Kiriman Air dari Tangerang Bikin Banjir di Jakbar Terparah, Pramono Tambah Pompa dan OMC

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir | Suara.com

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:21 WIB
Kiriman Air dari Tangerang Bikin Banjir di Jakbar Terparah, Pramono Tambah Pompa dan OMC
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto dok. Ist)
  • Gubernur DKI Jakarta meninjau Rawa Buaya (24/1/2026), menyatakan Jakarta Barat terparah akibat kiriman air dari Tangerang dan hulu.
  • Penanganan banjir melibatkan penambahan pompa menjadi tujuh unit dan melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mengurangi curah hujan.
  • Pemprov DKI fokus pada solusi jangka menengah seperti normalisasi tiga sungai utama dan akan perbaiki jalan pasca 27 Januari.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan banjir yang melanda wilayah Jakarta Barat menjadi yang terparah dibandingkan kawasan lain akibat besarnya kiriman air dari wilayah hulu di luar Jakarta, terutama Tangerang dan Tangerang Selatan.

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).

“Jakarta Barat paling parah karena kiriman air dari hulunya. Kali ini bukan hanya dari Bogor, tetapi dari Tangerang, Tangerang Selatan, dari Sungai Angke, Pesanggrahan, Mookervart, dan lainnya yang bermuara ke Cengkareng Drain,” kata Pramono.

Ia menjelaskan, debit air di Cengkareng Drain sempat berada di level 350 sentimeter dan kini mulai turun menjadi 315 sentimeter.

Sementara batas aman berada di angka 310 sentimeter. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini terus mengejar penurunan tersebut agar genangan di permukiman warga segera surut.

Untuk mempercepat penanganan banjir, Pramono memerintahkan penambahan pompa air di lokasi pengungsian Rawa Buaya.

Saat ini, total terdapat tujuh pompa yang dioperasikan, setelah sebelumnya ditambah empat unit pompa baru.

“Warga meminta agar volume air segera dikurangi. Saya langsung perintahkan Dinas SDA menambah pompa, dan sekarang sudah tujuh pompa di lokasi ini,” ujarnya.

Selain upaya teknis di lapangan, Pemprov DKI juga memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menekan curah hujan ekstrem. Pramono mengakui kebijakan OMC menuai kritik, namun menurutnya langkah tersebut diperlukan dalam kondisi darurat.

“OMC saya perintahkan minimum dua, maksimum tiga kali. Kalau mau dikritik, kritik saya saja. Ini yang bisa kita lakukan sekarang untuk mengurangi hujan di Jakarta,” tegasnya.

Pramono menyebut curah hujan dalam beberapa hari terakhir tergolong sangat tinggi, bahkan mencapai 200 hingga 260 milimeter per hari. Kondisi ini dinilainya sebagai faktor utama banjir, bukan lagi disebabkan oleh sampah.

“Penyumbatan sampah sudah menurun signifikan. Ini murni karena curah hujan yang sangat tinggi pada 12, 18, dan 22 Januari,” jelasnya.

Di lokasi pengungsian Rawa Buaya, tercatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa mengungsi.

Pemprov DKI telah menyalurkan bantuan berupa beras, minyak goreng, mi instan, kasur lipat, matras, selimut, family kit, perlengkapan anak, serta bantuan tambahan dari PMI DKI Jakarta.

Pramono memastikan kondisi para pengungsi relatif baik dan kebutuhan dasar, termasuk layanan kesehatan dan bantuan sosial, telah terpenuhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Banjir Jakarta: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang hingga Sabtu Pagi

Update Banjir Jakarta: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang hingga Sabtu Pagi

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:50 WIB

Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Sudah Kembali Beroperasi

Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Sudah Kembali Beroperasi

Foto | Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:00 WIB

Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya

Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 22:06 WIB

Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam

Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 21:21 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB