Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa

Vania Rossa

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:02 WIB
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Mahfud MD mengecam Dwi Tyas yang bangga anaknya menjadi WNA setelah menikmati fasilitas negara, menunjukkan kekecewaan mendalam.
  • Mahfud MD mendukung sanksi seperti pencabutan beasiswa dan *blacklist* bagi Dwi Tyas atas pernyataan yang dianggap melecehkan Indonesia.
  • Mahfud MD mengingatkan pemerintah bahwa sikap Dwi Tyas dapat merefleksikan kegagalan negara mengayomi rakyatnya dari masalah birokrasi dan hukum.

Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara terkait viralnya seorang ibu muda, Dwi Sasetyaningtyas (Dwi Tyas), yang secara terang-terangan menyatakan kebanggaannya atas status kewarganegaraan anaknya yang menjadi Warga Negara Asing (WNA).

Pernyataan Dwi yang menyebut, “Cukup saya saja yang jadi WNI, anak saya tidak usah,” memicu reaksi keras dari publik, termasuk dari Mahfud MD. Tokoh hukum tata negara itu mengaku marah dan kecewa atas sikap tersebut, terlebih karena Dwi Tyas dinilai telah banyak menikmati fasilitas negara, termasuk pendidikan.

“Ketika saya mendengar itu, saya ikut marah. Sebagai warga negara Indonesia yang telah mencicipi nikmatnya Indonesia ini, bisa bersekolah, lalu dia melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah. Itu sangat menyakitkan bagi kita,” ujar Mahfud MD dalam sebuah tayangan bincang-bincang baru-baru ini.

Ia kembali menegaskan kemarahannya dalam pernyataan lain. “Pertama ketika saya mendengar itu saya ikut marah tentu saja ya sebagai warga negara Indonesia yang telah mencicipi nikmatnya Indonesia ini sesudah merdeka sehingga bisa menyekolahkan orang juga. Saya mendengar itu marah dan itu bertentangan dengan prinsip yang sering kita nyatakan di forum ini selalu jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ujar Mahfud MD dalam kanal YouTube Mahfud MD Official, Rabu (25/2/2026).

Mahfud MD, yang kerap menggaungkan pesan “Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” menilai sikap emosional Dwi Tyas sangat keliru dan bertentangan dengan prinsip nasionalisme. Ia bahkan secara tegas mendukung wacana pemberian sanksi kepada yang bersangkutan.

“Kita salahkanlah Dwi Tyas itu mengatakan gitu. Cabut beasiswanya suruh ganti, saya setuju blacklist,” tegasnya.

Meski mengecam tindakan Dwi Tyas, Mahfud MD mengingatkan publik dan penyelenggara negara agar tidak sekadar meluapkan kemarahan. Ia menilai fenomena memudarnya rasa cinta Tanah Air juga bisa menjadi cerminan kegagalan negara dalam mengayomi rakyatnya.

Mahfud menyebut, sikap Dwi Tyas tak lepas dari rasa putus asa terhadap kondisi birokrasi dan hukum di Indonesia. Pemerintah, menurutnya, dinilai semakin kebal terhadap kritik dan enggan melakukan perbaikan.

“Kita juga harus sadar dirilah. Pemerintah pengelola negara ini kan dia katakan kenapa dia melakukan itu? Karena perkembangan terakhir nampaknya membuat putus asa,” ungkapnya.

baca juga

Ia kemudian menjabarkan berbagai realitas yang kerap dihadapi masyarakat, mulai dari sulitnya mencari lapangan pekerjaan, maraknya praktik pemerasan, hingga persoalan penegakan hukum, di mana putusan pengadilan yang sudah inkrah masih dapat dipermainkan.

“Kesetiaan kepada republik ini akan luntur, rasa cinta kepada bangsa ini akan menjadi hilang secara pelan-pelan kalau negara ini tidak mampu mengayomi rakyatnya, memfasilitasi rakyatnya untuk menikmati hak-hak hidupnya secara wajar sesuai dengan yang tersedia di Indonesia,” paparnya.

Di sisi lain, Mahfud juga mengakui bahwa secara rekam jejak, Dwi Tyas merupakan sosok yang cerdas dan kerap menyampaikan kritik serta solusi konstruktif untuk Indonesia melalui media sosialnya.

“Instagram atau medsos yang digawangi sendiri oleh Dwi Tyas ini bagus-bagus kok, kalau kita untuk Indonesia kan bagus-bagus kecintaannya kepada Indonesia tinggi,” jelasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Akun Resmi Serie A Italia: Jay Idzes Aja Bangga!

Heboh Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Akun Resmi Serie A Italia: Jay Idzes Aja Bangga!

Bola | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:19 WIB

Terbongkar Fakta Sebenarnya Beasiswa Isyana Sarasvati, Beda dengan Maudy Ayunda dan Tasya Kamila

Terbongkar Fakta Sebenarnya Beasiswa Isyana Sarasvati, Beda dengan Maudy Ayunda dan Tasya Kamila

Entertainment | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:12 WIB

Kasus Suami Dwi Sasetyaningtyas, Sabrina Chairunnisa Soroti Awardee "Kabur"

Kasus Suami Dwi Sasetyaningtyas, Sabrina Chairunnisa Soroti Awardee "Kabur"

Your Say | Rabu, 25 Februari 2026 | 12:42 WIB

Terkini

Sugiono Serahkan Jabatan Menlu kepada Arrmanatha Nasir, Keduanya Sempat Berpelukan

Sugiono Serahkan Jabatan Menlu kepada Arrmanatha Nasir, Keduanya Sempat Berpelukan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Bus EPA Persib U-18 Diserang, Ketum Jakmania: Jelas Salah, Mohon Maaf

Bus EPA Persib U-18 Diserang, Ketum Jakmania: Jelas Salah, Mohon Maaf

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Berapa Biaya Haji 2027 di Kota Makassar? Lebih Mahal dari Aceh

Berapa Biaya Haji 2027 di Kota Makassar? Lebih Mahal dari Aceh

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:20 WIB

6 Rekomendasi Jam Tangan Pria Terbaik untuk Aktivitas Outdoor, Harga Mulai Rp500 Ribuan

6 Rekomendasi Jam Tangan Pria Terbaik untuk Aktivitas Outdoor, Harga Mulai Rp500 Ribuan

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:17 WIB

DPR Dukung Mutasi 199 Perwira Polri, Sahroni Ingatkan Jangan Tunggu Viral Baru Bertindak

DPR Dukung Mutasi 199 Perwira Polri, Sahroni Ingatkan Jangan Tunggu Viral Baru Bertindak

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:14 WIB

PAN Mantap Usung Prabowo di 2029, Demokrat Belum Bicara Pilpres

PAN Mantap Usung Prabowo di 2029, Demokrat Belum Bicara Pilpres

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Maia Estianty Disebut Tone Deaf usai Bahas Rezeki dan Sedekah, Apa Sih Artinya?

Maia Estianty Disebut Tone Deaf usai Bahas Rezeki dan Sedekah, Apa Sih Artinya?

Entertainment | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:11 WIB

PT Timah (TINS) Bongkar Rencana Besar Kuartal IV 2026, Sahamnya Masih Loyo

PT Timah (TINS) Bongkar Rencana Besar Kuartal IV 2026, Sahamnya Masih Loyo

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Cara Mandi yang Benar untuk Menjaga Kesehatan Kulit, Jangan Terlalu Lama!

Cara Mandi yang Benar untuk Menjaga Kesehatan Kulit, Jangan Terlalu Lama!

Sumut | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Inovasi Energi Bersih, PLN Group Raih Empat Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

Inovasi Energi Bersih, PLN Group Raih Empat Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:08 WIB

×