, Venezuela adalah raja minyak dunia dari sisi cadangan yang dimiliki. Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbukti hingga 303 miliar barel - setara dengan hampir seperlima cadangan minyak dunia.

Uniknya lagi, produksi minyak Venezuela sangat kecil. Negara itu hanya memproduksi hampir 1 juta barel minyak per hari atau sekitar 0,8 persen produksi minyak dunia.

Dari jumlah itu, pembeli terbesar minyak Venezuela adalah China disusul oleh Amerika Serikat, Spanyol dan Kuba.

Venezuela adalah pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, dengan cadangan terbukti hingga 303 miliar barel. Jumlah ini setara dengan nyaris 20 persen minyak dunia. [Suara.com/Aldie]
Venezuela adalah pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, dengan cadangan terbukti hingga 303 miliar barel. Jumlah ini setara dengan nyaris 20 persen minyak dunia. [Suara.com/Aldie]

Siapa yang paling dirugikan?

baca juga

Selain Venezuela, dari data di atas, negara yang paling dirugikan oleh serangan AS akhir pekan kemarin adalah China. Alasannya karena Beijing memperoleh minyak Venezuela sebagai bentuk pembayaran utang.

Dilansir dari beberapa sumber, sisa utang Venezuela ke China sekitar 12 miliar dolar. Sementara sekitar 80 persen minyak Venezuela pada 2025 dikirim China untuk melunasi utang.

Negara kedua yang paling merugi adalah Kuba, karena selama ini menikmati minyak Venezuela. Bagi Kuba pasokan energi dari Venezuela sangat penting terutama untuk listrik. Pada 2023 lalu sekitar 4 persen dari minyak produksi Venezuela dikirim ke Kuba.

Penting dicatat China dan Kuba membeli minyak Venezuela dengan harga murah. Embargo yang dikenakan AS ke Venezuela membuat minyak produksi negara itu tak bisa dibeli oleh negara lain.

China membeli minyak Venezuela melalui cara ilegal transhipment - transfer bahan bakar dari kapal tanker ke kapal tanker di tengah laut - menggunakan kapal-kapal berbendera Malaysia atau disamarkan sebagai kargo Brazil.

Sementara Kuba memperoleh minyak Venezuela yang ditukar dengan guru-guru, dokter dan pasukan militer.

Siapa yang untung?

Amerika Serikat tentu saja yang paling diuntungkan. Sebelumnya AS adalah pengimpor minyak Venezuela terbesar kedua, dengan porsi 23 persen pada 2023. Kini setelah Venezuela ditaklukkan, kontrol atas minyak mentah ada di tangah AS.

Penting dicatat, meski berkonflik selama bertahun-tahun, perusahaan minyak AS Chevron masih beroperasi di Venezuela dengan kontrak khusus dan memproduksi 25 persen dari total produksi minyak Venezuela.

AS sendiri memiliki sejumlah besar kilang yang cocok untuk mengolah minyak mentah Venezuela yang dikenal sebagai heavy oil atau minyak mentah berat, yang selain bisa diolah menjadi bahan bakar juga mudah diubah menjadi aspal.

Sementara bagi China, dinamika ini semakin merugikan karena heavy oil seperti milik Venezuela cukup sukar karena produsennya terbatas. Salah satu opsi adalah Kanada, tapi tentu saja minyak mentah Kanada bisa diperoleh dengan harga lebih mahal.

Konsumen terbesar minyak Venezuela adalah China. Uniknya Beijing memperoleh minyak Venezuela sebagai bentuk pembayaran utang. [Suara.com/Aldie]
Konsumen terbesar minyak Venezuela adalah China. Uniknya Beijing memperoleh minyak Venezuela sebagai bentuk pembayaran utang. [Suara.com/Aldie]

Apa dampaknya ke harga minyak dunia?

Hingga Senin (5/1/2026), serangan AS ke Venezuela belum banyak berpengaruh ke harga minyak dunia. Harga minyak kemarin masih di kisaran 63 dolar AS per barel, tak banyak berubah dari sebelumnya. Hal itu, menurut Phil Flynn dari Price Futures Group, disebabkan karena kontribusi minyak mentah Venezuela ke pasar dunia sangat kecil.

"Minyak Venezuela bisa dengan mudah digantikan oleh produsen-produsen minyak dunia lainnya," terang dia kepada CNN.

Sementara menurut Bob McNally dari perusahaan konsultan Rapidan Energy Group yang berbasis di Washington DC, harga minyak mungkin akan melonjak jika pecah perang atau kerusuhan yang meluas sehingga mengganggu stabilitas kawasan.

Lalu apakah dengan diambilalihnya minyak Venezuela oleh Amerika Serikat akan bisa membuat harga minyak dunia semakin murah, karena jumlah produksinya akan digenjot?

Tidak semudah itu, kata beberapa pengamat. Bob McNally dari perusahaan konsultan Rapidan Energy Group kepada CNN menjelaskan bahwa butuh waktu setidaknya lima sampai 10 tahun agar produksi minyak Venezuela bisa digenjot.

Alasannya setelah bertahun-tahun tak beroperasi karena sanksi dan korupsi, infrastruktur minyak Venezuela banyak yang tidak berfungsi. Diperlukan investasi miliaran dolar AS untuk membangun kembali infrastruktur tersebut agar bisa beroperasi kembali dalam waktu cepat.

Selain itu kondisi Venezuela yang belum jelas dan stabil, tentu akan membuat perusahaan minyak raksasa untuk berpikir dua kali untuk masuk dan berinvestasi di sana. (CNN, El Pais, Japan Times, Reuters, The Guardian, The Strait Times)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Belum Berdampak, ESDM: Sumber Minyak RI Bukan dari Venezuela

Klaim Belum Berdampak, ESDM: Sumber Minyak RI Bukan dari Venezuela

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 20:36 WIB

Penangkapan Presiden Venezuela Bisa Guncang Pasar Kripto, Ini Alasannya

Penangkapan Presiden Venezuela Bisa Guncang Pasar Kripto, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 17:57 WIB

Profil Delcy Rodriguez, Wapres yang Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS

Profil Delcy Rodriguez, Wapres yang Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS

News | Senin, 05 Januari 2026 | 17:01 WIB

Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

News | Senin, 05 Januari 2026 | 16:54 WIB

5 Fakta Reaksi Rakyat Venezuela Usai Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS

5 Fakta Reaksi Rakyat Venezuela Usai Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS

News | Senin, 05 Januari 2026 | 16:03 WIB

Terkini

BRImo Taiwan Resmi Diluncurkan, BRI Jadi Jembatan Finansial Diaspora Indonesia

BRImo Taiwan Resmi Diluncurkan, BRI Jadi Jembatan Finansial Diaspora Indonesia

Sulsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:45 WIB

Bali Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Plastik dari Penerbangan, Bagaimana Mekanismenya?

Bali Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Plastik dari Penerbangan, Bagaimana Mekanismenya?

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:44 WIB

BRI Hadirkan BRImo Taiwan, Solusi Finansial Digital bagi Masyarakat Indonesia di Taiwan

BRI Hadirkan BRImo Taiwan, Solusi Finansial Digital bagi Masyarakat Indonesia di Taiwan

Sumut | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Investor Asing Serbu Surat Utang Indonesia, Paling Agresif Sejak 2019

Investor Asing Serbu Surat Utang Indonesia, Paling Agresif Sejak 2019

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Viral Video Bus Rombongan AMPB PATI Diserang OTK di Tol Karawang

Viral Video Bus Rombongan AMPB PATI Diserang OTK di Tol Karawang

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Perkuat Layanan untuk PMI, BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan

Perkuat Layanan untuk PMI, BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan

Kalbar | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:38 WIB

BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora

BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora

Batam | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:35 WIB

BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia

BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia

Bali | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:32 WIB

Kebakaran di Tebet Tewaskan 4 Orang, Penghuni Kos Ada yang Lompat Selamatkan Diri

Kebakaran di Tebet Tewaskan 4 Orang, Penghuni Kos Ada yang Lompat Selamatkan Diri

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:32 WIB

Zita Anjani Datangi Korban Kebakaran Desa Sade Banjir Kritik Netizen: Mau Akting Kayak di Aceh

Zita Anjani Datangi Korban Kebakaran Desa Sade Banjir Kritik Netizen: Mau Akting Kayak di Aceh

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:31 WIB

×