Suara.com - Pewarta merekam gambar saat kebakaran lahan terjadi di Tanjung Pauh Hilir, Kerinci, Jambi, Selasa (15/9/2026). Kebakaran sejak Senin (14/9) tersebut menghanguskan sekitar 2 hektare lahan.
Tim gabungan melakukan penanganan untuk mengendalikan api yang muncul di sejumlah titik lahan. Kebakaran tersebut menjadi bagian dari ancaman karhutla di Jambi yang masih tinggi di tengah kondisi kering dan minim hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Data satelit NOAA-20 melalui aplikasi SiPongi Kementerian Kehutanan pada Selasa (15/9) mendeteksi 298 titik panas di wilayah Jambi. Jumlah tersebut menunjukkan potensi munculnya kebakaran baru masih perlu diwaspadai selama periode kering.
Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat, petani, dan korporasi meningkatkan kewaspadaan hingga akhir Oktober atau awal November 2026. Kondisi kering dipengaruhi El Nino, sementara hujan alami diperkirakan datang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/tom]