Amran Desak Pengusutan Tuntas Penyelundupan Bawang Bombay di Semarang

Bella

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:07 WIB
Amran Desak Pengusutan Tuntas Penyelundupan Bawang Bombay di Semarang
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, didampingi jajaran terkait saat mengecek ribuan karung bawang bombay ilegal yang diamankan aparat di sebuah gudang di Kota Semarang, Sabtu (10/1/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
baca 10 detik
  • Menteri Pertanian menindak tegas penyelundupan 123 ton bawang bombay ilegal di Semarang, meminta pengusutan aktor intelektual.
  • Pengungkapan kasus ini berawal laporan masyarakat dan barang ilegal tersebut dipastikan akan dimusnahkan tanpa dilelang.
  • Polda Jawa Tengah telah mengamankan enam sopir sebagai saksi; barang tersebut diduga didistribusikan dari Kalimantan.

Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan mentoleransi praktik penyelundupan bawang bombay yang terungkap di Kota Semarang, Jawa Tengah. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut hingga ke aktor intelektual agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Ini harus. Kami minta PM (polisi militer) dampingi, kemudian Kapolres, agar diusut, dibongkar sampai akar-akarnya. Ini harus dikasih efek jera," katanya, di Semarang, seperti dikutip dari Antara, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat meninjau langsung ribuan karung bawang bombay ilegal yang diamankan aparat di sebuah gudang di Semarang. Menurutnya, pengawasan ketat perlu dilakukan karena penyelundupan komoditas pertanian berpotensi menimbulkan dampak serius bagi sektor pangan nasional.

Amran mengungkapkan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat melalui layanan WhatsApp Lapor Pak Amran. Menindaklanjuti informasi itu, ia segera berkoordinasi dengan Polisi Militer, Dandim, Kapolrestabes Semarang, serta jajaran karantina untuk mencegah barang ilegal tersebut masuk ke pasar.

"Total 6.172 karung, 123 ton. Tapi (yang penting) bukan tonnya kalau pertanian, 1 ton dengan 1000 ton sama saja kalau bawa penyakit," katanya.

Ia menduga penyelundupan bawang bombay itu dilakukan secara terorganisasi. Hal tersebut terlihat dari kesiapan armada angkut yang disiapkan untuk mendistribusikan bawang ilegal tersebut.

"Ini kan berarti sekongkol semua, mobilnya sudah siap semua. Baru tidak ada surat-surat. Ini harus dibongkar. Enggak boleh ada ampun," katanya.

Menurut Amran, kerugian akibat penyelundupan tidak hanya diukur dari nilai ekonomi, tetapi juga ancaman terhadap keberlanjutan pertanian dalam negeri. Produk ilegal berpotensi membawa penyakit tanaman yang dapat merusak komoditas lokal dan menurunkan semangat petani.

"Ini akan dimusnahkan, enggak ada distribusi, enggak ada lelang-lelang. Iya ini berhasil dihalau sebelum menyebar ke masyarakat. Nggak boleh," katanya.

baca juga

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djoko Julianto menyatakan proses penyidikan masih terus berjalan. Polisi telah mengamankan enam orang sopir ekspedisi sebagai saksi, ribuan karung bawang bombay, serta enam unit truk yang digunakan untuk pengangkutan.

"Kami masih mengamankan dari ekspedisi saja. Driver-driver saja, dan nanti dari pemeriksaan mereka berkaitan dengan asal surat dokumen, termasuk dokumen kendaraan, barang, kita akan terus melakukan pemeriksaan," katanya.

Djoko menjelaskan, hingga saat ini para pengemudi masih berstatus saksi karena mengaku hanya menjalankan tugas pengangkutan dan bersikap kooperatif selama pemeriksaan.

"Dia hanya mengangkut barang ini untuk ke Semarang. (Nama perusahaannya?) Nanti akan kita infokan. Dari Kalimantan dibawa ke Semarang. Nanti perkembangan kami infokan lebih lanjut," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perut Isinya Sekilo Sabu, Aksi Gila Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Demi Lolos di Bandara Soetta

Perut Isinya Sekilo Sabu, Aksi Gila Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Demi Lolos di Bandara Soetta

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 17:56 WIB

Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Amran, Berjuang Swasembada Pangan

Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Amran, Berjuang Swasembada Pangan

Video | Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:36 WIB

Mentan Keseleo Lidah, Sebut Gubernur Jabar Ridwan Kamil Bukan KDM, Langsung Istighfar dan Minta Maaf

Mentan Keseleo Lidah, Sebut Gubernur Jabar Ridwan Kamil Bukan KDM, Langsung Istighfar dan Minta Maaf

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:06 WIB

Perjalanan Rombongan Guru Jakarta Berakhir Duka: Hiace Tabrak Truk di Tol Semarang, 1 Tewas

Perjalanan Rombongan Guru Jakarta Berakhir Duka: Hiace Tabrak Truk di Tol Semarang, 1 Tewas

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:22 WIB

Semarang Jadi Primadona Libur Nataru 2026, Kota Lama hingga Lawang Sewu Dipadati Wisatawan

Semarang Jadi Primadona Libur Nataru 2026, Kota Lama hingga Lawang Sewu Dipadati Wisatawan

Your Say | Kamis, 01 Januari 2026 | 12:50 WIB

Pemerintah Jamin Beras Nggak Langka di 2026

Pemerintah Jamin Beras Nggak Langka di 2026

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 13:54 WIB

Target Swasembada Gula Putih 2026, Mentan Bakal Bongkar 300 Ribu Hektare Lahan Tebu

Target Swasembada Gula Putih 2026, Mentan Bakal Bongkar 300 Ribu Hektare Lahan Tebu

Bisnis | Selasa, 30 Desember 2025 | 11:47 WIB

Resmi Berpisah dengan PSIM Yogyakarta, Rafinha: Perasaan Saya Campur Aduk

Resmi Berpisah dengan PSIM Yogyakarta, Rafinha: Perasaan Saya Campur Aduk

Bola | Senin, 29 Desember 2025 | 22:30 WIB

Rating Gila Bek Termahal Indonesia Sepanjang 2025: Bedah Rahasia Ketangguhan Jay Idzes

Rating Gila Bek Termahal Indonesia Sepanjang 2025: Bedah Rahasia Ketangguhan Jay Idzes

Bola | Senin, 29 Desember 2025 | 11:50 WIB

5 Rekomendasi Wisata Gratis di Semarang yang Wajib Kamu Kunjungi!

5 Rekomendasi Wisata Gratis di Semarang yang Wajib Kamu Kunjungi!

Your Say | Senin, 29 Desember 2025 | 08:10 WIB

Terkini

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:31 WIB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bola | Senin, 14 September 2026 | 08:27 WIB

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:20 WIB

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:14 WIB

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:09 WIB

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:07 WIB

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Foto | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

×