Fadli Zon Sebut Pemerintah Tak Intervensi Urusan Keraton Solo: Fokus Kami Hanya Cagar Budaya

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 21 Januari 2026 | 19:00 WIB
Fadli Zon Sebut Pemerintah Tak Intervensi Urusan Keraton Solo: Fokus Kami Hanya Cagar Budaya
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Menbud Fadli Zon mengklarifikasi intervensi pemerintah di Keraton Solo hanya untuk aset budaya dan pertanggungjawaban dana negara.
  • Pemerintah menunjuk Panembahan Agung Tedjowulan sebagai fasilitator musyawarah keluarga, bukan penentu raja.
  • Intervensi ini mendesak karena aset cagar budaya Keraton Solo seluas 8,5 hektar dalam kondisi memprihatinkan.

Suara.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memberikan klarifikasi tegas terkait langkah pemerintah dalam menangani kemelut di Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo).

Fadli Zon membantah anggapan bahwa negara mencampuri urusan internal atau konflik keluarga antara pihak Pakubuwono (PB) XIV Purbaya dengan PB XIV Mangkubumi.

Hal itu disampaikan Fadli dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (21/1/2026).

Fadli menekankan bahwa kehadiran pemerintah semata-mata untuk menyelamatkan aset cagar budaya dan memastikan pertanggungjawaban keuangan negara.

"Kita berusaha juga buat intervensi karena kalau nanti dianggap membiarkan, negara tidak hadir. Tapi kita intervensi terutama untuk cagar budayanya, tapi bukan untuk yang terkait dengan urusan internal keraton keluarga," kata Fadli.

Terkait penunjukan Panembahan Agung Tedjowulan sebagai penanggung jawab pelaksana, Fadli menjelaskan bahwa posisi tersebut bukan untuk menentukan siapa yang berhak menjadi raja, melainkan sebagai fasilitator komunikasi.

"Kami menunjuk Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pihak yang nanti memfasilitasi musyawarah keluarga. Jadi tetap, kalau keputusan itu ada pada musyawarah di antara keluarga," ujarnya.

Ia menambahkan, penunjukan pelaksana ini sangat mendesak karena saat ini Keraton Solo mengalami kekosongan kepemimpinan tunggal yang diakui semua pihak, sementara aset cagar budaya seluas 8,5 hektar kini dalam kondisi memprihatinkan.

Netralitas pemerintah juga ditunjukkan saat kementerian mengundang pihak-pihak yang berselisih. Fadli memilih menggunakan nama asli sesuai identitas kependudukan guna menghindari keberpihakan pada salah satu klaim gelar raja.

baca juga

"Ada pihak yang tidak mau hadir karena dianggap Kementerian Kebudayaan salah mengirim undangan, undangannya pengen pakai nama rajanya. Padahal rajanya sedang ada dua, saling mengklaim. Akhirnya saya bilang bahwa kita dari pemerintah mengundang atas nama sesuai dengan KTP," jelasnya.

Fadli menekankan bahwa kepentingan negara masuk ke Keraton Solo adalah karena adanya kucuran dana APBN, hibah dari Provinsi, dan Pemerintah Kota Surakarta. Ia ingin mengubah pola pengelolaan dana hibah agar tidak lagi bersifat pribadi.

"Selama ini menurut keterangan, penerimanya itu pribadi. Nah kita ingin ke depan itu ada pertanggungjawaban, terutama terkait bagaimana tanggung jawab hibah yang diberikan termasuk yang dari APBN," katanya.

Kondisi fisik keraton yang terbengkalai akibat aksi "saling gembok" antar-pihak yang bertikai menjadi alasan utama pemerintah harus turun tangan di bidang kebudayaan.

"Saya sudah melihat kondisi Keraton Solo itu, bangunan-bangunan di belakang itu di luasan 8,5 hektar sebagai cagar budaya itu tidak terawat. Karena ada aksi saling menggembok, bahkan kita sudah membuat revitalisasi museum baru 25 persen, setelah itu digembok lagi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gusti Purbaya Temui Dasco di DPR, Konflik Keraton Solo Sempat Disinggung

Gusti Purbaya Temui Dasco di DPR, Konflik Keraton Solo Sempat Disinggung

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 17:05 WIB

5 Fakta Kericuhan Keraton Surakarta, Adu Argumen Dua Kubu 'Berebut Tahta'

5 Fakta Kericuhan Keraton Surakarta, Adu Argumen Dua Kubu 'Berebut Tahta'

News | Senin, 19 Januari 2026 | 06:34 WIB

Korban Pemerkosaan Mei 1998 Alami Teror Berlapis, Dilarang Lapor Oleh Pejabat Negara

Korban Pemerkosaan Mei 1998 Alami Teror Berlapis, Dilarang Lapor Oleh Pejabat Negara

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:10 WIB

Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum

Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:15 WIB

Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Ulang, Fadli Zon Tegaskan Bukan Ditulis Pemerintah

Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Ulang, Fadli Zon Tegaskan Bukan Ditulis Pemerintah

Video | Kamis, 18 Desember 2025 | 22:05 WIB

Kemenbud Resmi Tetapkan 85 Cagar Budaya Peringkat Nasional, Total Jadi 313

Kemenbud Resmi Tetapkan 85 Cagar Budaya Peringkat Nasional, Total Jadi 313

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 19:43 WIB

Kelola Sendiri Sampah MBG, SPPG Mutiara Keraton Solo di Bogor Klaim Untung hingga 1.000 Persen

Kelola Sendiri Sampah MBG, SPPG Mutiara Keraton Solo di Bogor Klaim Untung hingga 1.000 Persen

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 19:18 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×