Evakuasi Mencekam 26 Warga China di Tambang Emas Nabire Pasca Serangan KKB Aibon Kogoya

Bangun Santoso

Minggu, 22 Februari 2026 | 14:38 WIB
Evakuasi Mencekam 26 Warga China di Tambang Emas Nabire Pasca Serangan KKB Aibon Kogoya
Para pekerja tambang sesaat sebelum dievakuasi ke lokasi yang dianggap aman dari gangguan KKB. (ANTARA/HO-Polres Nabire)
baca 10 detik
  • KKB pimpinan Aibon Kogoya menyerang lokasi penambangan emas Legari, Nabire, menyebabkan dua orang dilaporkan tewas.
  • Aparat gabungan TNI-Polri memprioritaskan evakuasi karyawan PT Kristalin Nabire, termasuk 26 WNA asal China.
  • Operasi keamanan juga mencakup penyelamatan pendulang emas tradisional di sepanjang Kali Musairo, menyusul insiden kekerasan tersebut.

Suara.com - Situasi keamanan di wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kembali memanas menyusul aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri kini tengah mengerahkan personel dalam skala besar untuk mengamankan lokasi penambangan emas di wilayah Legari.

Fokus utama dari operasi ini adalah menyelamatkan para pekerja tambang yang terjebak di area konflik, termasuk puluhan warga negara asing yang berada di bawah naungan perusahaan tambang setempat.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu memberikan keterangan resmi mengenai langkah-masing darurat yang diambil oleh tim gabungan.

Menurutnya, prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh karyawan PT Kristalin Nabire yang masih berada di lokasi kejadian.

Di antara para pekerja tersebut, terdapat puluhan warga negara asing asal China yang keselamatannya terancam akibat gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata di wilayah tersebut.

"Saat ini kami sedang berupaya mengevakuasi karyawan, termasuk 26 orang berkebangsaan China dari lokasi penambangan," kata AKBP Samuel Tatiratu sebagaimana dilansir Antara, Minggu (22/2/2026).

Langkah evakuasi ini diambil sebagai respons cepat terhadap serangan mematikan yang dilancarkan oleh KKB pimpinan Aibon Kogoya.

Kelompok tersebut dilaporkan melakukan penyerangan secara tiba-tiba di kawasan penambangan Legari. Serangan tersebut tidak hanya menciptakan kepanikan massal di kalangan pekerja, tetapi juga telah memakan korban jiwa.

baca juga

Berdasarkan data awal, terdapat dua orang yang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut, yang memicu peningkatan status keamanan di seluruh wilayah penambangan emas di Kabupaten Nabire.

Wilayah Legari dan sekitarnya memang dikenal sebagai salah satu titik aktif penambangan emas di Papua Tengah.

Keberadaan PT Kristalin Nabire sebagai salah satu entitas yang beroperasi di sana membuat kawasan ini memiliki mobilitas pekerja yang cukup tinggi, baik pekerja lokal maupun tenaga kerja asing.

Namun, kondisi geografis yang menantang dan kerawanan gangguan keamanan dari KKB menjadikan proses evakuasi memerlukan strategi dan pengamanan ketat dari tim gabungan TNI-Polri.

Selain fokus pada karyawan perusahaan, aparat keamanan juga memperluas jangkauan evakuasi terhadap masyarakat sipil lainnya yang berprofesi sebagai pendulang emas tradisional.

Para pendulang ini tersebar di sepanjang aliran sungai yang menjadi akses utama menuju lokasi tambang. Penelusuran secara intensif dilakukan untuk memastikan tidak ada warga sipil yang tertinggal di zona bahaya.

Ia menyebutkan pihaknya juga akan mengevakuasi para pendulang emas sehingga segera dilakukan penelusuran di sepanjang Kali Musairo mengingat sebelumnya, Sabtu (21/2) sekitar 75 orang sudah dievakuasi.

Proses evakuasi yang berlangsung sejak Sabtu tersebut menunjukkan besarnya skala ancaman yang dihadapi. Evakuasi tahap pertama telah berhasil mengamankan puluhan orang, namun jumlah warga yang masih berada di sekitar Kali Musairo diperkirakan masih cukup banyak.

Aparat keamanan harus bergerak cepat sebelum KKB kembali melakukan aksi teror yang dapat menambah jumlah korban jiwa dari pihak warga sipil maupun pekerja tambang.

Upaya penyelamatan ini dilakukan di bawah koordinasi ketat untuk mencegah terjadinya kontak tembak susulan yang dapat membahayakan para pengungsi. Kehadiran 26 warga negara China di lokasi tersebut juga menjadi perhatian diplomatik dan keamanan internasional, mengingat status mereka sebagai tenaga kerja asing yang legal bekerja di perusahaan tersebut.

Pengamanan di titik-titik kumpul evakuasi diperketat guna mengantisipasi pergerakan kelompok Aibon Kogoya yang dikenal sering berpindah-pindah di hutan Papua.

"Saat ini kami masih berupaya mengevakuasi karyawan maupun para pendulang yang ada di sekitar Kali Musairo, Legari," kata AKBP Samuel Tatiratu yang dihubungi dari Jayapura.

Mengenai kondisi korban tewas, hingga saat ini pihak kepolisian masih menunggu proses identifikasi medis secara resmi.

Jenazah para korban telah dibawa ke RSUD Nabire untuk menjalani prosedur autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian serta memastikan identitas mereka.

Hal ini penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban serta menjadi bagian dari proses penyelidikan hukum atas tindak pidana kekerasan yang dilakukan oleh KKB.

Ketika ditanya tentang identitas jenazah yang ditemukan di TKP, Kapolres Nabire mengaku belum mendapat laporan hasil identifikasi yang dilakukan di RSUD Nabire.

Keterbatasan akses komunikasi dan situasi di lapangan yang masih dinamis membuat laporan data korban mengalir secara bertahap kepada pimpinan kepolisian di wilayah tersebut.

"Saya masih berada di Legari, dan hingga kini belum dapat laporan tentang hasil autopsi terhadap jenazah yang ditemukan di Pos PT Kristalin," kata Kapolres.

Aparat TNI dan Polri menegaskan bahwa operasi pengamanan akan terus berlanjut hingga seluruh area Legari dan Kali Musairo dinyatakan steril dari gangguan kelompok bersenjata.

Keberadaan pos-pos keamanan di sekitar PT Kristalin Nabire juga diperkuat untuk mencegah kelompok KKB menduduki fasilitas vital perusahaan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti instruksi dari petugas keamanan di lapangan demi kelancaran proses evakuasi menuju pusat kota Nabire yang lebih aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekam Jejak Homi Heluka, Komandan KKB Yahukimo Terlibat 9 Aksi Keji Ditangkap Satgas Damai Cartenz

Rekam Jejak Homi Heluka, Komandan KKB Yahukimo Terlibat 9 Aksi Keji Ditangkap Satgas Damai Cartenz

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 19:26 WIB

Legenda Persipura Ungkap Hasil Pertemuan dengan Gubernur Papua

Legenda Persipura Ungkap Hasil Pertemuan dengan Gubernur Papua

Bola | Kamis, 19 Februari 2026 | 14:46 WIB

Gubernur Papua Jamin Dukungan Penuh untuk Persipura Jayapura

Gubernur Papua Jamin Dukungan Penuh untuk Persipura Jayapura

Bola | Kamis, 19 Februari 2026 | 14:37 WIB

4 Anggota KKB Elkius Kobak Diringkus di Yahukimo, Dua Teridentifikasi Pembakar SMAN 2 Dekai

4 Anggota KKB Elkius Kobak Diringkus di Yahukimo, Dua Teridentifikasi Pembakar SMAN 2 Dekai

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 17:06 WIB

Darurat Kemanusiaan: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden Segera Laksanakan Rekomendasi DPD RI

Darurat Kemanusiaan: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden Segera Laksanakan Rekomendasi DPD RI

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 10:27 WIB

Kekuatan KKB Yahukimo 200 Orang, Pola Serangan Disebut Sasar Pilot dan Warga Sipil

Kekuatan KKB Yahukimo 200 Orang, Pola Serangan Disebut Sasar Pilot dan Warga Sipil

News | Senin, 16 Februari 2026 | 17:51 WIB

Buntut Penembakan Pesawat Smart Air, Kemenhub Tutup Penerbangan di 11 Bandara Papua

Buntut Penembakan Pesawat Smart Air, Kemenhub Tutup Penerbangan di 11 Bandara Papua

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 17:04 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×