Suap Pengurusan Jabatan di Kabupaten Ponorogo: Saksi dari Dokter Mangkir, KPK Beri Peringatan Keras!

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:23 WIB
Suap Pengurusan Jabatan di Kabupaten Ponorogo: Saksi dari Dokter Mangkir, KPK Beri Peringatan Keras!
Ilustrasi gedung KPK. (Antara)
  • KPK memeriksa saksi terkait suap jabatan, proyek RSUD dr. Harjono, dan gratifikasi di Pemkab Ponorogo.
  • Dokter David Andreasmito mangkir dari panggilan KPK pada Rabu, 28 Januari 2026, padahal sudah diimbau kooperatif.
  • Bupati Sugiri diduga menerima total Rp900 juta dan menagih tambahan Rp1,5 miliar terkait pergantian Direktur RSUD.

Suara.com - Penyelidikan kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus bergulir.

Namun, agenda pemeriksaan saksi yang dijadwalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menemui hambatan. Seorang dokter bernama David Andreasmito, yang dipanggil sebagai saksi, mangkir dari undangan penyidik.

Hingga Rabu (28/1/2026) sore, batang hidung David tak kunjung tampak di Gedung Merah Putih KPK.

“(Saki) tidak hadir,” tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan ini berkaitan erat dengan sengkarut dugaan suap pengurusan jabatan, proyek pengadaan di RSUD dr. Harjono, hingga gratifikasi yang menjerat petinggi Pemkab Ponorogo.

KPK pun melayangkan peringatan agar saksi tidak menghambat proses hukum.

“KPK mengimbau agar saksi kooperatif memenuhi panggilan penyidik, karena keterangannya dibutuhkan untuk memperkuat bukti-bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan ini,” tambah Budi.

"Uang Pengaman" Jabatan Sang Direktur

Kasus ini bermula dari ambisi untuk mempertahankan kursi kekuasaan.

KPK sebelumnya telah membongkar praktik lancung yang diduga dilakukan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Tersangka selaku Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (kanan) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo Agus Pramono (kiri) berjalan usai dihadirkan dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (9/11/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/sgd]
Tersangka selaku Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (kanan) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo Agus Pramono (kiri) berjalan usai dihadirkan dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (9/11/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/sgd]

Sugiri disinyalir menerima uang pelicin sebesar Rp900 juta dan sempat menagih tambahan fantastis senilai Rp1,5 miliar.

Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa pusaran kasus ini berawal dari rencana pergantian Direktur RSUD Dr. Harjono.

Sang petahana, Yunus Mahatma, diduga panik dan mencoba melobi Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, agar posisinya tetap aman.

Demi "mengunci" jabatan tersebut, Yunus diduga mengguyur Bupati dan Sekda dengan uang panas dalam beberapa tahap.

Aliran Dana dan Drama OTT

Berdasarkan catatan penyidik, aliran uang tersebut terbagi dalam tiga klaster penyerahan sepanjang tahun 2025:

  • Februari 2025: Yunus menyetor Rp400 juta kepada Bupati Sugiri melalui ajudannya.
  • April-Agustus 2025: Uang senilai Rp325 juta mengalir ke kantong Sekda Agus Pramono.
  • November 2025: Yunus kembali mengirim Rp500 juta untuk Sugiri melalui seorang kerabat bernama Ninik.

“Total uang yang telah diberikan YUM (Yunus) dalam tiga klaster penyerahan uang tersebut mencapai Rp 1,25 miliar, dengan rincian untuk SUG (Sugiri) sebesar Rp 900 juta dan AGP (Agus) senilai Rp 325 juta,” ungkap Asep Guntur di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Pelarian praktik korupsi ini akhirnya terhenti lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada awal November 2025. Sebanyak 13 orang diamankan, termasuk Sugiri, Agus, dan Yunus.

Ironisnya, sebelum diciduk, Sugiri dilaporkan masih sempat "menagih" sisa uang komitmen.

“Bahwa sebelum kegiatan tangkap tangan, pada 3 November 2025, SUG meminta uang kepada YUM senilai Rp 1,5 miliar. Kemudian pada 6 November 2025, SUG kembali menagih uang tersebut,” pungkas Asep.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terjaring OTT KPK, Eks Kasi Intel Kejari HSU Asis Budianto Ajukan Praperadilan

Terjaring OTT KPK, Eks Kasi Intel Kejari HSU Asis Budianto Ajukan Praperadilan

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:47 WIB

Ketua KPK Paparkan Statistik Korupsi 2025 di DPR: 116 Perkara Disidik dan 11 Kali OTT

Ketua KPK Paparkan Statistik Korupsi 2025 di DPR: 116 Perkara Disidik dan 11 Kali OTT

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 11:05 WIB

Askrindo Pertahankan Sertifikasi Anti Suap

Askrindo Pertahankan Sertifikasi Anti Suap

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 08:32 WIB

Viral Video Warga Pati Antar Karung Berisi Rp2,6 Miliar ke Mobil, KPK Sebut OTT Bupati Sudewo

Viral Video Warga Pati Antar Karung Berisi Rp2,6 Miliar ke Mobil, KPK Sebut OTT Bupati Sudewo

Video | Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:18 WIB

Terkini

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:01 WIB

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:21 WIB

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:19 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:56 WIB

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:50 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:00 WIB

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:58 WIB

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:21 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB