Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 21 Januari 2026 | 21:45 WIB
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
Ilustrasi konflik agraria (Pinterest/Tama)
baca 10 detik
  • Azis Subekti menyoroti konflik agraria berakar dari benturan peta negara dengan kehadiran masyarakat yang telah lama mendiami kawasan hutan.
  • Penyelesaian konflik kompleks memerlukan kebijakan luas negara, seperti kemitraan, bukan sekadar solusi teknis administrasi sederhana.
  • Keberhasilan reforma agraria diukur dari rasa aman dan akses ekonomi petani, bukan hanya dari penerbitan sertifikat tanah.

Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Anggota Panitia Khusus (Pansus) Reforma Agraria dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, menyoroti akar masalah konflik agraria di Indonesia yang hingga kini masih menjadi tantangan besar, terutama di kawasan hutan.

Menurutnya, konflik agraria sering kali bermula dari benturan antara peta yang dibawa negara dengan kenyataan hidup masyarakat yang sudah lebih dulu ada di lapangan.

"Konflik agraria di kawasan hutan hampir selalu berangkat dari situasi yang sama: negara datang membawa peta, sementara warga telah lebih dulu hadir dengan kehidupan. Garis batas ditetapkan di atas kertas, tetapi sering terlambat atau tidak pernah dikenal oleh mereka yang tinggal di dalamnya," ujar Azis kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Azis menjelaskan bahwa persoalan pertanahan saat ini sangat kompleks karena melibatkan berbagai aktor, mulai dari BUMN, perusahaan swasta pemegang konsesi, hingga aset strategis negara.

Hal tersebut, menurutnya, membuktikan bahwa konflik agraria merupakan warisan tata kelola ruang yang terpecah-pecah di masa lalu.

Meski mengapresiasi perubahan pendekatan pemerintah yang kini mulai menggunakan analisis spasial dan penelusuran kronologis, Azis mengingatkan bahwa banyak konflik di kawasan hutan tidak bisa diselesaikan hanya dengan cara-cara teknis sederhana.

Ia menekankan perlunya keberanian negara untuk mengambil jalur kebijakan yang lebih luas, seperti pengaturan pengelolaan atau kemitraan, terutama bagi masyarakat yang sudah menguasai tanah selama puluhan tahun namun terbentur aturan administrasi.

"Negara dipaksa menempuh jalur kebijakan—pengaturan pengelolaan, kemitraan, atau skema pemanfaatan terbatas—yang menuntut kesabaran, koordinasi lintas sektor, dan keberanian keluar dari pola lama," tegasnya.

Azis memberikan contoh keberhasilan penyelesaian konflik di Bali yang mengedepankan dialog, serta di Jawa Timur, di mana redistribusi tanah dibarengi dengan pendampingan ekonomi.

baca juga

"Tanah yang telah dilegalkan tidak dibiarkan berhenti sebagai simbol hukum, melainkan didorong agar produktif melalui pendampingan usaha. Ketika legalitas bertemu akses, reforma agraria berubah dari dokumen menjadi sumber penghidupan," tambahnya.

Namun, Azis juga memberikan catatan kritis terhadap "sisi gelap" yang masih membayangi, yakni banyaknya desa yang statusnya menggantung akibat ego sektoral antarkementerian.

Ia menyoroti ketidaksambungan antara kebijakan pertanahan, kehutanan, dan penataan ruang yang kerap merugikan masyarakat, termasuk dalam pengakuan wilayah adat.

"Kolaborasi akan kehilangan makna jika berhenti pada rapat dan forum. Ia menuntut keterbukaan data dan keberanian menertibkan ego sektoral yang selama ini justru memperpanjang konflik," katanya.

Azis menekankan bahwa indikator keberhasilan reforma agraria tidak boleh hanya diukur dari jumlah sertifikat yang diterbitkan, melainkan dari rasa aman serta ketersediaan akses modal dan pasar bagi petani.

Ia menganalogikan reforma agraria seperti menata ulang sebuah rumah tua.

"Bukan dengan merobohkan seluruh bangunan, melainkan dengan memahami struktur lama, memperbaiki yang rapuh, dan memastikan penghuninya tetap memiliki ruang untuk hidup dengan layak. Negara yang matang tahu bahwa keadilan tidak selalu lahir dari ketegasan semata, tetapi dari keberanian untuk memahami," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop 'Main Aman', Legislator Gerindra Desak Negara Akhiri Konflik Agraria Permanen

Stop 'Main Aman', Legislator Gerindra Desak Negara Akhiri Konflik Agraria Permanen

News | Senin, 19 Januari 2026 | 20:59 WIB

KPA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Tahun Pertama Prabowo, Kekerasan Aparat Melonjak

KPA: Konflik Agraria Naik 15 Persen di Tahun Pertama Prabowo, Kekerasan Aparat Melonjak

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:01 WIB

AMAN Catat Konflik 202 Ribu Hektare Wilayah Adat Bengkulu Sepanjang 2025

AMAN Catat Konflik 202 Ribu Hektare Wilayah Adat Bengkulu Sepanjang 2025

News | Senin, 29 Desember 2025 | 22:41 WIB

5 Masalah yang Diselesaikan Dasco di Panggung Politik 2025

5 Masalah yang Diselesaikan Dasco di Panggung Politik 2025

News | Senin, 15 Desember 2025 | 14:22 WIB

Pemerintah Siap Bagikan Lahan ke 1 Juta Rakyat Miskin untuk Pertanian dan Peternakan

Pemerintah Siap Bagikan Lahan ke 1 Juta Rakyat Miskin untuk Pertanian dan Peternakan

News | Selasa, 25 November 2025 | 09:05 WIB

Prabowo Panggil Dasco 2 Kali Sepekan: Urusan Perut Rakyat Jadi Taruhan

Prabowo Panggil Dasco 2 Kali Sepekan: Urusan Perut Rakyat Jadi Taruhan

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 09:32 WIB

Prabowo dan Dasco Bertemu di Istana: Bahas Kesejahteraan Ojol hingga Reforma Agraria

Prabowo dan Dasco Bertemu di Istana: Bahas Kesejahteraan Ojol hingga Reforma Agraria

News | Jum'at, 21 November 2025 | 09:27 WIB

DPR, Pemkot, dan DPRD Surabaya Satu Suara! Perjuangkan Hak Warga Atas Tanah Eigendom ke Jakarta

DPR, Pemkot, dan DPRD Surabaya Satu Suara! Perjuangkan Hak Warga Atas Tanah Eigendom ke Jakarta

News | Rabu, 19 November 2025 | 18:42 WIB

Parah! Jika JK Saja Jadi Korban, Bagaimana Rakyat Kecil? DPR Soroti Mafia Tanah di Kasus Jusuf Kalla

Parah! Jika JK Saja Jadi Korban, Bagaimana Rakyat Kecil? DPR Soroti Mafia Tanah di Kasus Jusuf Kalla

News | Jum'at, 07 November 2025 | 11:50 WIB

Konflik Lahan di Lebak Memanas, DPR Panggil Perusahaan dan KLHK

Konflik Lahan di Lebak Memanas, DPR Panggil Perusahaan dan KLHK

News | Kamis, 06 November 2025 | 22:25 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×