Terbukti Lakukan Kekerasan, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Diskors 2 Semester dan Terancam DO

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Minggu, 08 Februari 2026 | 10:40 WIB
Terbukti Lakukan Kekerasan, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Diskors 2 Semester dan Terancam DO
ilustrasi kekerasan. (freepik)
baca 10 detik
  • UNISA Yogyakarta memberikan sanksi skorsing dua semester kepada mahasiswa berinisial AH karena tindak kekerasan terhadap mahasiswi.
  • Sanksi akan berubah menjadi *Drop Out* permanen jika pelaku terbukti secara pidana berkekuatan hukum tetap.
  • Kampus memprioritaskan pemulihan korban dengan menyediakan pendampingan psikologis dan dukungan kesehatan intensif secara langsung.

Suara.com - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi menjatuhkan sanksi tegas kepada mahasiswa berinisial AH usai melakukan tindak kekerasan terhadap seorang mahasiswi yang diduga merupakan pacarnya.

Pihak universitas menjatuhkan sanksi akademik berupa skorsing selama dua semester dengan klausul pemberhentian tetap atau Drop Out (DO) jika kasus tersebut berujung pada pidana.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Dekan Fakultas Kesehatan (Fikes) UNISA Yogyakarta Nomor: 26/FIKES-UNISA/KD/II/2026 tentang Skorsing Mahasiswa.

Sanksi dijatuhkan setelah pihak fakultas melakukan validasi kebenaran kejadian melalui telaah langsung kepada pelaku dan korban. Termasuk memeriksa bukti pendukung yang beredar di media elektronik.

Dekan Fikes UNISA Yogyakarta, Dewi Rokhanawati, menuturkan bahwa langkah ini diambil dalam rangka penegakan kedisiplinan. Sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan lingkungan kampus.

Sanksi tersebut memiliki tingkatan yang dapat memberat tergantung pada proses hukum yang berjalan.

"Jika dalam perkembangannya pelaku secara inkrah dijatuhi hukuman pidana (berkekuatan hukum tetap) maka sanksi skorsing pada ketetapan pertama berubah menjadi sanksi Drop Out," ungkap Dewi, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (8/2/2026).

Selain menjalani masa skorsing, AH diwajibkan untuk bertanggung jawab dan bersikap kooperatif dalam menyelesaikan permasalahan ini sesuai tuntutan korban. Baik melalui jalur kekeluargaan maupun jalur hukum.

Pihak kampus menegaskan bahwa penyelesaian secara hukum sepenuhnya menjadi wewenang korban dan keluarganya.

baca juga

Adapun kasus ini mencuat setelah dugaan kekerasan tersebut viral di media sosial.

Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Bidang Kemahasiswaan UNISA Yogyakarta, Wantonoro, mengakui kedua orang yang terlibat itu merupakan mahasiswanya.

Ia menegaskan bahwa pihak kampus tidak akan mentoleransi tindakan kekerasan di lingkungan akademik.

"Sebagai bentuk tanggung jawab kami, karena keduanya merupakan mahasiswa kami, kami turut prihatin dan tentu menyesalkan kejadian ini," kata Wantonoro, dalam keterangan resminya, Kamis (5/2/2026).

Pelaku Akui Perbuatan

Setelah mengidentifikasi kedua belah pihak, Wantonoro bilang UNISA Yogyakarta telah bergerak cepat dengan memanggil terduga pelaku untuk dimintai klarifikasi.

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, pelaku telah mengakui perbuatannya.

"Pelaku sudah kami panggil ke kampus dan mengakui perbuatannya serta menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan hal yang tidak pantas," ucapnya.

Prioritaskan Pendampingan Korban

Sementara itu, Wantonoro menegaskan bahwa prioritas utama kampus saat ini adalah pemulihan kondisi korban. Pihak universitas telah mengunjungi kediaman korban dan memberikan pendampingan intensif melalui Biro Layanan Psikologis (BLP).

Di sisi lain, UNISA Yogyakarta juga telah menemui korban maupun keluarga korban secara langsung serta memfasilitasi pendampingan yang diperlukan.

Termasuk pendampingan psikologis, dukungan kesehatan fisik, serta pendampingan lanjutan agar korban dapat merasa aman.

"Kami melakukan respons cepat dengan memberikan dukungan baik secara fisik maupun psikologis," tandasnya.

Wantonoro memastikan bahwa korban telah mendapatkan penanganan yang memadai untuk memulihkan kondisi fisik maupun mentalnya.

"Saat ini korban dalam kondisi yang lebih baik, dan akan melanjutkan pendidikan pada tahap profesi sesuai dengan harapan keluarga," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amaranta Prambanan Yogyakarta Jamu 125 Buyer Internasional di JITEX 2026

Amaranta Prambanan Yogyakarta Jamu 125 Buyer Internasional di JITEX 2026

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 15:34 WIB

Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?

Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?

Lifestyle | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:34 WIB

Pelatih Persis Solo Tak Gentar, Bidik 3 Poin di Markas PSIM Yogyakarta

Pelatih Persis Solo Tak Gentar, Bidik 3 Poin di Markas PSIM Yogyakarta

Bola | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:21 WIB

Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak

Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:12 WIB

Persis Solo Siap Tempur Lawan PSIM Yogyakarta, Milomir Seslija Optimis Keluar dari Zona Merah

Persis Solo Siap Tempur Lawan PSIM Yogyakarta, Milomir Seslija Optimis Keluar dari Zona Merah

Bola | Jum'at, 06 Februari 2026 | 06:21 WIB

Dugaan Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta Resmi Dilaporkan ke Polresta Sleman

Dugaan Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta Resmi Dilaporkan ke Polresta Sleman

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13 WIB

6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima

6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 16:13 WIB

Terkini

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×