- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mendesak pemerintah segera selesaikan penahanan bantuan korban bencana Aceh dari Malaysia oleh Bea dan Cukai.
- Bantuan logistik dari diaspora Aceh tertahan di Port Klang Malaysia karena masalah birokrasi impor dan klasifikasi barang tanpa dokumen pendukung.
- Penyelesaian kunci pelepasan barang bantuan ini sangat bergantung pada keluarnya keterangan resmi dan persetujuan dari BNPB kepada Bea Cukai.
Menunggu Lampu Hijau dari BNPB
Dalam penjelasannya, Tito Karnavian menegaskan bahwa kunci utama dari pelepasan bantuan ini ada pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, keterangan resmi dari BNPB menjadi syarat mutlak bagi Bea dan Cukai untuk memberikan pembebasan bea masuk maupun izin prinsip lainnya.
Tito menyebutkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan agar bantuan tersebut tidak lagi tertahan lama di pelabuhan. Ia menjamin bahwa jika administrasi di tingkat BNPB selesai, maka barang-barang tersebut bisa segera didistribusikan ke Aceh.
"Ya pokoknya, selama ada keterangan dari BNPB, bisa kita bebaskan, Pak. Jadi, BNPB bilang ini barang bantuan bencana, Bea Cukai akan melepaskan. Kami sudah koordinasi dengan BNPB, nanti yang menerima BNPB, yang menyalurkan juga BNPB,” ucap Tito.