Sumut Darurat Agraria: 450 Konflik Mandek, 1,8 Juta Jiwa Terdampak Bencana Sepanjang 2025

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:23 WIB
Sumut Darurat Agraria: 450 Konflik Mandek, 1,8 Juta Jiwa Terdampak Bencana Sepanjang 2025
Ketua SPI Sumatera Utara, Zubaidah. (tangkap layar)
  • SPI Sumatera Utara mencatat inflasi pangan tertinggi nasional 2025 dan 450 konflik agraria tanpa penyelesaian tuntas.
  • Inflasi pangan dipicu harga tinggi komoditas seperti cabai dan ayam, akibat penurunan produksi petani lokal.
  • Bencana ekologis berupa banjir bandang November 2025 menimpa 20 kabupaten, dipicu alih fungsi lahan masif.

Suara.com - Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara merilis catatan akhir tahun 2025 yang menggambarkan situasi cukup kelam. Provinsi ini tidak hanya mencatat inflasi pangan tertinggi secara nasional, tetapi juga terjebak dalam 450 kasus konflik agraria yang hingga kini belum satu pun menemukan penyelesaian.

Ketua SPI Sumatera Utara, Zubaidah, menegaskan kondisi sepanjang 2025 menunjukkan adanya kegagalan sistemik dalam perlindungan petani serta pengelolaan lahan di daerah tersebut.

Ia menyoroti lonjakan inflasi di Sumatera Utara yang memuncak pada periode September hingga November 2025. Kenaikan harga pangan di tingkat konsumen disebut mencapai angka yang mencekik masyarakat.

“Cabai saja bisa mencapai angka tertinggi Rp90.000 per kilogram, bawang Rp36.000 per kilogram, dan ayam potong di harga Rp45.000 per kilogram. Selain pangan, faktor distribusi energi dan daya beli masyarakat juga menjadi pemicu inflasi daerah di Sumatera Utara,” ujar Zubaidah dalam konferensi pers, Rabu (29/1/2026).

Menurutnya, inflasi tersebut merupakan dampak langsung dari menurunnya kemampuan produksi petani lokal. Ia mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mulai memastikan petani benar-benar berperan sebagai produsen pangan utama melalui kebijakan pemodalan dan dukungan konkret.

Selain persoalan ekonomi, Sumatera Utara juga dihantam kerusakan lingkungan yang serius. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara per 25 Januari 2026 mencatat sebanyak 1.804.835 jiwa terdampak bencana ekologis, terutama banjir bandang yang menerjang 20 kabupaten pada November 2025.

Zubaidah menjelaskan, bencana tersebut bukan semata-mata disebabkan faktor alam, melainkan akibat masifnya alih fungsi lahan dan hutan.

“Hujan ekstrem memang berpengaruh besar terhadap daya serap tanah dalam menampung air. Akibatnya, air yang turun menggerus tanah di hulu serta menghancurkan daerah pertanian dan permukiman di 20 kabupaten/kota di Sumut,” jelasnya.

Poin paling krusial dalam catatan SPI Sumatera Utara adalah mandeknya penyelesaian konflik agraria. Zubaidah mengungkapkan terdapat sekitar 450 kasus konflik pertanahan yang juga melibatkan masyarakat adat.

“Hingga akhir 2025, dari 450 kasus yang ada, belum ada satu pun yang terselesaikan secara tuntas,” tegas Zubaidah.

Ia turut mengkritik kinerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Sumatera Utara yang dinilai pasif. Menurutnya, lembaga tersebut hanya berkutat pada verifikasi dan validasi data di lapangan tanpa ada eksekusi nyata dalam redistribusi lahan.

SPI Sumut pun mendesak pemerintah segera mengimplementasikan Perpres Nomor 62 Tahun 2023 secara serius. Regulasi ini menekankan partisipasi masyarakat serta penguatan kelembagaan dalam Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

Zubaidah menegaskan bahwa sistem pertanian berbasis agroekologi dan pelaksanaan reforma agraria sejati merupakan harga mati untuk melindungi petani kecil serta warga pedesaan yang tidak bertanah.

“Dengan adanya kebijakan perangkat teknis seperti ini, didukung komitmen politik pemerintah pusat dan daerah, tentunya upaya perombakan penataan struktur agraria dengan memastikan hak bagi petani dan masyarakat pedesaan di Sumatera Utara akan membuat mereka lebih optimis,” pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SPI Ungkap 216 Kasus Konflik Agraria di 2025, Sumatera Jadi Wilayah Paling 'Panas'

SPI Ungkap 216 Kasus Konflik Agraria di 2025, Sumatera Jadi Wilayah Paling 'Panas'

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 15:22 WIB

Kekayaan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang Pilih Jadi Petani Ketimbang Menteri Kepolisian

Kekayaan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang Pilih Jadi Petani Ketimbang Menteri Kepolisian

Lifestyle | Selasa, 27 Januari 2026 | 16:11 WIB

Serap 4 Juta Ton Beras Petani, Bulog Mau Cari Gudang Tambahan

Serap 4 Juta Ton Beras Petani, Bulog Mau Cari Gudang Tambahan

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:32 WIB

Terkini

Indonesia Berpotensi Ciptakan 10 Juta Green Jobs, Surya dan Air Jadi Kontributor Utama

Indonesia Berpotensi Ciptakan 10 Juta Green Jobs, Surya dan Air Jadi Kontributor Utama

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:30 WIB

Babak Baru Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Pilih Jalur Isolasi Maritim Total

Babak Baru Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Pilih Jalur Isolasi Maritim Total

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:28 WIB

Riset Koaksi Ungkap Paradoks Green Jobs di Indonesia: Mengapa Lulusan Formal Sulit Direkrut?

Riset Koaksi Ungkap Paradoks Green Jobs di Indonesia: Mengapa Lulusan Formal Sulit Direkrut?

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:25 WIB

Sinyal 'Baju Kuning' di Kebakaran Apartemen Mediterania, Penghuni dan Bayi Terjebak Asap

Sinyal 'Baju Kuning' di Kebakaran Apartemen Mediterania, Penghuni dan Bayi Terjebak Asap

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:22 WIB

Wamendagri Wiyagus Apresiasi Peran Strategis Damkar, Satpol PP, dan Linmas Jaga Stabilitas Daerah

Wamendagri Wiyagus Apresiasi Peran Strategis Damkar, Satpol PP, dan Linmas Jaga Stabilitas Daerah

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:59 WIB

Militer Israel Adang Kapal Bantuan Gaza di Perairan Yunani Gunakan Senjata Serbu

Militer Israel Adang Kapal Bantuan Gaza di Perairan Yunani Gunakan Senjata Serbu

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:47 WIB

Sadis! Pemuda Mabuk Lempar Kucing dari Balkon Setinggi 6 Meter Cuma Disanksi Ringan

Sadis! Pemuda Mabuk Lempar Kucing dari Balkon Setinggi 6 Meter Cuma Disanksi Ringan

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Mencekam! Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar, Penghuni Dievakuasi Pakai Tali dari Lantai 6

Mencekam! Kebakaran Apartemen Mediterania Jakbar, Penghuni Dievakuasi Pakai Tali dari Lantai 6

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:30 WIB

Teror di London! Dalam 4 Menit Dua Orang Yahudi Jadi Korban Penusukan

Teror di London! Dalam 4 Menit Dua Orang Yahudi Jadi Korban Penusukan

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:26 WIB

Viral! Laki-laki Tak Bercerita, Tapi Langsung Acak-acak Kota dengan Bulldozer 24 Ton

Viral! Laki-laki Tak Bercerita, Tapi Langsung Acak-acak Kota dengan Bulldozer 24 Ton

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:17 WIB