Dirut BPJS Kesehatan Buka-Bukaan Soal Peserta PBI Dinonaktifkan, 'Biang Kerok' Diungkap

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 09 Februari 2026 | 11:29 WIB
Dirut BPJS Kesehatan Buka-Bukaan Soal Peserta PBI Dinonaktifkan, 'Biang Kerok' Diungkap
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan layar TV Parlemen)
baca 10 detik
  • Direktur Utama BPJS Kesehatan mengklarifikasi penonaktifan 11.085.000 peserta PBI berdasarkan SK Mensos Nomor 3/HUK/2026 pada 22 Januari 2026.
  • Permasalahan layanan muncul akibat jeda waktu administrasi yang sempit antara penetapan SK dan penerimaan oleh BPJS Kesehatan.
  • Fokus utama adalah 120.472 peserta penyakit katastropik yang kini dalam proses reaktivasi bersama Kementerian Sosial.

Suara.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, memberikan klarifikasi terkait polemik penonaktifan jutaan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang memicu kendala layanan di rumah sakit.

Ghufron mengungkapkan adanya perubahan data besar-besaran yang berdampak pada pasien penyakit berat atau katastropik.

Hal tersebut disampaikan Ghufron dalam Rapat Konsultasi Lintas Komisi DPR bersama Pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Ghufron menjelaskan bahwa dasar penonaktifan peserta PBI adalah SK Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026. Dalam kebijakan tersebut, sekitar 11.085.000 peserta dinonaktifkan dari skema PBI.

Persoalan muncul akibat adanya jeda waktu administrasi. SK tersebut ditetapkan pada 22 Januari 2026, namun baru diterima oleh BPJS Kesehatan sekitar 26 atau 28 Januari 2026.

Jeda waktu yang sempit ini membuat BPJS Kesehatan memiliki waktu terbatas untuk melakukan pemutakhiran sistem dan sosialisasi kepada peserta.

"Ini yang kemudian jadi ramai, karena ada yang ingin cuci darah tapi katanya ditolak rumah sakit karena statusnya non-aktif. Sebenarnya menurut UU Nomor 17, rumah sakit dilarang menolak pasien dalam keadaan darurat," ujar Ghufron dalam paparannya di rapat.

Fokus utama yang menjadi perhatian BPJS Kesehatan adalah adanya 120.472 peserta yang masuk dalam kategori desil 5–10 (kelompok masyarakat yang dianggap lebih mampu berdasarkan data Kemensos), namun mengidap penyakit katastropik seperti gagal ginjal kronik yang membutuhkan layanan rutin.

"Dari 11 juta yang dinonaktifkan, ada sekitar 120 ribu orang yang butuh layanan katastropik. Mereka ini keluar dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), tapi secara medis mereka sangat membutuhkan bantuan karena biaya pengobatannya mahal," jelasnya.

baca juga

Ghufron menambahkan, hingga saat ini BPJS Kesehatan bersama Kementerian Sosial telah berupaya melakukan reaktivasi terhadap 105.508 peserta.

Namun, masih terdapat 480 peserta yang tidak dapat diaktivasi secara sistem karena terkendala ketentuan Permensos Nomor 3 Tahun 2021, di mana mereka telah pernah direaktivasi sebelumnya tetapi tidak melakukan pemutakhiran data dalam dua periode.

Dalam rapat tersebut, Ghufron juga meluruskan persepsi publik mengenai posisi BPJS Kesehatan.

Ia menegaskan bahwa BPJS Kesehatan merupakan badan hukum publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, dengan tugas mengelola dana amanat untuk menjamin akses layanan kesehatan (sisi permintaan/demand).

"Seringkali orang salah paham. BPJS itu urusannya bagaimana orang bisa akses layanan tanpa kesulitan keuangan. Kalau soal ketersediaan dokter, obat, dan alat kesehatan (sisi suplai), itu bukan ranah BPJS, tapi faskes dan kementerian terkait," tegasnya.

Bagi masyarakat yang terdampak penonaktifan namun sangat membutuhkan layanan, Ghufron menjelaskan bahwa mekanisme aktivasi ulang dapat dilakukan melalui Dinas Sosial dengan membawa surat keterangan membutuhkan layanan kesehatan.

Ia juga mengimbau peserta untuk aktif mengecek status kepesertaan melalui aplikasi Mobile JKN, layanan Pandawa, atau menghubungi petugas "BPJS Satu" yang tersedia di setiap rumah sakit.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos dan Kemenkes agar ada payung hukum yang jelas, terutama untuk pasien penyakit berat yang berada di atas desil 4 agar tetap terlindungi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Usul Reaktivasi Otomatis PBI BPJS untuk Pasien Katastropik

Menkes Usul Reaktivasi Otomatis PBI BPJS untuk Pasien Katastropik

News | Senin, 09 Februari 2026 | 11:14 WIB

Respons Polemik Penonaktifan BPJS PBI, Dasco Pimpin Rapat Lintas Komisi dan Kementerian

Respons Polemik Penonaktifan BPJS PBI, Dasco Pimpin Rapat Lintas Komisi dan Kementerian

News | Senin, 09 Februari 2026 | 10:58 WIB

Mengenal Tiga Sumber Dana BPJS Kesehatan, Ada Dua Sumber Selain Iuran

Mengenal Tiga Sumber Dana BPJS Kesehatan, Ada Dua Sumber Selain Iuran

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 07:37 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan Mandiri dan Perusahaan yang Tidak Aktif

Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan Mandiri dan Perusahaan yang Tidak Aktif

News | Senin, 09 Februari 2026 | 07:32 WIB

Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi

Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 18:15 WIB

BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi

BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi

Lifestyle | Minggu, 08 Februari 2026 | 15:49 WIB

5 Cara Memilih Sepatu yang Tepat agar Kaki Tidak Sakit dan Tetap Sehat

5 Cara Memilih Sepatu yang Tepat agar Kaki Tidak Sakit dan Tetap Sehat

Lifestyle | Minggu, 08 Februari 2026 | 13:05 WIB

Timbulkan Kegaduhan, Kemensos Aktifkan Kembali BPJS PBI Khusus Pasien Cuci Darah

Timbulkan Kegaduhan, Kemensos Aktifkan Kembali BPJS PBI Khusus Pasien Cuci Darah

Video | Sabtu, 07 Februari 2026 | 15:00 WIB

11 Juta Peserta BPJS PBI Tiba-Tiba Dinonaktifkan, DPR Soroti Dampak Fatal pada Pasien Gagal Ginjal

11 Juta Peserta BPJS PBI Tiba-Tiba Dinonaktifkan, DPR Soroti Dampak Fatal pada Pasien Gagal Ginjal

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 15:40 WIB

Lelah di Balik Seragam: Menyingkap Beban Emosional Guru yang Tersembunyi

Lelah di Balik Seragam: Menyingkap Beban Emosional Guru yang Tersembunyi

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×