Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 11 Januari 2026 | 13:27 WIB
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
Pengendara melintas di dekat tiang bekas proyek monorel Jakarta di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (2/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pembongkaran 109 tiang monorel terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said ditegaskan biayanya jauh lebih rendah daripada rumor.
  • Pengamat tata kota Sugiyanto mengestimasi biaya fisik pembongkaran tiang beton tersebut maksimal hanya mencapai Rp300 juta.
  • Anggaran Rp100 miliar yang beredar mencakup penataan kawasan menyeluruh, meliputi revitalisasi trotoar dan perbaikan struktur jalan.

Suara.com - Isu mengenai pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, tengah menjadi perbincangan hangat.

Muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa proses peruntuhan 109 tiang beton tersebut menelan biaya fantastis hingga Rp100 miliar.

Namun, pengamat tata kota dan Pemerhati Jakarta, Sugiyanto, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan bentuk kesalahpahaman informasi yang perlu segera diluruskan.

Menurut Sugiyanto, biaya teknis untuk merobohkan tiang-tiang tersebut sebenarnya sangat terjangkau jika dibandingkan dengan narasi yang beredar.

Berdasarkan perhitungan konstruksi yang rasional, biaya pembongkaran fisik 109 tiang monorel tersebut diprediksi tidak akan melebihi angka Rp300 juta.

Perhitungan Teknis secara Rasional

Sugiyanto membedah asumsi biaya tersebut dengan mengacu pada standar harga satuan pembongkaran beton di dunia konstruksi, yang lazimnya berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik.

  • Volume Tiang: Estimasi volume beton untuk satu tiang monorel adalah sekitar 3 hingga 5 meter kubik. Dengan total 109 tiang, maka total volume pembongkaran berada di rentang 300-500 meter kubik.
  • Estimasi Biaya: Jika menggunakan harga satuan tertinggi yakni Rp600.000 per meter kubik, maka kalkulasinya adalah:

500m3xRp600.000 = Rp300.000.000

"Secara logika teknis, pembongkaran 109 tiang monorel hanya memerlukan dana sekitar Rp300 juta. Jadi, sangat tidak benar jika dikatakan aktivitas merobohkan tiang itu saja menghabiskan Rp100 miliar," jelas Sugiyanto di Jakarta, Minggu (11/1/2026), dikutip via Antara.

Sugiyanto menilai mispersepsi ini muncul karena masyarakat seringkali hanya membaca judul berita tanpa mencermati detail paket pekerjaan.

Anggaran sekitar Rp100 miliar yang sempat ramai diberitakan merupakan estimasi untuk penataan kawasan secara menyeluruh, bukan sekadar biaya bongkar beton.

Merujuk pada penjelasan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, proyek di koridor HR Rasuna Said ini mencakup transformasi kawasan agar lebih fungsional dan estetis. Komponen pekerjaan dalam paket anggaran tersebut meliputi:

  • Revitalisasi Trotoar: Peningkatan kualitas jalur pejalan kaki, penyediaan akses disabilitas (ramp dan guiding block), pemasangan lampu penerangan, tempat duduk, hingga penghijauan.
  • Perbaikan Badan Jalan: Pekerjaan perkerasan aspal, penambalan lubang, penguatan struktur jalan, hingga pembaruan marka dan rambu lalu lintas untuk keselamatan berkendara.
  • Sistem Drainase dan Utilitas: Penataan ulang saluran air untuk mencegah genangan serta perapian jaringan kabel utilitas agar terintegrasi di bawah tanah.

Sebagai warga sekaligus pengamat, Sugiyanto menyatakan dukungan penuh atas kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam menuntaskan persoalan tiang mangkrak yang selama ini mengganggu pemandangan kota.

Ia berharap masyarakat dapat melihat proyek ini secara utuh sebagai langkah modernisasi Jakarta. Kawasan HR Rasuna Said sebagai salah satu urat nadi ekonomi Jakarta memang membutuhkan penataan yang manusiawi dan berkelanjutan.

"Pembongkaran tiangnya hanya bagian kecil, sekitar Rp300 juta. Selebihnya adalah investasi untuk membuat kawasan Rasuna Said menjadi lebih tertib dan tertata. Anggaran Rp100 miliar sangat logis jika melihat cakupan pekerjaannya yang sangat luas," tutup Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaminan Laga Sengit! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Persija

Jaminan Laga Sengit! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Persija

Bola | Minggu, 11 Januari 2026 | 11:24 WIB

Membedah Rekor Pertemuan Persib Bandung vs Persija, Siapa Lebih Jagoan?

Membedah Rekor Pertemuan Persib Bandung vs Persija, Siapa Lebih Jagoan?

Bola | Minggu, 11 Januari 2026 | 11:15 WIB

Kronologi Suap Pajak KPP Madya Jakut: Diskon Rp59 M Dibarter Fee Miliaran Berujung OTT KPK

Kronologi Suap Pajak KPP Madya Jakut: Diskon Rp59 M Dibarter Fee Miliaran Berujung OTT KPK

News | Minggu, 11 Januari 2026 | 11:12 WIB

Terkini

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

News | Senin, 13 April 2026 | 18:45 WIB

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 18:43 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

News | Senin, 13 April 2026 | 18:38 WIB

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

News | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

News | Senin, 13 April 2026 | 18:15 WIB

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

News | Senin, 13 April 2026 | 18:09 WIB

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

News | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

News | Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

News | Senin, 13 April 2026 | 17:53 WIB