Doktor Ahli Pengadaan yang Bikin KPU Keok Terkait Ijazah Jokowi: Siapa Sebenarnya Bonatua Silalahi?

Bangun Santoso

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:57 WIB
Doktor Ahli Pengadaan yang Bikin KPU Keok Terkait Ijazah Jokowi: Siapa Sebenarnya Bonatua Silalahi?
Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menggugat ANRI di Komisi Informasi Pusat (KPI), Senin (13/10/2025). (bidik layar video YouTube)
  • KIP mengabulkan sengketa informasi Bonatua Silalahi, memaksa KPU membuka dokumen ijazah Presiden Jokowi.
  • Putusan ini menyatakan salinan ijazah yang dipakai pencalonan presiden adalah informasi terbuka untuk publik.
  • Bonatua Silalahi, akademisi dan pengamat kebijakan publik, memimpin perjuangan transparansi ini demi kepentingan umum.

Suara.com - Palu Komisi Informasi Pusat (KIP) akhirnya diketuk, mengakhiri perdebatan panjang soal keterbukaan dokumen ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Di balik putusan monumental ini, ada satu nama yang menjadi motor penggeraknya, Bonatua Silalahi.

Sosok pengamat kebijakan publik ini berhasil membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI harus tunduk pada prinsip transparansi setelah Majelis KIP mengabulkan permohonan sengketa informasinya dalam sidang putusan perkara Nomor 074/X/KIP-PSI/2025, Selasa (13/1/2026).

Keputusan yang dibacakan Ketua Majelis KIP, Handoko Agung Saputro, terdengar singkat namun memiliki implikasi besar bagi akuntabilitas pejabat publik di Indonesia.

"Amar putusan, memutuskan, menerima permohonan untuk seluruhnya," ujar Handoko saat membacakan amar putusan, dikutip dari siaran langsung Kompas TV, Selasa (13/1/2026).

Lantas, siapa sebenarnya Bonatua Silalahi, sosok yang konsisten menantang ketertutupan informasi dan berhasil membongkar tabir dokumen yang selama ini menjadi polemik?

Menangkan Sengketa Atas 9 Data yang Disamarkan

Kemenangan Bonatua di KIP bukan tanpa alasan. Putusan ini secara tegas menyatakan bahwa salinan ijazah yang digunakan Jokowi saat mendaftar sebagai calon presiden adalah informasi yang wajib dibuka untuk publik, bukan dokumen yang bisa dikecualikan.

"Menyatakan informasi salinan ijazah atas nama Joko Widodo yang digunakan sebagai pencalonan Presiden RI periode 2014-2019 dan 2019-2024 merupakan informasi yang terbuka," tegas Handoko.

Sengketa ini berawal dari langkah KPU yang memberikan salinan ijazah kelulusan Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), namun dengan menyamarkan sembilan elemen data krusial. Data yang ditutup itu mencakup nomor ijazah, nomor induk mahasiswa, tanggal dan tempat lahir, hingga tanda tangan pejabat legalisir, rektor, dan dekan.

Bagi pihak Bonatua, tindakan ini tidak memiliki dasar hukum yang kuat. "Yang mana ini dalam ketentuan undang-undang bukan sesuatu yang yang harus ditutupin, dikecualikan," ujar kuasa hukum Bonatua dalam sidang sebelumnya, Senin (24/11/2025).

"Jadi (salinan) ijazah-ijazah ini kami dapatkan ada sembilan item (yang disembunyikan)," sambungnya.

Bonatua sendiri menegaskan bahwa perjuangannya didasari oleh kepentingan publik, bukan agenda personal. Data tersebut ia butuhkan untuk sebuah penelitian yang berangkat dari keresahan masyarakat.

"Jadi penelitian saya memang saya lakukan pribadi, tapi sudah saya publish ke publik. Artinya ini kepentingan publik. Karena penelitian saya ini berangkat dari masalah publik, yaitu masalah ijazah yang misterius," ujar Bonatua. "Jadi ini untuk kepentingan publik, walaupun saya yang meneliti."

Profil Bonatua Silalahi: Akademisi Kritis hingga Penulis Sejarah

Bonatua Silalahi bukanlah nama baru dalam diskursus kebijakan publik dan hukum di Indonesia. Ia adalah seorang akademisi bergelar doktor dengan rekam jejak yang fokus pada bidang ekonomi dan kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Keahliannya yang mendalam di bidang procurement membuatnya dipercaya sebagai anggota Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI). Tak berhenti di situ, ia juga mendirikan PT. Konsultan Kebijakan Publik, sebuah lembaga yang memberikan advis strategis terkait perencanaan, persiapan, hingga mitigasi risiko dalam skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Namun, cakupan intelektual Bonatua tidak hanya terbatas pada isu tata kelola pemerintahan. Ia juga seorang penulis yang peduli pada pelestarian sejarah dan budaya. Hal ini dibuktikannya melalui buku karyanya berjudul Kerajaan Batak sejak 1511: Geopolitik dan Perubahannya, yang mengupas tuntas sejarah Batak dari sudut pandang geopolitik.

Sikap kritisnya sudah terlihat jauh sebelum sengketa ijazah ini mencuat. Pada 2025, ia bersama Roy Suryo juga tercatat berhasil mendapatkan salinan resmi ijazah Presiden Joko Widodo dari KPU.

Lebih dari itu, kepeduliannya yang luas juga membawanya mengajukan judicial review atas Undang-Undang Provinsi Sumatera Utara. Langkah hukum ini ia tempuh dengan alasan kuat untuk melestarikan warisan budaya Batak serta memastikan adanya kepastian hukum terkait batas wilayah adat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini

Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:40 WIB

KIP Perintahkan KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi, Diberi Waktu 14 Hari untuk Banding

KIP Perintahkan KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi, Diberi Waktu 14 Hari untuk Banding

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:26 WIB

Terbongkar, Ini Daftar 9 Informasi Ijazah Jokowi yang Sengaja Ditutupi KPU

Terbongkar, Ini Daftar 9 Informasi Ijazah Jokowi yang Sengaja Ditutupi KPU

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:20 WIB

Pelukan Jokowi-Eggi Sudjana di Solo Akhiri Drama Sengketa Ijazah: Bagaimana Nasib Roy Suryo Cs?

Pelukan Jokowi-Eggi Sudjana di Solo Akhiri Drama Sengketa Ijazah: Bagaimana Nasib Roy Suryo Cs?

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 17:33 WIB

Fauzan Ohorella Soroti Kasus Ijazah Jokowi yang Mandek, Polda Metro Jaya Diminta Bertindak Tegas

Fauzan Ohorella Soroti Kasus Ijazah Jokowi yang Mandek, Polda Metro Jaya Diminta Bertindak Tegas

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 05:30 WIB

Gugatan Dikabulkan, Komisi Informasi Pusat Wajibkan KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi

Gugatan Dikabulkan, Komisi Informasi Pusat Wajibkan KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 07:52 WIB

Roy Suryo Endus Manuver 'Balik Kanan' Eggi Sudjana soal Ijazah Jokowi, Ada Apa?

Roy Suryo Endus Manuver 'Balik Kanan' Eggi Sudjana soal Ijazah Jokowi, Ada Apa?

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 18:50 WIB

Terkini

Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari

Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:06 WIB

Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini

Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:51 WIB

Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan

Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:10 WIB

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:21 WIB

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:55 WIB

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB