PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 13 Januari 2026 | 15:25 WIB
PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 di Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026). [Foto: Tim Media PDIP]
baca 10 detik
  • PDI Perjuangan disorot karena menempatkan diri sebagai partai penyeimbang di luar pemerintahan saat ini.
  • Pengamat politik Zuly Qodir berpendapat penyeimbang idealnya bekerja dari dalam sistem kekuasaan untuk koreksi kebijakan.
  • Kritik dari luar sistem kekuasaan dinilai memiliki daya koreksi yang terbatas dan sulit menghasilkan perubahan nyata.

Suara.com - Sikap PDI Perjuangan yang menempatkan diri sebagai partai penyeimbang di pemerintahan saat ini menuai sorotan. Posisi di luar kekuasaan dinilai membuat peran penyeimbang tidak bisa berjalan optimal dalam memengaruhi arah kebijakan.

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir, menilai konsep penyeimbang tidak sesederhana sekadar berada di luar pemerintahan dan menyuarakan kritik.

Menurutnya, penyeimbang justru idealnya hadir dan bekerja dari dalam sistem kekuasaan itu sendiri.

“Sebagai penyeimbang bisa, tetapi teori yang lain mengatakan, ya kalau Anda penyeimbang tapi berada di luar, tidak mengimbangi,” kata Zuly saat dihubungi Suara.com, Selasa (13/1/2026).

Zuly menilai posisi di luar pemerintahan membuat daya koreksi terhadap kebijakan menjadi sangat terbatas. Kritik yang disampaikan dari luar disebutnya kerap tidak berdampak langsung terhadap perubahan kebijakan yang sedang berjalan.

“Gimana akan mengimbangi tapi tidak terlibat? Ini sulit sekali,” ujarnya.

Ia mengibaratkan kritik dari luar pemerintahan hanya menjadi suara yang terdengar tanpa benar-benar mengubah arah kebijakan. Tak jarang situasi tersebut terjadi dalam praktik politik nasional.

“Itu kan sama dengan orang mengatakan, ‘biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,’ gitu kan,” ucapnya.

Ia kemudian menyinggung pandangan sejumlah pemikir yang sempat menganggap posisi di luar kekuasaan sebagai bentuk moral force paling ideal. Namun, pandangan tersebut justru mengalami koreksi seiring waktu.

baca juga

Perubahan, kata Zuly, lebih mungkin terjadi jika dilakukan secara kolektif dari dalam pemerintahan. Ia menyebut selalu ada ruang untuk bekerja sama dengan kelompok-kelompok yang masih memiliki integritas di dalam parlemen maupun kabinet.

Menurutnya, keberadaan kelompok tersebut dapat menjadi basis kekuatan untuk melakukan koreksi kebijakan secara nyata, bukan sekadar kritik verbal.

Berbeda dengan menjadi penyeimbang dari luar yang hanya berfungsi sebagai pengingat simbolik.

“Tapi ya okelah ya untuk menjadi semacam peluit gitu lho ya, ‘oh ini ada lampu merah toh ternyata.’ Yang melanggar lampu merah saja banyak kok, apalagi nggak ada lampu merah,” tandasnya.

Zuly menegaskan, tanpa keterlibatan langsung dalam proses pengambilan keputusan, posisi penyeimbang akan sulit menghasilkan perubahan konkret. Kritik tetap terdengar, namun kebijakan tetap berjalan sesuai kehendak mereka yang berada di dalam kekuasaan.

“Sulit menjadi penyeimbang tetapi di luar. Ya hanya ngomong saja, hanya mengkritik, tapi perubahan itu tidak nyata terjadi. Perubahan itu bisa terjadi kalau kita bersama-sama berada di dalam,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya PDIP, Komisi II DPR Klaim Bakal Tampung Usulan Golkar hingga Gerindra Soal Model Pilkada

Tak Hanya PDIP, Komisi II DPR Klaim Bakal Tampung Usulan Golkar hingga Gerindra Soal Model Pilkada

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 13:58 WIB

PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?

PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 13:32 WIB

Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen

Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 07:11 WIB

Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal

Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal

News | Senin, 12 Januari 2026 | 21:49 WIB

Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi

News | Senin, 12 Januari 2026 | 21:16 WIB

Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi

Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi

News | Senin, 12 Januari 2026 | 21:09 WIB

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi

News | Senin, 12 Januari 2026 | 20:57 WIB

PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah

PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah

News | Senin, 12 Januari 2026 | 19:53 WIB

PDIP Ingatkan Mandat Reformasi, Minta TNI Jauhi Politik Praktis dan Perkuat Industri Pertahanan

PDIP Ingatkan Mandat Reformasi, Minta TNI Jauhi Politik Praktis dan Perkuat Industri Pertahanan

News | Senin, 12 Januari 2026 | 19:47 WIB

Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!

Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!

News | Senin, 12 Januari 2026 | 19:33 WIB

Terkini

WIKA Jual Saham Anak Usaha Energi Terbarukan, Kantongi Rp641 Juta

WIKA Jual Saham Anak Usaha Energi Terbarukan, Kantongi Rp641 Juta

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:45 WIB

×