Pengakuan Getir Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat

Bangun Santoso

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:34 WIB
Pengakuan Getir Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat
Dua anggota TNI-Polri saat memberi klarifikasi terkait peristiwa es gabus di Jakarta. ANTARA/HO-Humas Polres Metro Jakpus
baca 10 detik
  • Pedagang es gabus bernama Suderajat mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan oleh oknum aparat saat proses penangkapan.
  • Polres Metro Jakarta Pusat akan segera mendalami dan mengklarifikasi pengakuan penganiayaan yang baru disampaikan pedagang tersebut.
  • Aparat terkait sebelumnya telah meminta maaf karena terlalu cepat menyimpulkan bahwa es gabus mengandung bahan berbahaya.

Suara.com - Kasus viral pedagang es gabus yang dituduh menggunakan spon sebagai bahan baku mengungkap fakta yang mengejutkan. Suderajat, pedagang yang sempat diamankan, kini muncul dengan pengakuan getir bahwa dirinya mengalami dugaan penganiayaan oleh oknum aparat saat proses penangkapan.

Pengakuan ini sontak mengubah arah narasi, dari yang semula hanya dugaan misinformasi produk menjadi isu serius tentang potensi kekerasan dan penyalahgunaan wewenang.

Polres Metro Jakarta Pusat pun langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti klaim yang kini ramai diperbincangkan di media sosial tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menegaskan pihaknya akan mendalami secara serius pengakuan Suderajat.

Polisi akan melakukan klarifikasi menyeluruh untuk memastikan kebenaran dari informasi yang beredar luas itu.

"Kami akan mengklarifikasi apakah yang disampaikan (pedagang es gabus) di media sosial itu benar adanya atau tidak," kata AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (27/1/2026).

Polisi Kaget, Janji Dalami Laporan Penganiayaan

Fakta yang membuat kasus ini semakin pelik adalah pengakuan Suderajat ini merupakan informasi yang sama sekali baru bagi pihak kepolisian.

Menurut AKBP Roby, selama pemeriksaan awal di Polsek Kemayoran, Suderajat tidak pernah sekalipun menyinggung adanya tindak kekerasan fisik yang dialaminya.

baca juga

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi selama dan setelah proses pengamanan Suderajat. Pihak kepolisian kini berkomitmen untuk menelusuri setiap detail dari peristiwa tersebut.

"Kami pun baru dapat informasi karena kemarin kita belum dapat info selama pemeriksaan di Polsek Kemayoran, Pak Suderajat tidak menyampaikan adanya informasi mendapat penganiayaan," ujarnya.

Roby memastikan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini dengan penuh kehati-hatian. Penyelidikan mendalam diperlukan agar tidak terjadi kesalahan penanganan seperti yang sebelumnya diakui oleh petugas di lapangan.

Aparat Akui Salah, Minta Maaf Terlalu Cepat Menyimpulkan

Sebelum pengakuan penganiayaan ini mencuat, pihak aparat yang terlibat dalam penangkapan awal sebenarnya telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Anggota TNI (Babinsa) dan Polri (Bhabinkamtibmas) yang bertugas di Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, mengakui telah bertindak gegabah.

Mereka mengaku terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa es gabus yang dijual Suderajat terbuat dari bahan berbahaya seperti spon atau busa kasur, tanpa menunggu hasil uji laboratorium dari pihak yang berwenang.

"Kami di lapangan telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri," kata Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi dalam keterangannya di Jakarta.

Atas kesalahan tersebut, Aiptu Ikhwan mewakili pihaknya menyampaikan permohonan maaf yang tulus, terutama kepada Suderajat yang menjadi korban langsung dari kesimpulan prematur tersebut.

"Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada pedagang es atas nama Sudrajat karena terdampak langsung dalam peristiwa itu."

Ia juga memastikan bahwa tidak ada niat buruk untuk merugikan atau mencemarkan nama baik sang pedagang.

Namun, permohonan maaf atas tuduhan keliru itu kini dibayangi oleh tudingan baru yang jauh lebih serius, yakni dugaan penganiayaan fisik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mabes TNI Akui Sudah Temui Pedagang Es Sudrajat, Harap Polemik Tak Berlanjut

Mabes TNI Akui Sudah Temui Pedagang Es Sudrajat, Harap Polemik Tak Berlanjut

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 09:03 WIB

Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!

Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 05:10 WIB

Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru

Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 21:02 WIB

Viral Es Gabus Johar Baru Dikira Pakai Busa Kasur, Polisi Akui Salah Simpulkan dan Minta Maaf

Viral Es Gabus Johar Baru Dikira Pakai Busa Kasur, Polisi Akui Salah Simpulkan dan Minta Maaf

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 11:40 WIB

Darurat Arogansi Aparat: Menilik Dampak Kerugian Pedagang karena Es Gabus Dikira Spons

Darurat Arogansi Aparat: Menilik Dampak Kerugian Pedagang karena Es Gabus Dikira Spons

Your Say | Selasa, 27 Januari 2026 | 06:53 WIB

Penjual Sempat Dijejali, Viral Es Kue Jadul Pakai Bahan Spons Berbahaya Ternyata Hoax

Penjual Sempat Dijejali, Viral Es Kue Jadul Pakai Bahan Spons Berbahaya Ternyata Hoax

Entertainment | Senin, 26 Januari 2026 | 18:46 WIB

Mendagri Bagikan 2.000 Paket Sembako Kepada Warga Tanah Tinggi Dalam Peringatan HUT ke-15 BNPP

Mendagri Bagikan 2.000 Paket Sembako Kepada Warga Tanah Tinggi Dalam Peringatan HUT ke-15 BNPP

News | Selasa, 16 September 2025 | 19:25 WIB

Terkini

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:31 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:25 WIB

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:23 WIB

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 18:17 WIB

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:15 WIB

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:11 WIB

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 18:10 WIB

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

MNC Lepas iNews Group ke Republikorp, Ini Rinciannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:05 WIB

Suahasil Lanjutkan Rapat dengan DPD RI usai Purbaya Dicopot Mendadak oleh Prabowo

Suahasil Lanjutkan Rapat dengan DPD RI usai Purbaya Dicopot Mendadak oleh Prabowo

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:03 WIB

×