Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara

Vania Rossa, Lilis Varwati

Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:47 WIB
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di lokasi longsor Jepara (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Tanah longsor di Jepara pada 9 Januari berdampak pada empat desa; fokus utama BNPB adalah penanganan korban secara cepat.
  • BNPB menekankan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk relokasi 13 KK di Desa Tempur.
  • Akses jalan dan jembatan yang rusak harus segera diperbaiki untuk melayani 3.500 jiwa yang terisolasi.

Suara.com - Bencana tanah longsor di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih berdampak bagi warga sekitar pasca sepekan kejadian. Akses warga masih terganggu, rumah rusak, dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi perhatian utama pemerintah pusat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menegaskan penanganan korban tidak boleh ditunda dengan alasan apa pun.

“Khusus di titik ini dulu, yang harus ditangani maksimal adalah manusianya, orangnya,” ujar Suharyanto dalam keterangan BNPB di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Ia menyebut kerusakan rumah di Desa Tempur berdampak pada 13 kepala keluarga. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan lokasi relokasi, sementara pembangunan rumah akan dibantu oleh BNPB.

“Jangan berpikir kalau BNPB itu harus bangun banyak. Satu dua rumah juga tidak apa-apa. Yang penting itu masyarakat,” katanya.

Selain tempat tinggal, Suharyanto menekankan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak tidak boleh berhenti pada makanan dan minuman. Menurutnya, kebutuhan lanjutan sebagai manusia harus dipenuhi, mulai dari pakaian, tempat tidur, obat-obatan, selimut, hingga alat pencegah penyakit dan udara dingin.

BNPB, kata dia, telah menyalurkan bantuan dan siap menambah dukungan apabila kebutuhan di lapangan masih kurang. Pemerintah daerah juga diminta tidak ragu mengajukan tambahan bantuan, termasuk untuk kebutuhan non-pangan, meski telah menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).

Persoalan lain yang disoroti adalah akses jalan dan jembatan yang rusak akibat longsor dan banjir. Suharyanto mengapresiasi langkah pemerintah daerah membuka akses, namun menegaskan bahwa penanganan tidak boleh berlarut-larut.

Ia mengingatkan, wilayah terdampak dihuni sekitar 3.500 jiwa, termasuk anak-anak sekolah yang membutuhkan akses mobilitas dan layanan dasar. Menurutnya, keterisolasian terlalu lama tidak bisa ditoleransi.

baca juga

Sebagai informasi, tanah longsor di Jepara terjadi pada Jumat (9/1) dan berdampak pada empat desa di tiga kecamatan. Salah satu titik terparah adalah material longsor yang menutup akses menuju Desa Tempur, lokasi yang ditinjau langsung Kepala BNPB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tantangan Rencana Rehabilitasi Pascabencana di Sumut: Banyak Rumah Rusak Tak Masuk Kriteria Bantuan

Tantangan Rencana Rehabilitasi Pascabencana di Sumut: Banyak Rumah Rusak Tak Masuk Kriteria Bantuan

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:58 WIB

Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor

Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor

News | Senin, 12 Januari 2026 | 14:14 WIB

Kemenkes Minta Rp500 Miliar untuk Perbaikan Fasyankes dan Alat Medis Rusak Akibat Banjir Sumatra

Kemenkes Minta Rp500 Miliar untuk Perbaikan Fasyankes dan Alat Medis Rusak Akibat Banjir Sumatra

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 20:15 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×