Jejak Berdarah Mayjen Jasper Jeffers yang Ditunjuk Amerika Serikat jadi Komandan ISF di Gaza

Bella Suara.Com
Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:07 WIB
Jejak Berdarah Mayjen Jasper Jeffers yang Ditunjuk Amerika Serikat jadi Komandan ISF di Gaza
Komandan International Stabilization Force (ISF) Mayor Jenderal Jasper Jeffers. (U.S. Army/Spc. Michael Udejiofor/Handout via REUTERS)
Baca 10 detik
  • Pemerintah AS menunjuk Mayor Jenderal Jasper Jeffers memimpin International Stabilization Force (ISF) untuk keamanan Gaza pascagencatan senjata.
  • Jeffers memiliki rekam jejak operasi khusus di Irak, Suriah, Afghanistan, serta mediasi di Lebanon, mendukung strategi demiliterisasi Hamas.
  • Mandat utama ISF adalah operasi keamanan, demiliterisasi Hamas, dan membuka akses bantuan kemanusiaan, ditargetkan awal 2026.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat menunjuk Mayor Jenderal Jasper Jeffers sebagai Komandan International Stabilization Force (ISF), pasukan multinasional yang diproyeksikan menjadi tulang punggung keamanan Jalur Gaza pascagencatan senjata.

Penunjukan ini menegaskan arah baru strategi Washington yang menempatkan figur berlatar belakang operasi khusus untuk mengawal proses “demiliterisasi menyeluruh” Hamas dan stabilisasi wilayah.

ISF merupakan bagian dari kerangka tata kelola Gaza yang didorong oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam skema tersebut, AS menyiapkan empat struktur paralel, yakni Board of Peace, Gaza Executive Board, Komite Nasional Administrasi Gaza, serta International Stabilization Force sebagai instrumen keamanan utama.

Figur Operasi Khusus dengan Rekam Jejak Panjang

Mengutip palestinechronicle.com, penunjukan Jeffers tidak terlepas dari rekam jejak militernya yang panjang di berbagai kawasan konflik. Karier perwira dua bintang ini dimulai pada 1996 sebagai perwira infanteri di Divisi Gunung ke-10 Angkatan Darat AS. Ia kemudian meniti jalur unit elite, termasuk Ranger dan komando operasi khusus.

Jeffers tercatat terlibat langsung dalam invasi AS ke Irak pada 2003, dengan peran sebagai komandan kompi dan perwira operasi udara.

Setelah menyelesaikan pendidikan staf dan komando di Fort Leavenworth, ia bergabung dengan United States Army Special Operations Command dan menangani berbagai misi berisiko tinggi di Irak, Suriah, dan Afghanistan.

Pengalamannya semakin meluas ketika ia ditugaskan sebagai penasihat dalam misi NATO Operation Resolute Support di Afghanistan, serta terlibat dalam Operation Inherent Resolve, kampanye militer pimpinan AS melawan kelompok Islamic State di Irak dan Suriah.

Dari Mediasi Lebanon ke Gaza

Jasper Jeffers. (AFP VIA GETTY IMAGES)
Jasper Jeffers. (AFP VIA GETTY IMAGES)

Pada akhir 2024, Jeffers kembali menjadi sorotan internasional saat ditempatkan di Lebanon untuk mengawasi implementasi gencatan senjata antara pemerintah Lebanon dan Hezbollah.

Dalam tugas tersebut, ia bekerja berdampingan dengan utusan khusus AS Amos Hochstein, menandai pergeseran perannya dari murni militer ke ranah diplomasi keamanan.

Baca Juga: Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza, Komisi I DPR: Bukti Kepercayaan Dunia pada TNI

Pengalaman inilah yang dinilai relevan untuk memimpin ISF di Gaza, wilayah dengan kompleksitas konflik militer, politik, dan kemanusiaan yang saling berkelindan.

Mandat ISF: Keamanan hingga Akses Kemanusiaan

Gedung Putih menegaskan bahwa mandat utama Jeffers sebagai Komandan ISF adalah memimpin operasi keamanan, mendukung proses demiliterisasi Hamas, serta membuka jalur aman bagi penyaluran bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi.

ISF dirancang sebagai pasukan multinasional di bawah kepemimpinan militer AS. Namun, hingga kini formasi pasukan tersebut belum sepenuhnya terbentuk.

Sejumlah negara dilaporkan masih ragu bergabung, terutama terkait kepastian pelucutan senjata Hamas dan aturan pelibatan tempur (rules of engagement) yang akan diterapkan.

Washington sendiri disebut menargetkan pengerahan awal ISF pada awal 2026, seiring masuknya fase kedua perjanjian gencatan senjata Gaza yang mencakup penarikan penuh pasukan pendudukan Israel, pembentukan komite teknokrat, dan restrukturisasi keamanan wilayah.

Gaza di Tengah Perang Berkepanjangan

Rencana stabilisasi ini muncul di tengah krisis kemanusiaan yang belum mereda. Sejak Oktober 2023, Israel melancarkan perang besar-besaran di Jalur Gaza yang menewaskan hampir 72 ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 171 ribu lainnya, berdasarkan data otoritas kesehatan Gaza. Kekerasan tetap berlanjut meski gencatan senjata yang dimediasi AS mulai berlaku sejak Oktober tahun lalu.

Dalam konteks inilah, sosok Jasper Jeffers diposisikan sebagai aktor kunci. Bukan hanya sebagai komandan militer, tetapi sebagai arsitek keamanan yang diharapkan mampu membuka ruang bagi pemerintahan sipil sementara dan pemulihan kehidupan warga Gaza di tengah lanskap politik Timur Tengah yang terus bergejolak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI