Saksi Bantah Acara Golf di Thailand Bicarakan Penyewaan Penyewaan Kapal

Bangun Santoso

Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:03 WIB
Saksi Bantah Acara Golf di Thailand Bicarakan Penyewaan Penyewaan Kapal
Persidangan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah pada PT Pertamina dengan terdakwa anak pengusaha Mohammad Riza Chalid, Muhammad Kerry Adrianto Riza bersama Dimas Werhaspati dan Gading Ramadhan Joedo di PN Jakpus, Senin (20/10/2025). [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • Manajer PIS, Muhammad Umar Said, bersaksi di sidang korupsi Pertamina mengenai biaya acara golf Thailand.
  • Umar Said membantah pembiayaan oleh PT Jenggala Maritim Nusantara; peserta menanggung biaya masing-masing.
  • Ia mengakui pengembalian *free green fee* yang awalnya dibayar Dimas di Pondok Indah.

Suara.com - Manajer Shipping Business PT Pertamina International Shipping (PIS) Muhammad Umar Said membantah PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) membiayai acara main golf di Thailand seperti yang dituduhkan jaksa penuntut umum (JPU). Ia menegaskan, para peserta yang mengikuti acara tersebut menanggung biaya masing-masing.

Hal itu dikatakan Umar Said saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Mulanya, kuasa hukum beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza, Patra M Zen menanyakan kepada Umar Said mengenai adanya undangan dari Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati untuk mengikuti acara main golf di Thailand.

Menjawab pertanyaan itu, Umar Said menekankan, tidak ada undangan dari Dimas. Umar Said juga membenarkan saat dikonfirmasi para peserta membayar masing-masing untuk main golf tersebut.

"Bapak bilang biaya masing-masing?" tanya Patra.

"Betul," jawab Umar Said.

Patra kemudian mencecar Umar Said mengenai adanya komunikasi dengan para pejabat di PIS lainnya, mengenai rencana main golf yang dibiayai PT JMN atau PT Orbit Terminal Merak (OTM). Umar Said membantah adanya pembicaraan tersebut.

"Pada saat itu ada enggak rencana bapak ngobrol ke PIS, kita mau golf nanti difasilitasi oleh OTM, enggak perlu bayar, ada enggak?" tanya Patra.

"Tidak ada," jawab Umar Said.

baca juga

"Tahu enggak Anda soal itu?" tanya Patra.

"Tidak ada," tegas Umar Said.

"Dengan petinggi PIS ada rencana itu enggak?" cecar Patra.

"Tidak ada," tegas Umar Said.

Umar Said mengakui free green fee atau biaya untuk bermain di lapangan golf awalnya dibayar oleh Dimas. Namun, Umar Said menekankan, biaya itu dikembalikan setelah permainan atau sepulangnya ke Indonesia.

"Dikembalikan ya? Yang setahu bapak ya?" tanya Patra.

"Iya," jawab Umar Said.

"Di mana dikembalikannya?" tanya Patra.

"Di Pondok Indah," kata Umar Said.

Patra kemudian menanyakan kepada Umar Said mengenai adanya pembicaraan mengenai penyewaan kapal atau pengadaan di Pertamina saat main golf tersebut. Umar Said menegaskan, tidak ada pembicaraan mengenai bisnis dalam acara itu.

"Apakah pada waktu bapak main golf itu ada pejabat dari PIS itu yang bicara mengatur soal pengadaan?" tanya Patra.

"Tidak ada," jawab Umar Said.

"Ada enggak pembicaraan di situ, kita mau sewa kapal, mantap nih OTM?" cecar Patra.

"Tidak ada," tegas Umar Said.

Umar Said juga menegaskan, acara main golf itu tidak hanya melibatkan PT JMN dengan pejabat PIS. Dikatakan, acara itu terbuka untuk pihak lainnya. Bahkan, katanya, Dimas turut membawa keluarganya saat itu.

"Boleh enggak kalau yang main saya kebetulan saat itu? Atau emang tertutup?" tanya Patra.

"Silakan pak," jawab Umar Said.

Seusai persidangan, Patra menyatakan, kesaksian Umar Said menegaskan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi terkait acara main golf di Thailand tersebut. Kalaupun ada pelanggaran, Patra menyatakan, hal itu lebih kepada pelanggaran etik, bukan pidana.

"Enggak ada unsur perbuatan melawan hukum main golf Pak. Enggak ada. Kalaupun mungkin katanya melanggar etik, ya itu hukumannya etika lah ya kan. Besok-besok jangan foto habis main golf itu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituding Rugikan Negara Rp2,9 Triliun, Kerry Riza: Itu Adalah Pembayaran atas Tagihan Saya

Dituding Rugikan Negara Rp2,9 Triliun, Kerry Riza: Itu Adalah Pembayaran atas Tagihan Saya

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 05:35 WIB

Pertamina NRE Gandeng Raksasa Energi China Garap Proyek Listrik dari Sampah

Pertamina NRE Gandeng Raksasa Energi China Garap Proyek Listrik dari Sampah

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:47 WIB

Selain BBM, SPBU Kini Gali Cuan dari Air Minum Isi Ulang

Selain BBM, SPBU Kini Gali Cuan dari Air Minum Isi Ulang

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:54 WIB

PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030

PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 16:44 WIB

Siapa Ibnu Sutowo? Sosok Eks Dirut Pertamina yang Viral Usai Disinggung Prabowo

Siapa Ibnu Sutowo? Sosok Eks Dirut Pertamina yang Viral Usai Disinggung Prabowo

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 10:13 WIB

Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina

Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 22:45 WIB

Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah

Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 23:15 WIB

Terkini

Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental

Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:15 WIB

AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026

AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:15 WIB

Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'

Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:10 WIB

Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia

Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:10 WIB

4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat

4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:05 WIB

Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis

Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 18:03 WIB

Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health

Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:55 WIB

Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD

Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:52 WIB

Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:50 WIB

×