Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Rabu, 14 Januari 2026 | 19:34 WIB
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
Penampakan hutan gundul yang viral di media sosial. [Instagram @forbanyuwangi]
  • Indonesia kehilangan jutaan hektar hutan primer kaya karbon; laju kerusakannya melambat signifikan sejak 2020.
  • Kerusakan lahan gambut tropis menyebabkan pelepasan emisi karbon raksasa, menjadikan Indonesia penyumbang emisi besar.
  • Alih fungsi hutan untuk komoditas global meningkatkan konflik satwa endemik serta memperparah ancaman banjir dan longsor.

Suara.com - Sebagai negara yang memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia sering kali dijuluki sebagai "Paru-paru Dunia".

Namun, julukan ini terancam hilang seiring dengan laju kerusakan hutan atau deforestasi yang masih terus terjadi.

Meskipun pemerintah mengklaim adanya penurunan laju deforestasi dalam beberapa tahun terakhir, kondisi hutan kita tetap berada dalam status lampu kuning.

Kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada hilangnya pepohonan, tetapi juga mengancam ekosistem global.

Merangkum data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Global Forest Watch, dan berbagai organisasi lingkungan yang dikutip Suara.com pada Rabu (14/1/2025), berikut 5 fakta mengenai kerusakan hutan di Indonesia:

1. Kehilangan Jutaan Hektar Hutan Primer

Menurut data Global Forest Watch, Indonesia telah kehilangan jutaan hektar hutan primer (hutan tua yang belum tersentuh) dalam dua dekade terakhir.

Meskipun lajunya melambat secara signifikan sejak tahun 2020, kehilangan hutan primer tetap menjadi ancaman serius karena hutan jenis inilah yang memiliki kapasitas penyimpanan karbon tertinggi dan keanekaragaman hayati paling kaya.

2. "Bom Karbon" dari Kerusakan Lahan Gambut

Indonesia memiliki lahan gambut tropis terluas di dunia. Fakta mirisnya, banyak hutan di atas lahan gambut yang dikeringkan dan dialihfungsikan.

Lahan gambut yang rusak sangat mudah terbakar dan melepaskan emisi karbon dalam jumlah raksasa ke atmosfer. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di dunia saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

3. Konflik Satwa Dilindungi yang Kian Masif

Rusaknya hutan di Sumatera dan Kalimantan berdampak langsung pada hilangnya rumah bagi satwa endemik seperti Orang Utan, Harimau Sumatera, dan Gajah Sumatera.

Akibat ruang hidup yang menyempit, konflik antara manusia dan satwa liar meningkat tajam. Satwa-satwa ini sering kali dianggap hama karena masuk ke perkebunan warga, padahal mereka hanya mencoba mencari makan di rumah mereka yang telah hancur.

4. Alih Fungsi Lahan demi Komoditas Global

Penyebab utama kerusakan hutan di Indonesia adalah alih fungsi lahan secara besar-besaran. Hutan alam dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri (pulp dan kertas), hingga area pertambangan nikel dan batu bara.

Permintaan pasar global terhadap komoditas-komoditas inilah yang secara tidak langsung terus menekan keberadaan hutan alami kita.

5. Ancaman Nyata Banjir dan Longsor di Berbagai Wilayah

Fakta bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor semakin sering terjadi di Indonesia bukanlah kebetulan. Berkurangnya tutupan pohon di daerah hulu sungai membuat tanah kehilangan daya serap air.

Banyak wilayah yang sebelumnya aman dari banjir kini justru rutin terdampak bencana setiap musim hujan akibat hilangnya tutupan hutan di kawasan sekitarnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cesar Meylan Ungkap Deja Vu Kanada di Timnas Indonesia: Garuda Bakal Terbang ke Piala Dunia

Cesar Meylan Ungkap Deja Vu Kanada di Timnas Indonesia: Garuda Bakal Terbang ke Piala Dunia

Bola | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:09 WIB

Setelah 9 Tahun, BTS Kembali Gelar Konser 2 Hari di Jakarta Desember 2026

Setelah 9 Tahun, BTS Kembali Gelar Konser 2 Hari di Jakarta Desember 2026

Your Say | Rabu, 14 Januari 2026 | 10:04 WIB

Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis

Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 14:00 WIB

Resmi Diperkenalkan Erick Thohir, Ini Ambisi Besar John Herdman Bersama Timnas Indonesia

Resmi Diperkenalkan Erick Thohir, Ini Ambisi Besar John Herdman Bersama Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:29 WIB

Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu

Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:21 WIB

Terkini

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:25 WIB

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:59 WIB

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:32 WIB

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:31 WIB

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:51 WIB