Menag Ingatkan Perbedaan Pandangan Agama Jangan Jadi Alat Adu Domba Umat

Jum'at, 09 Januari 2026 | 12:30 WIB
Menag Ingatkan Perbedaan Pandangan Agama Jangan Jadi Alat Adu Domba Umat
Menteri Agama Nasaruddin Umar. [dok.pribadi]
Baca 10 detik
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang perbedaan mazhab dijadikan alat pemecah belah umat saat Rakerwil di Buton, Sultra.
  • Beliau menekankan bahwa kemajemukan Indonesia adalah kekuatan jika persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.
  • Komitmen keagamaan harus berfungsi menstabilkan, bukan memicu perpecahan demi menjaga keamanan dan kerukunan bangsa.

Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan agar perbedaan mazhab, pandangan keagamaan, hingga ritual ibadah tidak dijadikan alat untuk saling menyesatkan apalagi memecah belah umat.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 di Villa Nirwana Buton, Kota Baubau.

“Perbedaan mazhab, pandangan keagamaan, maupun ritual jangan sampai dijadikan alat untuk saling menyesatkan dan memecah belah,” ucap Nasaruddin dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

"Sejarah membuktikan Indonesia tidak pernah runtuh karena perbedaan, tetapi bisa hancur jika umatnya diadu domba," katanya menambahkan.

Menurut Menag, secara teologis umat beragama saat ini hidup di tengah dunia yang semakin terbuka, dengan beragam pendekatan dan pemikiran keagamaan yang berkembang pesat.

Situasi tersebut, kata dia, menuntut sikap bijaksana agar perbedaan tidak berubah menjadi sumber konflik.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling plural di dunia, dengan ribuan pulau, etnik, dan bahasa.

Kondisi kemajemukan itu, lanjutnya, bukan perkara mudah untuk dikelola, namun justru bisa menjadi kekuatan jika persatuan tetap dijaga.

“Inilah wajah Indonesia yang sangat majemuk. Tidak mudah dikelola, tetapi justru menjadi kekuatan jika mampu dijaga persatuan dan kesatuannya,” ujarnya.

Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun Menag: Bukan Ajang Euforia, Saatnya Perkuat Empati dan Spirit Kebangsaan

Karena itu, Nasaruddin menekankan bahwa komitmen keagamaan seharusnya berfungsi sebagai penyeimbang dan penstabil kehidupan berbangsa, bukan sebaliknya menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Keamanan, kerukunan, dan stabilitas adalah fondasi utama. Tanpa itu, sebesar apa pun kekayaan bangsa tidak akan berarti,” kata Menag.

Ia pun meminta jajaran Kementerian Agama di daerah untuk terus berperan aktif menjaga harmoni antarumat beragama, sekaligus memastikan perbedaan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang merusak persatuan bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI