Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:42 WIB
Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamuddin. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin memuji pidato Presiden Prabowo di World Economic Forum (WEF) 2026 Davos, Swiss.
  • Pidato tersebut menekankan pertumbuhan ekonomi positif Indonesia dan keberhasilan menjaga kedaulatan pangan nasional.
  • Presiden memposisikan Indonesia sebagai negarawan yang mengambil jalur tengah dalam peta geopolitik global.

Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamuddin, memberikan apresiasi tinggi terhadap pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. 

Ia menilai pernyataan Presiden menggambarkan posisi Indonesia yang sangat kuat dan strategis di tengah ketidakpastian global.

Sultan mengaku mengikuti pidato tersebut dari awal hingga akhir dan menyebut performa Presiden Prabowo sangat luar biasa dalam membawa citra Indonesia di kancah internasional.

"Pidato Bapak Presiden Prabowo Subianto di Davos itu buat saya excellent. Kenapa? Karena beliau mengambil angle yang betul-betul menggambarkan bahwa Indonesia sudah on the track terkait dengan semua isu yang ada sekarang," ujar Sultan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Sultan menyoroti poin-poin krusial dalam pidato Presiden, terutama mengenai kondisi ekonomi nasional yang tetap tumbuh positif meski situasi global sedang fluktuatif. Selain itu, ia mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan.

"Ekonomi kita baik, tumbuh dengan situasi global yang kadang-kadang memang up and down. Kita juga berhasil memastikan bahwa pangan Indonesia sangat kuat. Bahkan kita bukan hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi sudah bisa membantu negara lain," tuturnya.

Lebih lanjut, Sultan memuji cara Presiden Prabowo memposisikan Indonesia dalam peta geopolitik dunia. 

Menurutnya, Prabowo bukan sekadar bertindak sebagai kepala negara (head of state), melainkan sebagai seorang negarawan yang mampu menjaga keseimbangan diplomasi.

"Beliau betul-betul negarawan yang memposisikan bahwa kita berdiri di langkah yang tepat. Kepentingan nasional kita harus kita jaga, kita tidak kanan-kiri, kita di tengah," tegasnya.

baca juga

Langkah diplomasi "di jalan tengah" ini dinilai Sultan sebagai strategi jitu agar Indonesia terhindar dari guncangan ekonomi, politik, maupun sosial akibat memanasnya suhu politik global.

"Jadi kalau ada global politik yang mungkin akan hangat bahkan makin memanas, Indonesia harus menghindari itu. Jadi, statement itu tergambar dari apa yang beliau sampaikan malam tadi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Prabowo Subianto Bertemu Zinedine Zidane di Davos, Ngobrol Apa?

Momen Prabowo Subianto Bertemu Zinedine Zidane di Davos, Ngobrol Apa?

Bola | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:32 WIB

Bahagia Versi Siapa? Mempertanyakan Klaim Prabowo di Swiss Tentang Rakyat RI

Bahagia Versi Siapa? Mempertanyakan Klaim Prabowo di Swiss Tentang Rakyat RI

Your Say | Jum'at, 23 Januari 2026 | 11:05 WIB

Purbaya Kukuh Bela Keponakan Prabowo Masuk BI, Klaim Rupiah Melemah Sejak Lama

Purbaya Kukuh Bela Keponakan Prabowo Masuk BI, Klaim Rupiah Melemah Sejak Lama

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:19 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×