Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta

Erick Tanjung | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 01 Februari 2026 | 15:26 WIB
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta
Ilustrasi--Keseajhteraan Guru Madrasah. [Antara]
  • Kemenag memprioritaskan perbaikan tata kelola dan kesejahteraan guru agama di Indonesia.
  • Tunjangan profesi guru resmi naik dan program sertifikasi dipercepat pada 2025.
  • Sekjen Kemenag memohon maaf atas kesalahpahaman terkait status pengangkatan guru honorer.

Suara.com - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa tata kelola dan kesejahteraan guru agama serta guru madrasah kini menjadi prioritas utama pemerintah. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan agama agar lebih unggul dan kompetitif di tingkat nasional.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyatakan bahwa perbaikan kesejahteraan guru terus diperjuangkan melalui koordinasi lintas lembaga, mulai dari Kemenko PMK, Bappenas, Kementerian Keuangan, hingga Komisi VIII DPR RI.

"Kami pastikan perbaikan tata kelola dan kesejahteraan guru terus dilakukan. Salah satu capaian konkret adalah kenaikan TPG (Tunjangan Profesi Guru) dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Selain itu, akselerasi sertifikasi guru pada 2025 juga meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Kamaruddin di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Terkait persoalan guru non-ASN, khususnya di madrasah swasta dan guru agama di sekolah umum, Kamaruddin mengakui masih diperlukannya koordinasi yang lebih kuat dalam proses pengangkatan. Menurutnya, minimnya sinkronisasi selama ini berdampak pada lemahnya pendataan dan keterbatasan afirmasi bagi para guru tersebut.

Penegasan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas pernyataannya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI sebelumnya. Kamaruddin menekankan bahwa penjelasannya di DPR tidak bermaksud mendikotomikan guru berdasarkan status pengangkatan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung.

"Saya memohon maaf setulusnya jika penjelasan saya kurang berkenan. Tidak ada maksud menyinggung, saya sangat menghormati guru dan terus memperjuangkan nasib mereka," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa guru agama tidak seluruhnya diangkat oleh Kemenag. Sebagian diangkat oleh yayasan, pemerintah daerah, hingga kementerian lain. Oleh karena itu, koordinasi dengan Kemenag sejak awal pengangkatan sangat krusial guna memastikan pendataan, tata kelola, dan pemberian afirmasi berjalan optimal.

"Afirmasi tersebut mencakup pendataan sistematis, peningkatan kompetensi, hingga upaya peningkatan kesejahteraan yang terus kami upayakan," tambahnya.

Berdasarkan data Kemenag, saat ini masih terdapat 423.398 guru madrasah yang belum tersertifikasi. Guru yang memenuhi syarat (eligible) akan diprioritaskan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun ini secara bertahap di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 20:37 WIB

KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?

KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 20:11 WIB

KPK: Pemeriksaan Gus Alex oleh Auditor BPK Fokus Hitung Kerugian Negara

KPK: Pemeriksaan Gus Alex oleh Auditor BPK Fokus Hitung Kerugian Negara

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 20:40 WIB

Terkini

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:10 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB

Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini

Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:32 WIB

Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja

Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:26 WIB

Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?

Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:21 WIB

Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi

Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:15 WIB

Astronot Artemis II Bongkar Kenapa Makanan Terasa Hambar di Luar Angkasa

Astronot Artemis II Bongkar Kenapa Makanan Terasa Hambar di Luar Angkasa

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:59 WIB

PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel

PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:38 WIB

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:28 WIB