Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal

Selasa, 27 Januari 2026 | 17:56 WIB
Wamenkes Ungkap Kondisi Menyedihkan di Indonesia Akibat Kanker Serviks: 50 Persen Pasien Meninggal
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Kanker serviks adalah kanker kedua terbanyak pada perempuan Indonesia.
  • Keterlambatan skrining menjadi penyebab sekitar 50% kematian pasien kanker serviks di Indonesia akibat stadium lanjut.
  • Kemenkes menerapkan strategi 90-75-90 meliputi vaksinasi HPV, skrining usia 30-65 tahun, dan penanganan lesi/kanker.

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan kanker leher rahim atau kanker serviks masih menjadi persoalan serius kesehatan perempuan di Indonesia.

Saat ini, kanker serviks menempati posisi kanker terbanyak kedua pada perempuan, dengan mayoritas kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

“Kanker leher rahim atau kanker serviks ini merupakan kanker nomor dua terbanyak untuk perempuan di Indonesia,” kata Dante usai acara Diseminasi Nasional Hasil Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

"Kondisi ini sangat menyedihkan, karena mereka yang terdiagnosis, 70 persennya sudah masuk dalam stadium yang lanjut," katanya menambahkan.

Dante menyebut keterlambatan deteksi berdampak langsung pada tingginya angka kematian akibat kanker serviks.

Ia mengungkapkan, sekitar separuh dari pasien kanker serviks meninggal dunia karena tidak menjalani skrining sejak dini.

“Jadi 50 persen di antaranya meninggal dunia karena tidak melakukan screening. Maka kita harus melakukan screening,” ujarnya.

Untuk menekan angka kesakitan dan kematian, Kementerian Kesehatan mengimplementasikan strategi 90-75-90 sebagai upaya pengendalian kanker serviks secara nasional.

“90 persen pertama bahwa semua anak-anak di bawah 15 tahun harus divaksinasi HPV untuk mencegah terjadinya kanker serviks ini di masyarakat,” jelas Dante.

Baca Juga: Sosok Benjamin Paulus Octavianus, Dokter Spesialis Paru yang Jadi Wamenkes

Strategi kedua, lanjutnya, ialah melakukan skrining terhadap perempuan usia 30 hingga 65 tahun.

Sementara 90 persen terakhir menargetkan penanganan bagi mereka yang sudah terdeteksi mengalami lesi pra-kanker maupun kanker.

“75 adalah screening bagi mereka yang berusia 30–65 tahun. Dan 90 kedua, bahwa kalau mereka sudah teridentifikasi lesi pre-cancer kemudian sampai cancer, mereka harus diobati,” kata Dante.

Ia menegaskan, kanker serviks sejatinya merupakan jenis kanker yang dapat dicegah dan diobati apabila terdeteksi sejak stadium awal, mengingat imunisasi HPV sudah tersedia.

“Kanker serviks ini sebenarnya adalah kanker yang bisa diobati. Jadi kalau masuk ke stadium yang lebih dini, bisa diobati dan bisa dicegah karena sudah ada imunisasinya,” ujarnya.

Dante menyampaikan, upaya skrining kanker serviks kini telah menjadi program nasional. Hingga saat ini, pemerintah telah melakukan skrining terhadap lebih dari 600.000 perempuan di berbagai daerah.

Capaian itu dinilai makin baik, mengingat pada periode sebelumnya skrining kanker serviks hanya mampu menjangkau 100.000 perempuan di Indonesia.

Ke depan, Kemenkes menargetkan cakupan skrining yang lebih luas melalui program cek kesehatan gratis.

“Nanti dengan cek kesehatan gratis, maka kita bisa melakukan screening yang lebih masif lagi,” pungkas Dante.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI