Strategi 'Hukum Dompet', Jurus Paksa Warga Jakarta Pakai Transportasi Umum

Bangun Santoso | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:25 WIB
Strategi 'Hukum Dompet', Jurus Paksa Warga Jakarta Pakai Transportasi Umum
Pengamat tata kota, Yayat Supriatna. (Suara.com/Yoga)
  • Pengamat tata kota Yayat Supriatna mengusulkan strategi "push and pull" untuk mendorong peralihan transportasi publik.
  • Strategi tersebut memerlukan pembebanan biaya lebih tinggi bagi pengguna kendaraan pribadi agar efektif.
  • Tarif tol di Jabodetabek dinilai terlalu murah sehingga kurang efektif menarik masyarakat beralih angkutan umum.

Suara.com - Kebijakan Pemprov DKI Jakarta menambah armada transportasi umum dinilai tidak akan efektif selama pengguna kendaraan pribadi masih merasa terlalu nyaman.

Pengamat tata kota Yayat Supriatna mengusulkan strategi "push and pull" untuk memaksa masyarakat berpindah ke angkutan publik secara masif.

Ia menilai perlu ada tindakan yang lebih keras dengan cara memberikan beban biaya lebih tinggi kepada pemilik kendaraan pribadi.

"Kalau mau ya agak sedikit kenceng. Ada namanya menghukum dompet pengguna kendaraan pribadi. Sekarang pengguna kendaraan pribadi itu paling nyaman," ujar Yayat dalam kegiatan FGD Transportasi Umum di Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Salah satu yang disorot oleh Yayat adalah tarif jalan tol di wilayah Jabodetabek yang dianggapnya sangat terjangkau.

Rendahnya biaya tol membuat orang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada beralih ke kereta atau bus.

"Saya mengatakan, angka Rp7.500 untuk JORR atau Jagorawi itu sangat murah," tutur Yayat.

Yayat menegaskan bahwa transformasi transportasi harus dilakukan dengan sedikit pemaksaan agar pola kebiasaan masyarakat berubah.

Ia mencontohkan kebijakan aparatur sipil negara (ASN) yang naik angkutan umum hanya pada hari tertentu sebagai hal yang belum maksimal.

"Terus terang aja, ASN hari Rabu naik transportasi umum itu, besoknya masih naik itu nggak? Hanya hari Rabu aja. Bisa nggak setiap hari?," tanya Yayat.

Hasil kajian pun menunjukkan penambahan jaringan layanan saja tidak cukup kuat untuk menarik minat warga.

Dibutuhkan skenario biaya perjalanan yang mampu membuat orang berpikir ulang untuk menggunakan mobil pribadi setiap hari.

"Bayangkan, sekali jalan itu rata-rata orang di luar Jakarta, di dalam itu hanya Rp20 ribu. Tol Jagorawi Rp7.500, atau tol JORR Rp8.000, dalam kota Rp11.000. Total Rp20 ribu, Rp40 ribu sepasang sehari, kecil. Ya kan? Makanya saya mengatakan, skenario berbayar itu adalah ibaratnya dompetnya harus berkontribusi," jelas Yayat.

Ide memaksa warga Jakarta dan sekitarnya beralih ke transportasi umum guna mengurai kemacetan pun mendapat dukungan Ketua Fraksi PDIP, Pantas Nainggolan, untuk nantinya dapat dikaji jadi sebuah regulasi.

"Memang diperlukan kebijakan yang mendorong sekaligus menarik masyarakat Jakarta berpindah ke transportasi publik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Tak Pernah Selesai dengan Macet, Pengamat: Kesalahan Struktur Ruang Kota

Jakarta Tak Pernah Selesai dengan Macet, Pengamat: Kesalahan Struktur Ruang Kota

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 19:32 WIB

Diperiksa Polisi Besok: Pelaku Penganiayaan Gegara Drum di Cengkareng Bakal Hadir?

Diperiksa Polisi Besok: Pelaku Penganiayaan Gegara Drum di Cengkareng Bakal Hadir?

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 19:12 WIB

Gubernur Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman Hingga Lebaran, Warga Diminta Tak 'Panic Buying'

Gubernur Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman Hingga Lebaran, Warga Diminta Tak 'Panic Buying'

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 17:25 WIB

Pergi Saat Lagi Sayang-sayangnya, Ryo Matsumura Tulis Perpisahan Mengharukan untuk Persija

Pergi Saat Lagi Sayang-sayangnya, Ryo Matsumura Tulis Perpisahan Mengharukan untuk Persija

Bola | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:59 WIB

Persija Jakarta Berduka, Salah Satu Gelandang Terbaiknya Meninggal Dunia

Persija Jakarta Berduka, Salah Satu Gelandang Terbaiknya Meninggal Dunia

Bola | Selasa, 10 Februari 2026 | 14:23 WIB

270 Ribu Warga Jakarta Dicoret dari PBI JKN, Ini Respons Gubernur Pramono

270 Ribu Warga Jakarta Dicoret dari PBI JKN, Ini Respons Gubernur Pramono

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 13:56 WIB

Mengapa Mobil Manual Masih Relevan di Indonesia Meski Jakarta Makin Macet? Ini 4 Pilihan Hemat

Mengapa Mobil Manual Masih Relevan di Indonesia Meski Jakarta Makin Macet? Ini 4 Pilihan Hemat

Otomotif | Selasa, 10 Februari 2026 | 14:25 WIB

Terkini

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:46 WIB

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:38 WIB

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis

Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:28 WIB

Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan

Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:20 WIB

Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total

Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:07 WIB

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:02 WIB

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:01 WIB