Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Jum'at, 09 Januari 2026 | 06:35 WIB
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
Ilustrasi Presiden Prabowo mengaku dituduh mau jadi diktator. (Grafis Suara.com/Syahda)
baca 10 detik
  • Pengamat politik Yusak Farchan menilai tuduhan diktator tidak tepat karena Presiden Prabowo masih terbuka terhadap kritik.
  • Yusak menyatakan otoritarianisme sulit terjadi di era informasi karena ruang kritik media sosial masih terbuka lebar.
  • Presiden Prabowo Subianto menanggapi tuduhan diktator dengan menyatakan bahwa kritik penting untuk mengoreksi dan mengamankan kebijakan.

Suara.com - Pengamat politik Yusak Farchan menilai tuduhan yang menyebut Presiden Prabowo Subianto ingin menjadi diktator tidak tepat. Ia menyebut salah satu alasannya karena Prabowo masih menerima kritik.

"Sejauh ini, Presiden Prabowo masih terbuka terhadap kritik. Jadi kalau disebut diktator saya kira tidak," kata Yusak kepada Suara.com, Kamis (8/1/2026).

Yusak mengatakan, otoritarianisme terjadi jika negara mengontrol penuh alokasi sumber daya strategis dan menutup ruang-ruang kritik.

Ia lantas menyoroti masih adanya kebebasan berpendapat dan penyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Sedangkan mengenai rentetan teror kepada pemengaruh atau influencer usai melempar kritik, ia menegaskan hak tersebut belum tentu dilakukan oleh pemerintah itu sendiri.

"Kalau komika Panji masih bisa bebas menyampaikan kritiknya, artinya demokrasi masih hidup. Soal ada influencer atau tokoh yang mendapat teror, kan belum tentu pemerintah pelakunya," ujar Yusak.

Ia menyoroti pernyataan Prabowo yang mengatakan tidak ragu untuk mengoreksi diri dan mengevaluasi kembali kebijakan-kebijakan yang diambil. Pernyataan Prabowo tersebut sebagai tanggapan ia terhadap kritik.

Tidak Mudah Hidupkan Otoritarianisme

Yusak pesimis otoritarianisme dapat dihidupkan di zaman yang sudah pesat dalam perkembamgan informasi. Apalagi saat ini masyarakat bermain media sosial.

baca juga

"Saya kira tidak mudah menghidupkan otoritarianisme dalam era informasi saat ini. Di ruang-ruang virtual, nitizen juga tidak semudah itu dikendalikan karena keberadaan sosmed memungkinkan orang untuk melakukan kritik," kata Yusak.

Yusak mengatakan semakin masyarakat sipil dilemahkan maka semakin kuat entitas sipil untuk berkonsolidasi.

"Saya kira ini hikmah dari jalan panjang demokrasi yang sudah kita lalui sejak Reformasi 1998. Artinya, jalan menuju kepemimpinan diktator, tidak semudah itu terjadi karena pilar-pilar demokrasi yang ada masih bekerja," kata Yusak.

Ia berujar jalan menuju otoritarianisme dapat terbuka lebar ketika kanal-kanal informasi ditutup rapat dan supremasi sipil dilemahkan.

"Nah sejauh ini masyarakat sipil masih bisa menyuarakan aspirasinya. Cabang-cabang kekuasaan seperti Yudikatif (MK) masih bekerja tanpa kooptasi dari kekuasaan eksekutif," kata ayusak.

"Tentu PR kita adalah terus mengingatkan pemerintah agar jalan liku demokrasi yang sudah kita tempuh tidak mundur ke belakang," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Mau Jadi Diktator? Ini Beda Pemimpin Kuat, Otoriter dan Diktator Sejati

Prabowo Mau Jadi Diktator? Ini Beda Pemimpin Kuat, Otoriter dan Diktator Sejati

Liks | Kamis, 08 Januari 2026 | 20:33 WIB

Prabowo: Saya Dituduh Mau Jadi Diktator

Prabowo: Saya Dituduh Mau Jadi Diktator

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 15:15 WIB

Cuma di Indonesia Diktator Seperti Soeharto Jadi Pahlawan, Akademisi: Penghinaan terhadap Akal Sehat

Cuma di Indonesia Diktator Seperti Soeharto Jadi Pahlawan, Akademisi: Penghinaan terhadap Akal Sehat

News | Selasa, 11 November 2025 | 06:03 WIB

Babak Baru Politik Usai Terbit Abolisi dan Amnesti : Prabowo Rangkul Oposisi, Nasib Jokowi?

Babak Baru Politik Usai Terbit Abolisi dan Amnesti : Prabowo Rangkul Oposisi, Nasib Jokowi?

News | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 10:02 WIB

Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal Berpotensi Ciptakan Ketidakadilan

Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal Berpotensi Ciptakan Ketidakadilan

News | Senin, 30 Juni 2025 | 22:04 WIB

Presiden Prabowo: TNI Selalu Dituduh Mau jadi Ditaktor, Padahal...

Presiden Prabowo: TNI Selalu Dituduh Mau jadi Ditaktor, Padahal...

News | Selasa, 06 Mei 2025 | 18:39 WIB

Demokrasi atau Diktator? Brutalisme Aparat di Balik Demonstrasi UU TNI

Demokrasi atau Diktator? Brutalisme Aparat di Balik Demonstrasi UU TNI

Your Say | Minggu, 06 April 2025 | 08:38 WIB

Terkini

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:00 WIB

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

Apakah Anak Kecil Wajib Pakai? Ini Rekomendasi Helm Anak SNI Motif Lucu Mulai Rp100 Ribuan

Apakah Anak Kecil Wajib Pakai? Ini Rekomendasi Helm Anak SNI Motif Lucu Mulai Rp100 Ribuan

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

Kasus HGB Bogor: KPK Amankan 17 Orang dalam OTT, Ada Pejabat hingga Politisi

Kasus HGB Bogor: KPK Amankan 17 Orang dalam OTT, Ada Pejabat hingga Politisi

Video | Selasa, 15 September 2026 | 13:54 WIB

Misteri Jasad Tanpa Identitas di Pulau Enggano, Bagian Rombongan Jurnalis Hilang?

Misteri Jasad Tanpa Identitas di Pulau Enggano, Bagian Rombongan Jurnalis Hilang?

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:51 WIB

Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan

Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:50 WIB

Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women

Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:48 WIB

×