Evakuasi Mencekam 26 Warga China di Tambang Emas Nabire Pasca Serangan KKB Aibon Kogoya

Bangun Santoso

Minggu, 22 Februari 2026 | 14:38 WIB
Evakuasi Mencekam 26 Warga China di Tambang Emas Nabire Pasca Serangan KKB Aibon Kogoya
Para pekerja tambang sesaat sebelum dievakuasi ke lokasi yang dianggap aman dari gangguan KKB. (ANTARA/HO-Polres Nabire)
baca 10 detik
  • KKB pimpinan Aibon Kogoya menyerang lokasi penambangan emas Legari, Nabire, menyebabkan dua orang dilaporkan tewas.
  • Aparat gabungan TNI-Polri memprioritaskan evakuasi karyawan PT Kristalin Nabire, termasuk 26 WNA asal China.
  • Operasi keamanan juga mencakup penyelamatan pendulang emas tradisional di sepanjang Kali Musairo, menyusul insiden kekerasan tersebut.

Ia menyebutkan pihaknya juga akan mengevakuasi para pendulang emas sehingga segera dilakukan penelusuran di sepanjang Kali Musairo mengingat sebelumnya, Sabtu (21/2) sekitar 75 orang sudah dievakuasi.

Proses evakuasi yang berlangsung sejak Sabtu tersebut menunjukkan besarnya skala ancaman yang dihadapi. Evakuasi tahap pertama telah berhasil mengamankan puluhan orang, namun jumlah warga yang masih berada di sekitar Kali Musairo diperkirakan masih cukup banyak.

Aparat keamanan harus bergerak cepat sebelum KKB kembali melakukan aksi teror yang dapat menambah jumlah korban jiwa dari pihak warga sipil maupun pekerja tambang.

Upaya penyelamatan ini dilakukan di bawah koordinasi ketat untuk mencegah terjadinya kontak tembak susulan yang dapat membahayakan para pengungsi. Kehadiran 26 warga negara China di lokasi tersebut juga menjadi perhatian diplomatik dan keamanan internasional, mengingat status mereka sebagai tenaga kerja asing yang legal bekerja di perusahaan tersebut.

Pengamanan di titik-titik kumpul evakuasi diperketat guna mengantisipasi pergerakan kelompok Aibon Kogoya yang dikenal sering berpindah-pindah di hutan Papua.

"Saat ini kami masih berupaya mengevakuasi karyawan maupun para pendulang yang ada di sekitar Kali Musairo, Legari," kata AKBP Samuel Tatiratu yang dihubungi dari Jayapura.

Mengenai kondisi korban tewas, hingga saat ini pihak kepolisian masih menunggu proses identifikasi medis secara resmi.

Jenazah para korban telah dibawa ke RSUD Nabire untuk menjalani prosedur autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian serta memastikan identitas mereka.

Hal ini penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban serta menjadi bagian dari proses penyelidikan hukum atas tindak pidana kekerasan yang dilakukan oleh KKB.

baca juga

Ketika ditanya tentang identitas jenazah yang ditemukan di TKP, Kapolres Nabire mengaku belum mendapat laporan hasil identifikasi yang dilakukan di RSUD Nabire.

Keterbatasan akses komunikasi dan situasi di lapangan yang masih dinamis membuat laporan data korban mengalir secara bertahap kepada pimpinan kepolisian di wilayah tersebut.

"Saya masih berada di Legari, dan hingga kini belum dapat laporan tentang hasil autopsi terhadap jenazah yang ditemukan di Pos PT Kristalin," kata Kapolres.

Aparat TNI dan Polri menegaskan bahwa operasi pengamanan akan terus berlanjut hingga seluruh area Legari dan Kali Musairo dinyatakan steril dari gangguan kelompok bersenjata.

Keberadaan pos-pos keamanan di sekitar PT Kristalin Nabire juga diperkuat untuk mencegah kelompok KKB menduduki fasilitas vital perusahaan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti instruksi dari petugas keamanan di lapangan demi kelancaran proses evakuasi menuju pusat kota Nabire yang lebih aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekam Jejak Homi Heluka, Komandan KKB Yahukimo Terlibat 9 Aksi Keji Ditangkap Satgas Damai Cartenz

Rekam Jejak Homi Heluka, Komandan KKB Yahukimo Terlibat 9 Aksi Keji Ditangkap Satgas Damai Cartenz

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 19:26 WIB

Legenda Persipura Ungkap Hasil Pertemuan dengan Gubernur Papua

Legenda Persipura Ungkap Hasil Pertemuan dengan Gubernur Papua

Bola | Kamis, 19 Februari 2026 | 14:46 WIB

Gubernur Papua Jamin Dukungan Penuh untuk Persipura Jayapura

Gubernur Papua Jamin Dukungan Penuh untuk Persipura Jayapura

Bola | Kamis, 19 Februari 2026 | 14:37 WIB

4 Anggota KKB Elkius Kobak Diringkus di Yahukimo, Dua Teridentifikasi Pembakar SMAN 2 Dekai

4 Anggota KKB Elkius Kobak Diringkus di Yahukimo, Dua Teridentifikasi Pembakar SMAN 2 Dekai

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 17:06 WIB

Darurat Kemanusiaan: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden Segera Laksanakan Rekomendasi DPD RI

Darurat Kemanusiaan: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden Segera Laksanakan Rekomendasi DPD RI

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 10:27 WIB

Kekuatan KKB Yahukimo 200 Orang, Pola Serangan Disebut Sasar Pilot dan Warga Sipil

Kekuatan KKB Yahukimo 200 Orang, Pola Serangan Disebut Sasar Pilot dan Warga Sipil

News | Senin, 16 Februari 2026 | 17:51 WIB

Buntut Penembakan Pesawat Smart Air, Kemenhub Tutup Penerbangan di 11 Bandara Papua

Buntut Penembakan Pesawat Smart Air, Kemenhub Tutup Penerbangan di 11 Bandara Papua

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 17:04 WIB

Terkini

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:00 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:56 WIB

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:55 WIB

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:54 WIB

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:53 WIB

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 18:44 WIB

Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?

Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:40 WIB

Jalan Raya Terus Rusak, Pengiriman Barang di Atas 500 Km Disarankan Lewat Kereta Api

Jalan Raya Terus Rusak, Pengiriman Barang di Atas 500 Km Disarankan Lewat Kereta Api

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 18:40 WIB

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:30 WIB

×