- Aparat gabungan menuju Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, menyusul penembakan pesawat PK-SNR yang menewaskan dua pilot.
- Insiden penembakan pesawat Smart Air terjadi sesaat setelah mendarat pukul 10.00 WIT, menyebabkan semua orang berlari ke hutan.
- Polda Papua dan Satgas Damai Cartenz fokus pada pengamanan lokasi, evakuasi korban, serta penyelidikan motif penembakan tersebut.
Suara.com - Aparat kepolisian bergerak cepat menembus medan sulit untuk menjangkau lokasi penembakan pesawat milik PT Smart Air Aviation di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Insiden ini menewaskan dua pilot dan memicu pengerahan pasukan gabungan ke wilayah terpencil tersebut.
Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz diterjunkan guna mengamankan area bandara sekaligus melakukan penanganan awal pascakejadian. Akses yang terbatas serta kondisi geografis yang ekstrem menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi dan penyelidikan.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan personel gabungan saat ini masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.
“Diharapkan bisa segera tiba di lokasi secepatnya menyesuaikan tantangan kondisi geografis dan aksesnya,” ujar Johnny kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Sementara itu, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani memastikan adanya korban jiwa dalam insiden penembakan tersebut. Ia menyebut dua orang meninggal dunia, namun belum membeberkan detail lebih lanjut.
Penembakan diketahui menyasar pesawat Cessna PK-SNR yang melayani penerbangan perintis rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu. Pesawat ditembaki sesaat setelah mendarat di Bandara Koroway Batu sekitar pukul 10.00 WIT.
Pesawat tersebut membawa total 12 orang. Setelah terjadi penembakan, pilot dan penumpang dilaporkan menyelamatkan diri dengan berlari ke area hutan di sekitar bandara.
Namun, beberapa jam berselang, dua pilot pesawat, yakni Capt. Egon E dan Capt. Baskoro, dinyatakan meninggal dunia. Aparat kini memfokuskan pengamanan lokasi, evakuasi korban, serta pengejaran pelaku penembakan beserta pengungkapan motifnya.
Baca Juga: Eksplorasi Ekologi dan Nasib Hiu di Papua Nugini dalam The Shark Caller