Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Jum'at, 09 Januari 2026 | 06:35 WIB
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
Ilustrasi Presiden Prabowo mengaku dituduh mau jadi diktator. (Grafis Suara.com/Syahda)
baca 10 detik
  • Pengamat politik Yusak Farchan menilai tuduhan diktator tidak tepat karena Presiden Prabowo masih terbuka terhadap kritik.
  • Yusak menyatakan otoritarianisme sulit terjadi di era informasi karena ruang kritik media sosial masih terbuka lebar.
  • Presiden Prabowo Subianto menanggapi tuduhan diktator dengan menyatakan bahwa kritik penting untuk mengoreksi dan mengamankan kebijakan.

Dituduh Mau Jadi Diktator

Presiden Prabowo Subianto menyadari segala tudingan yang dialamatkan kepada dia. Temasuk salah satunya tuduhan bahwa dirinya ingin menjadi diktator.

"Saya dituduh mau jadi diktator, saya dituduh mau berkuasa, saya dituduh mau kudeta," kata Prabowo Subianto saat berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Menanggapi tuduhan tersebut, Prabowo membantah. Ia menegaskan sudah disumpah sejak muda saat menjadi prajurit TNI.

"Tetapi saya sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit adalah prajurit dari Tentara Nasional Indonesia, TNI adalah tentara rakyat, TNI lahir dari rakyat," kata Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan dirinya tidak masalah terhadap kritik atas kepemimpinannya. Ia justru memandang positif terhadap segala bentuk kritik.

Menurutnya keberadaan kritik sangat penting sebagai pengingat dan pengaman dari hal-hal yang tidak seharusnta dilakukan.

"Kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, kita tidak suka dikoreksi, tapi sesungguhnya itu mengamankan, iya kan?" kata Prabowo dalam pidatonya di Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026).

Prabowo mencontohlan bentuk koreksi sederhana. Semisal ia lupa memasang lancing, kemudian diingatkan oleh anak buah. Meski melakukan koreksi, Prabowo memahami hal tersebut dilakukan demi mengamankan ia agar tidak tampil dengan kancing yang tidak terpasang.

baca juga

"Jadi kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget nih. Tapi dia menjaga saya, dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan, iya kan?" kata Prabowo.

Prabowo kembali bercerita saat dirinya masih aktif sebagai tentara. Pernah suatu ketika, Prabowo lupa mengenakan tanda pangkat lantaran sedang terburu-buru dan sibuk.

"Lari anak buah saya, 'Pak, Pak, jangan keluar Pak, tanda pangkat Bapak tidak lengkap'. Oh iya. Jadi apa? Dia mengamankan saya. Kritik, koreksi adalah menyelamatkan," kata Prabowo

Prabowo justru menyampaikan terima kasih kepada para pengkritik. Ia mencontohkan satu hal yang ia lakukan koreksi usai dikritik soal gaya kepemimpinannya yang militerisme.

"Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak, 'Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme'. Wah, baru saya koreksi, apa bener? Oke baru kita lihat, panggil ahli hukum, panggil di mana, iya kan? Mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," kata Prabowo.

"Jadi saudara-saudara, itu yang ingin saya sampaikan. Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," sambung Prabowo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Mau Jadi Diktator? Ini Beda Pemimpin Kuat, Otoriter dan Diktator Sejati

Prabowo Mau Jadi Diktator? Ini Beda Pemimpin Kuat, Otoriter dan Diktator Sejati

Liks | Kamis, 08 Januari 2026 | 20:33 WIB

Prabowo: Saya Dituduh Mau Jadi Diktator

Prabowo: Saya Dituduh Mau Jadi Diktator

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 15:15 WIB

Cuma di Indonesia Diktator Seperti Soeharto Jadi Pahlawan, Akademisi: Penghinaan terhadap Akal Sehat

Cuma di Indonesia Diktator Seperti Soeharto Jadi Pahlawan, Akademisi: Penghinaan terhadap Akal Sehat

News | Selasa, 11 November 2025 | 06:03 WIB

Babak Baru Politik Usai Terbit Abolisi dan Amnesti : Prabowo Rangkul Oposisi, Nasib Jokowi?

Babak Baru Politik Usai Terbit Abolisi dan Amnesti : Prabowo Rangkul Oposisi, Nasib Jokowi?

News | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 10:02 WIB

Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal Berpotensi Ciptakan Ketidakadilan

Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal Berpotensi Ciptakan Ketidakadilan

News | Senin, 30 Juni 2025 | 22:04 WIB

Presiden Prabowo: TNI Selalu Dituduh Mau jadi Ditaktor, Padahal...

Presiden Prabowo: TNI Selalu Dituduh Mau jadi Ditaktor, Padahal...

News | Selasa, 06 Mei 2025 | 18:39 WIB

Demokrasi atau Diktator? Brutalisme Aparat di Balik Demonstrasi UU TNI

Demokrasi atau Diktator? Brutalisme Aparat di Balik Demonstrasi UU TNI

Your Say | Minggu, 06 April 2025 | 08:38 WIB

Terkini

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

×