Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Selasa, 27 Januari 2026 | 17:23 WIB
Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah
Mantan Menlu RI, Dino Patti Djalal. (Instagram)
baca 10 detik
  • Dino menyarankan Indonesia menyiapkan opsi keluar dari *Board of Peace* jika merugikan kepentingan nasional.
  • Indonesia diminta menolak membayar iuran mahal dan menolak tugas melucuti senjata Hamas di Gaza.
  • Pemerintah harus kritis memastikan tujuan Dewan adalah kemerdekaan Palestina, bukan sekadar solusi bisnis properti.

Suara.com - Pemerintah Indonesia disarankan memiliki opsi untuk keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Saran itu menjadi salah satu poin masukan Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, kepada pemerintah Indonesia.

Melalui keterangan video di akun Instagram pribadinya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini membeberkan enam saran kepada pemerintah Indonesia perihal keikutsertaan dalam Dewan Perdamaian.

Saran pertama, Dino meminta pemerintah untuk selalu menyimpan opsi bagi Indonesia untuk keluar dari Board of Peace.

"Kalau Board of Peace ternyata melenceng atau bahkan mengecilkan peran PBB, dan kalau Board of Peace benar-benar menjadi Board of Trump dan menjadi platform agenda politik luar negeri yang bertentangan dengan kepentingan dan prinsip kita atau dengan hukum internasional, sebaiknya kita keluar," tutur Dino, dikutip Selasa (27/1/2026).

Dino menekankan sikap bebas aktif mengharuskan Indonesia untuk tidak menjadi antek siapa pun.

"Tegaskan pula dari awal bahwa Indonesia tidak akan mungkin membayar iuran 1 miliar dolar AS untuk menjadi anggota permanen Board of Peace. Jumlah itu 500 kali lebih besar dari iuran tahunan Indonesia untuk Sekretariat ASEAN," kata Dino.

Saran kedua, dalam kaitannya dengan Gaza, Dino mengingatkan bahwa masalah yang pastinya akan rumit sekali adalah keikutsertaan Hamas, baik secara politik, ekonomi, sosial, maupun militer.

Menurutnya, Indonesia dapat berbagi pandangan dengan Board of Peace berdasarkan banyaknya pengalaman.

"Misalnya, bagaimana Indonesia dalam konflik Aceh melakukan demiliterisasi dan mengintegrasikan GAM setelah perjanjian damai, atau bagaimana Indonesia bisa mencapai rekonsiliasi dengan Timor Leste setelah proses referendum yang sempat diwarnai oleh kekerasan, atau bagaimana Indonesia sebagai mediator dapat membantu mempersatukan pihak-pihak yang dulu berkonflik di Kamboja," tutur Dino.

baca juga

Saran ketiga, Dino memperkirakan hal yang paling diharapkan Trump dari keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace adalah kontribusi Indonesia dalam pasukan perdamaian atau International Stabilization Force (ISF) yang sudah disetujui oleh Dewan Keamanan PBB.

"Kenapa? Karena negara-negara Arab umumnya tidak mau ambil bagian dalam pasukan ini karena risikonya yang tinggi dan juga pertimbangan lain. Karena itu, kita harus ikut bersuara dan ikut merumuskan syarat dan modalitas dari pasukan ISF itu. Harus jelas dari awal," kata Dino.

Ia mewanti-wanti agar pasukan ISF dari Indonesia jangan sampai dimanfaatkan.

"Jangan sampai Indonesia, maaf, seolah menjadi satpam proyek properti orang lain. Peran Indonesia adalah untuk menjaga keberlangsungan gencatan senjata demi keselamatan rakyat Palestina di wilayah konflik Gaza. Kita juga jangan mau disuruh melucuti senjata Hamas, karena ini bukan misi dari TNI. Dan ini bisa memicu bentrokan yang tidak kita inginkan, bahkan bisa membuat kita bermusuhan dengan sebagian rakyat Palestina," tuturnya.

Saran keempat, Dino mengaku sempat merasa khawatir melihat presentasi mengenai New Gaza dan New Rafah yang sangat futuristis tapi terasa muluk-muluk.

Ia mengatakan Indonesia harus bisa meyakinkan Board of Peace bahwa yang dibutuhkan rakyat Palestina di Gaza bukan solusi bisnis, tapi solusi politik dan solusi sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Board of Peace dan Paradoks Diplomasi Indonesia

Board of Peace dan Paradoks Diplomasi Indonesia

Your Say | Selasa, 27 Januari 2026 | 15:30 WIB

Perdamaian Tanpa Palestina, Damai untuk Siapa?

Perdamaian Tanpa Palestina, Damai untuk Siapa?

Your Say | Selasa, 27 Januari 2026 | 10:01 WIB

Jaga Marwah Non-Blok, Connie Ingatkan Presiden Tak Sembarang Bayar Iuran Dewan Perdamaian

Jaga Marwah Non-Blok, Connie Ingatkan Presiden Tak Sembarang Bayar Iuran Dewan Perdamaian

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 07:02 WIB

Terkini

PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal untuk Dukung Infrastruktur Digital Telkom Group

PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal untuk Dukung Infrastruktur Digital Telkom Group

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

×