Dokter Tifa Bongkar 6 Versi Ijazah Jokowi, Sebut Temuan Polda Blunder

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 08 Januari 2026 | 13:33 WIB
Dokter Tifa Bongkar 6 Versi Ijazah Jokowi, Sebut Temuan Polda Blunder
Kolase foto Jokowi dan Dokter Tifa. (Tangkapan layar/ist)
  • Dr. Tifa menemukan enam spesimen ijazah berbeda milik Jokowi beredar sejak Mei hingga Desember 2025.
  • Versi ijazah keenam dari Polda Metro Jaya menunjukkan perbedaan saintifik signifikan, termasuk emboss dan watermark.
  • Analisis menunjukkan kejanggalan pada foto dan munculnya lintasan stempel yang tidak ada di lima versi sebelumnya.

Suara.com - Kontroversi mengenai keaslian ijazah mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat.

Dalam sebuah diskusi terbaru, Dokter sekaligus Ilmuan dr. Tifa mengungkapkan adanya temuan mengejutkan terkait keberadaan enam versi spesimen ijazah yang berbeda-beda, termasuk dokumen terbaru yang disebut berasal dari Polda Metro Jaya.

Dr. Tifa menjelaskan bahwa berdasarkan penelusurannya sejak 22 Mei hingga 15 Desember 2025, setidaknya terdapat enam versi fisik ijazah Jokowi yang beredar di publik maupun instansi negara.

"Dari sudut pandang saya, setidaknya ada enam versi spesimen ijazah Joko Widodo. Pertama, versi slide yang ditampilkan Bareskrim Polri di layar televisi, kedua versi yang diunggah Dian Sandi Utama di media sosial X yang diklaim sebagai ijazah asli," ujar dr. Tifa dalam kanal Youtube Bambang Widjojanto, Kamis (8/1/2026).

Lebih lanjut, ia merinci versi ketiga, keempat, dan kelima merupakan fotokopi ijazah yang digunakan sebagai syarat administratif di KPUD Surakarta, KPUD Jakarta , dan KPU Pusat.

Hal yang menjadi sorotan utama dr. Tifa adalah kemunculan versi keenam yang terkait dengan pernyataan Polda Metro Jaya mengenai kepemilikan 709 dokumen terkait ijazah tersebut.

Menurutnya, versi terbaru ini justru menunjukkan perbedaan signifikan secara saintifik dibandingkan lima versi sebelumnya.

"Secara saintifik, artefaknya berbeda, pada versi keenam dari Polda ini, tiba-tiba muncul emboss dan watermark yang jelas. Padahal, pada ijazah asli lulusan Kehutanan UGM tahun 1985 yang kami jadikan pembanding, emboss berfungsi untuk mengunci tanda tangan. Jika emboss dibuat lebih dulu baru ditandatangani, itu indikasi dokumen palsu," tegasnya.

Selain masalah emboss, dr. Tifa juga menyinggung hasil analisis dari pakar telematika Roy Suryo dan ahli digital forensik Rismon Sianipar.

Roy Suryo disebut menemukan kejanggalan pada usia foto dalam ijazah yang dianggap tidak sesuai dengan kronologi waktu kelulusan.

Selain itu salah satu poin krusial yang dianggap sebagai "blunder" adalah munculnya lintasan stempel pada ijazah versi Polda Metro Jaya.

Dr. Tifa menyebutkan bahwa dalam lima versi ijazah sebelumnya, tidak ditemukan adanya lintasan stempel pada bagian pas foto.

"Di ijazah versi Polda ada lintasan stempelnya, sementara di lima versi sebelumnya tidak ada. Ini kan blunder. Analisis utama dari ratusan riset Mas Rismon Sianipar menunjukkan bahwa itu yang paling utama, yang paling penting adalah soal lintasan stempel," lanjutnya.

Menanggapi temuan tersebut, Dr. Tifa menekankan pentingnya scientific investigation atau penyidikan ilmiah yang transparan oleh institusi Polri untuk membuktikan kebenaran dokumen-dokumen tersebut.

Dr. Tifa dan timnya menyatakan akan terus meneliti 709 dokumen yang disebut milik Polda Metro Jaya tersebut untuk dibandingkan dengan spesimen asli dari lulusan UGM di tahun yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital

SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital

Liks | Kamis, 08 Januari 2026 | 08:21 WIB

Akhirnya! Demokrat Polisikan Akun Medsos Penuding SBY Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi

Akhirnya! Demokrat Polisikan Akun Medsos Penuding SBY Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:06 WIB

Demokrat Akhirnya Polisikan Akun-akun Medsos yang Diduga Fitnah SBY Soal Isu Ijazah Jokowi

Demokrat Akhirnya Polisikan Akun-akun Medsos yang Diduga Fitnah SBY Soal Isu Ijazah Jokowi

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 13:44 WIB

Serasa Magang saat Jabat Menhan, Prabowo Ungkap Alasan Boyong Menteri Jokowi ke Kabinet

Serasa Magang saat Jabat Menhan, Prabowo Ungkap Alasan Boyong Menteri Jokowi ke Kabinet

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 08:45 WIB

Satu Akun Tumbang Minta Maaf, Andi Arief Tagih Pelaku Fitnah SBY Lain: Kami Tunggu

Satu Akun Tumbang Minta Maaf, Andi Arief Tagih Pelaku Fitnah SBY Lain: Kami Tunggu

News | Senin, 05 Januari 2026 | 18:20 WIB

Anwar Usman Sering Mangkir Sidang, Anggota DPR: Harusnya Jadi Teladan, Bukan Langgar Disiplin

Anwar Usman Sering Mangkir Sidang, Anggota DPR: Harusnya Jadi Teladan, Bukan Langgar Disiplin

News | Senin, 05 Januari 2026 | 14:49 WIB

Andi Arief: SBY Terganggu Difitnah Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi

Andi Arief: SBY Terganggu Difitnah Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi

Video | Kamis, 01 Januari 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB