Cuma di Indonesia Diktator Seperti Soeharto Jadi Pahlawan, Akademisi: Penghinaan terhadap Akal Sehat

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Selasa, 11 November 2025 | 06:03 WIB
Cuma di Indonesia Diktator Seperti Soeharto Jadi Pahlawan, Akademisi: Penghinaan terhadap Akal Sehat
Ilustrasi Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan membawa poster Marsinah saat mengikuti aksi Kamisan ke-860 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Penetapan Soeharto sebagai pahlawan oleh Presiden Prabowo bersamaan dengan Marsinah menuai kritik keras.

  • Pakar hukum menyebut keputusan tersebut sebuah "penghinaan akal sehat" dan menyamakannya dengan hal mustahil.

  • Langkah ini dinilai ironis, ibarat menyandingkan figur diktator dengan simbol korban dari rezimnya.

Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto memicu gelombang kritik tajam dari berbagai kalangan.

Kontroversi ini semakin memanas karena penetapan tersebut diumumkan bersamaan dengan pemberian gelar serupa kepada Marsinah, seorang aktivis buruh yang menjadi simbol perlawanan hak asasi manusia di era Orde Baru.

Akademisi dari Universitas Trisakti, Bhatara Ibnu Reza, menjadi salah satu suara yang paling vokal, menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap akal sehat publik.

Menurutnya, penganugerahan gelar pahlawan kepada arsitek rezim Orde Baru itu tidak dapat diterima, baik secara moral maupun historis.

"Soeharto dianggap sebagai pahlawan itu keterlaluan, ini benar-benar keterlaluan. Tidak ada di lain yang menganggap diktator itu sebagai pahlawan," ujarnya kepada Suara.com.

Bhatara menegaskan bahwa diskursus global justru menunjukkan adanya upaya negara-negara untuk mengambil jarak dari figur-figur diktator masa lalu mereka, bukan malah mengagungkannya.

"Hitler aja tidak dianggap pahlawan oleh Jerman. Atau misalnya Marcos (Ferdinand Marcos, mantan Presiden Filipina) tidak dianggap sebagai pahlawan, dia dikenang sebagai presiden tetapi bukan sebagai pahlawan," lanjutnya.

Sorotan utama dari kritik Bhatara tertuju pada penyandingan nama Soeharto dengan Marsinah.

Ia menilai tindakan ini bukan hanya ironis, tetapi juga secara fundamental melukai ingatan kolektif bangsa terhadap sejarah kelam pelanggaran HAM.

baca juga

“Nama Soeharto disamakan dengan Marsinah, itu penghinaan terhadap akal sehat,” kata Bhatara.

“Bagaimana mungkin sosok Marsinah, pejuang buruh yang dibunuh di masa rezim Soeharto disandingkan dengan Soeharto? Ibaratnya menyandingkan Adolf Hitler dengan Anne Frank, korban kekejaman Nazi,” tegasnya.

Penetapan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto dan Marsinah diumumkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara pada Senin (10/11/2025) pagi.

Keputusan ini sontak membuka kembali perdebatan fundamental di ruang publik mengenai definisi 'kepahlawanan' dalam konteks sejarah Indonesia yang kompleks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Gelar Pahlawan, Kisah Soeharto, Gus Dur, hingga Marsinah akan Dibukukan Pemerintah

Setelah Gelar Pahlawan, Kisah Soeharto, Gus Dur, hingga Marsinah akan Dibukukan Pemerintah

News | Senin, 10 November 2025 | 22:32 WIB

Usai Soeharto dan Gus Dur, Giliran BJ Habibie Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Usai Soeharto dan Gus Dur, Giliran BJ Habibie Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

News | Senin, 10 November 2025 | 20:42 WIB

Wakil Ketua Komisi X DPR: Kemensos dan Kemendikbud Harus Jelaskan Soeharto Jadi Pahlawan

Wakil Ketua Komisi X DPR: Kemensos dan Kemendikbud Harus Jelaskan Soeharto Jadi Pahlawan

News | Senin, 10 November 2025 | 19:41 WIB

Terkini

Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027

Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:46 WIB

DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN

DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81

Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:43 WIB

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:34 WIB

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:27 WIB

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

×