Strategi 'Indonesia Menyala' Anies Baswedan Mulai Bergerak

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:22 WIB
Strategi 'Indonesia Menyala' Anies Baswedan Mulai Bergerak
Anies Baswedan didorong maju di Pilpres 2029 usai organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi partai politik. (Suara.com/Aldie).
baca 10 detik
  • Ormas Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi partai politik setelah Rakernas di Jakarta, Minggu (18/1/2026).
  • Sahrin Hamid ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat dan mendorong Anies Baswedan maju Pilpres 2029.
  • Partai baru ini harus lolos verifikasi parlemen dan menghadapi tantangan berat untuk sukses di Pileg 2029.

Suara.com - Taji Anies Baswedan nampaknya belum benar-benar habis pasca-Pilpres 2024. Kini organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat kini resmi bertransformasi menjadi partai politik. Anies didorong maju untuk Pilpres 2029.

Sikap tersebut ditegaskan Gerakan Rakyat usai mendeklarasikan diri menjadi Partai Politik dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 yang digelar di Jakarta, Minggu (18/1/2026) kemarin.

Langkah resmi menjadi partai ini ditempuh usai diambil keputusan pemungutan suara digital.

Pemungutan suara tersebut digelar dengan sifat eksklusif, hanya diikuti oleh anggota yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi dan terdaftar dalam sistem Daftar Nomor Anggota Gerakan Rakyat (DNAGR).

Pengambilan suara yang dilakukan selama satu jam tersebut menunjukkan aspirasi dari total anggota sebanyak 403 dengan rincian 395 suara menyatakan setuju, dan 8 suara memilih tidak setuju.

Hasil pleno yang dihadiri oleh 511 anggota dari berbagai tingkatan, meliputi 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 402 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta Dewan Pakar dan jajaran pengurus pusat, Sahrin Hamid secara mufakat ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat.

Usai gelaran itu, Sahrin sebagai pucuk pimpinan partai ini tak malu-malu menyatakan tegas harapan agar mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dapat menjadi Presiden Republik Indonesia.

"Kami menginginkan bahwa pemimpin nasional nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan," kata Sahrin.

Ia juga menegaskan, bahwa arah perjuangan Gerakan Rakyat ke depannya adalah Anies Baswedan.

baca juga

Lantas Bagaimana Ormas Gerakan Rakyat Berdiri Hingga Menjadi Partai? Bagaimana Peluang Anies Baswedan maju di Pilpres 2029?

Infografis organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi partai politik. Mereka mendukung Anies maju di Pilpres 2029. (Suara.com/Aldie).
Infografis organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi partai politik. Mereka mendukung Anies maju di Pilpres 2029. (Suara.com/Aldie).

Sejarah Gerakan Rakyat

Cikal bakal adanya Gerakam Rakyat ini berakar dari para relawan yang mendukung Anies Baswedan. Ide pembentukan Ormas ini sudah muncul sebelum Pilpres 2024.

Mereka merasa perlu adanya wadah permanen untuk mengorganisir dan melestarikan perjuangan gagasan yang telah mereka bangun.

Secara eksplisit mereka memiliki keterikatan historis dan inspiratif dengan tokoh politik nasional. Akhirnya Kamis, 27 Februari 2025, di Gedung Jakarta Inisiatif Office, Jakarta Selatan ormas ini dideklarasikan.

Kelahirannya menandai babak baru bagi para pendukung perubahan yang sebelumnya berjuang dalam kapasitas relawan di Pilpres 2024.

Warna oranye kemudian dipilih sebagai bendera mereka. Pemilihan warna oranye (jingga) sebagai identitas Gerakan Rakyat bukan tanpa alasan.

Ketua Umum Sahrin Hamid menjelaskan bahwa warna menyala ini selaras dengan harapan untuk membawa “Indonesia Menyala” yang terang benderang, adil, dan makmur.

Adapun slogan ini juga terinspirasi dari respons terhadap isu sosial bertajuk #IndonesiaGelap yang sempat ramai diperbincangkan.

Peran Anies di Gerakan Rakyat

Meski sejak ormas hingga kini resmi menjadi partai politik didirikan oleh Sahrin Hamid (Juru Bicara Anies), Anies Baswedan justru disebut memegang peran sentral sebagai Tokoh Inspirasi.

Kehadiran Anies dalam acara deklarasi dianggap sebagai pengukuhkan ikatan emosional, serta ideologis antara ormas dan dua tokoh tersebut.

Anies mengingatkan bahwa meskipun kontestasi Pilpres telah selesai, silaturahmi antar komponen masyarakat yang dipertemukan oleh cita-cita perubahan harus terus dijaga dan diperkuat melalui wadah yang terorganisir.

Adapun Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, menilai, jika sejak awal kehadiran Gerakan Rakyat sudah terprediksi akan menjadi kendaraan Anies menju 2029.

"Dari awal kehadiran gerakan rakyat memang sudah diprediksi akan menjadi partai politik dan juga akan menjadi kendaraan Anies untuk bisa maju dalam pemilu 2029 mendatang," kata Hasyibulloh saat dihubungi Suara.com, Senin.

Namun Hasyibulloh menilai, langkah Gerakan Rakyat usai menjadi partai lalu bicara dorongan supaya Anies maju di Pilpres 2029 kekinian dianggapnya terlalu terburu-buru.

"Saya kira ini masih sangat prematur serta terlalu terburu-buru dan rawan terhadap partai dan Anies akan digergaji secara politik oleh lawan politiknya," katanya.

Dengan terlalu terburu-burunya deklarasi menjadi partai dan mendeklarasikan Anies, kata dia, akan sulit untuk keduanya, karena partai dan Anies akan dibuat mati sebelum berkembang.

"Karena ini bisa menjadi ancaman bagi para capres yang akan berkontestasi dalam pemilu 2029 memdatang," ujarnya.

Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid (kedua kiri) bersama Anggota Kehormatan Anies Baswedan (tengah). Antara/Indrianto Eko Suwarso/bar
Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid (kedua kiri) bersama Anggota Kehormatan Anies Baswedan (tengah). Antara/Indrianto Eko Suwarso/bar

Tantangan

Dengan adanya Partai Gerakan Rakyat juga dianggap bisa memuluskan jalan Anies menuju 2029.

Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai, jalan yang bakal ditempuh Anies akan berliku dan mendaki.

Adi lantas membaginya ke dalam tiga kategori hal yang bakal dihadapi ke depan. Pertama, sebagai partai, Gerakan Rakyat harus lolos verifikasi administrasi dan faktual sebagai syarat ikut pemilu 2029. Ini adalah ujian pertama bagi Partai Gerakan Rakyat.

"Banyak partai politik baru tak lolos verifikasi ini seperti partainya Rhoma Irama tempo dulu," kata Adi saat dihubungi Suara.com, Senin.

Ke dua yakni jalan terjal Partai Gerakan Rakyat menuju parlemen. Karena apapun judulnya ambang batas parlemen masih berlaku dalam sistem Pileg nasional kita. Banyak partai politik baru tak lolos parlemen meski sudah berulangkali ikut pemilu.

"Ketiga, bagi Anies kompetisi pilpres 2029 menghadapi Prabowo bukan perkara mudah. Apapun judulnya capres petahana seperti Prabowo hampir bisa dipastikan menang mudah di 2029 nanti. Di 2024 saja anies didukung 3 partai cawapres Cak Imin kalah telak," ujarnya.

Aturan Menjadi Capres

Jalan Anies menuju 2029 menggunakan Partai Gerakan Rakyat bisa saja berjalan. Hal itu bisa dilihat dari aturan baru usai adanya kepusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal ambang batas pencalonan calon presiden dan calon wakil presiden.

MK telah secara resmi menghapus ketentuan ambang batas (presidential threshold) pencalonan presiden dan wakil presiden. Menurut MK aturan ini inkonstitusional karena bertentangan dengan hak politik dan kedaulatan rakyat seperti dijamin di UUD 1945.

MK menyampaikan putusan tersebut pada Kamis (2/1/2025) lalu setelah mengadili empat perkara terkait uji materi pasal 222 Undang-Undang No.7/2017 tentang pemilihan umum.

Aturan ambang batas pencalonan sebelumnya menyebut bahwa calon presiden dan wakil presiden hanya bisa diusung partai atau gabungan partai yang memiliki paling sedikit 20 persen jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen suara sah nasional pada pemilu legislatif sebelumnya. Hal itu kekinian sudah dihapus oleh MK.

Keputusan MK Pilpres tanpa ambang batas memang potensial membuka ruang , meskipun seharusnya keputusan itu bisa berdampak ke wacana Pilpres tidak harus diikuti Parpol, artinya kelompok independent atau non Parpol bisa juga diberi peluang untuk mengikuti Pilpres.

Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Infonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai keputusan MK soal Pilpres tanpa ambang batas memang potensial membuka kontestasi lebih ramai. Termasuk Partai Gerakan Rakyat juga bisa mendorong Anies maju di 2029.

Hadirnya Partai Gerakan Rakyat dinilainya cukup strategis untuk menguatkan dan memastikan keterusungan Anies.

"Dengan polemik Pemilu 2024 di mana Nasdem dan PKB mendapat kesempatan imbas suara dari pengusungan Anies, memungkin bagi mereka kembali usung Anies di 2029, karena terbukti Anies membawa dampak elektoral," kata Dedi saat dihubungi Senin.

Sementara untuk masuk ke Senayan bukan perkara mudah bagi Partai Gerakan Rakyat. Perindo hingga PSI,  menjadicontoh parpol dengan sumber daya yang kuat, faktanya mereka gagal lolos,

"Gerak pun akan alami hal serupa, terlebih jika hanya andalkan Anies Baswedan, tetapi harapan tentu ada. Gerak akan lebih baik dan progresif jika fokus propagandakan Anies, Anies sebetulnya sudah miliki perbedaan mencolok dengan tokoh lain, popularitas ya juga tinggi, tentu akan lebih muda bagi Gerak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Ini 6 Fakta Partai Baru Gema Bangsa

Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Ini 6 Fakta Partai Baru Gema Bangsa

News | Senin, 19 Januari 2026 | 17:34 WIB

'Anies Adalah Kami': Partai Gerakan Rakyat Resmi Lahir, Siap Jadikan Anies Baswedan Presiden

'Anies Adalah Kami': Partai Gerakan Rakyat Resmi Lahir, Siap Jadikan Anies Baswedan Presiden

News | Senin, 19 Januari 2026 | 13:21 WIB

Ormas Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Parpol, Dukung Anies Sebagai Presiden

Ormas Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Parpol, Dukung Anies Sebagai Presiden

Video | Senin, 19 Januari 2026 | 13:01 WIB

Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Parpol, Pengamat: Anies Baswedan Tak Cukup Andalkan Akar Rumput

Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Parpol, Pengamat: Anies Baswedan Tak Cukup Andalkan Akar Rumput

News | Senin, 19 Januari 2026 | 12:30 WIB

Deklarasi Jadi Partai, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden

Deklarasi Jadi Partai, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden

News | Senin, 19 Januari 2026 | 11:27 WIB

Terkini

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:09 WIB

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:07 WIB

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:55 WIB

×