Teriakan Penolakan: Ratusan abdi dalem meneriakkan perintah agar GKR Timoer turun dari panggung.
Sabotase Suara: Petugas sound system mematikan mikrofon saat GKR Timoer mulai berbicara.
Pengusiran: Sejumlah abdi dalem merangsek maju untuk mendesak GKR Timoer meninggalkan lokasi karena dianggap mengganggu jalannya acara resmi negara.
5. Kelanjutan Prosesi dan Dukungan Politik
Meski sempat terhenti, prosesi penyerahan SK akhirnya dipindahkan ke Sasana Handrowino setelah GKR Timoer meninggalkan lokasi.
GKR Timoer sendiri bersikeras menolak SK tersebut karena menganggap penunjukan adiknya, Gusti Purbaya (KGPAA Hamangkunegoro), sebagai PB XIV adalah mutlak berdasarkan keputusan keluarga inti, sehingga penunjukan pihak lain sebagai pengelola cagar budaya dianggap tidak sah.
Kontributor : Rizqi Amalia