Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang

Erick Tanjung | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 16:48 WIB
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang
Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW). (Suara.com/Bagaskara)
  • HNW tawarkan sistem Stembus Accord sebagai solusi moderat ambang batas parlemen.
  • Usulan kenaikan PT tujuh persen dinilai berisiko hilangkan jutaan suara rakyat.
  • Surya Paloh tetap dorong ambang batas tinggi demi stabilitas pemerintahan nasional.

Suara.com - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), menanggapi beragam usulan mengenai perubahan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT). HNW menilai usulan kenaikan PT hingga 7 persen berisiko menghilangkan suara rakyat secara masif. Sebagai jalan tengah, ia menawarkan solusi sistem Stembus Accord atau penggabungan suara.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menjelaskan bahwa penataan sistem kepartaian harus merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Di satu sisi, MK mendorong penyederhanaan partai politik, namun di sisi lain mengkritisi ambang batas yang menyebabkan banyak suara pemilih tidak terwakili di DPR.

"Jika PT ditetapkan 0 persen, itu bertentangan dengan MK yang menginginkan penyederhanaan partai. Namun, jika di atas 4 persen, apalagi sampai 7 persen, hal itu akan menghadirkan banyak pihak yang tidak terwakili atau hilangnya suara rakyat," ujar HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (24/2/2026).

Menurut HNW, angka PT 4 persen saat ini sebenarnya sudah moderat karena mampu menyaring 9 hingga 10 partai dengan latar belakang ideologi beragam. Sebagai inovasi merespons putusan MK, ia mengusulkan penerapan kembali sistem Stembus Accord seperti pada Pemilu 1999.

Skema ini memungkinkan partai yang memperoleh kursi namun tidak memenuhi ambang batas nasional tetap duduk di DPR dengan cara bergabung dengan partai lain membentuk satu fraksi. HNW mencontohkan pengalaman Partai Keadilan (PK) pada tahun 1999.

"PK waktu itu hanya meraih tujuh kursi dan tidak mencapai PT. Namun, karena ada Stembus Accord, kursi PK tidak hilang. Kami bergabung dengan PAN membentuk Fraksi Reformasi," ungkapnya.

HNW berpendapat sistem ini dapat menyeimbangkan kepentingan penyederhanaan partai tanpa mengabaikan aspirasi pemilih.

"Ini jalan tengah yang penting. PT tetap dikoreksi, namun penyederhanaan terjadi melalui kelompok fraksi tanpa menghilangkan suara rakyat," tegasnya.

Konsistensi Partai NasDem

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menegaskan sikap partainya yang cenderung mendorong angka ambang batas parlemen yang lebih tinggi. Saat ini, pembahasan teknis besaran angka tersebut tengah digodok oleh Fraksi NasDem bersama komisi terkait di DPR.

"Sedang dibahas oleh rekan-rekan di DPR, khususnya Komisi II. Saya serahkan pembicaraannya kepada pimpinan fraksi lainnya," ujar Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Terkait usulan lama NasDem mengenai angka PT 7 persen, Paloh menyatakan konsistensi sangat penting bagi partainya. Menurutnya, penyederhanaan jumlah partai melalui sistem selected party akan lebih efektif dalam menjaga stabilitas pemerintahan serta mengoptimalkan manfaat demokrasi.

"NasDem berpikir jujur, dari sistem multipartai lebih baik berubah menjadi selected party. Itu jauh lebih efektif untuk stabilitas pemerintahan dan implementasi hasil demokrasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HNW Kecam Keras Sahur On The Road di Jombang, Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi?

HNW Kecam Keras Sahur On The Road di Jombang, Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi?

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:23 WIB

Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen

Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 15:18 WIB

Komisi IV DPR RI Apresiasi Produksi Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Internasional

Komisi IV DPR RI Apresiasi Produksi Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Internasional

DPR | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:13 WIB

Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN

Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:02 WIB

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:48 WIB

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:42 WIB

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:41 WIB

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:33 WIB

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:23 WIB

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:15 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:49 WIB