Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:52 WIB
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
Pedagang menata cabai rawit dagangannya di pasar Cibubur, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Harga komoditas bahan pokok naik signifikan di awal Ramadan; cabai rawit merah melonjak tertinggi 9,54% menurut data PIHPS.
  • DPRD DKI Jakarta kesulitan mengendalikan harga komoditas seperti cabai dan bawang yang bergantung pada pemasok.
  • Pemerintah berencana distribusi pangan dari Jawa dan Sulawesi Selatan untuk menstabilkan harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati.

Suara.com - Memasuki awal Ramadan tahun ini, masyarakat harus menghadapi kenyataan pahit akibat kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok yang kian melambung tinggi.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, mayoritas harga sembako terpantau merangkak naik secara signifikan di berbagai pasar tanah air.

Harga cabai rawit merah tercatat mengalami lonjakan paling tajam sebesar 9,54 persen hingga menyentuh angka Rp83.850 per kilogram.

Tak hanya itu, cabai merah keriting pun mulai meroket 8,16 persen menjadi Rp50.350 per kilogram di pasaran.

Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah mengalami kenaikan 5,68 persen menjadi Rp46.500 per kilogram, sementara bawang putih ukuran sedang naik menjadi Rp41.350 per kilogram.

Sektor pangan pokok berupa beras kualitas bawah juga ikut terkerek naik antara 3,13 persen hingga 4,55 persen di kisaran harga Rp14.650 sampai Rp15.100 per kilogram.

Lonjakan harga ini juga merambah ke sektor protein, di mana daging ayam ras naik 2,18 persen menjadi Rp42.150 per kilogram dan daging sapi kualitas I mencapai Rp145.900 per kilogram.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, memberikan sorotan tajam terhadap kendali harga di tingkat pemasok yang sulit diintervensi.

"Saya dengar sekarang kenaikannya makin tinggi gitu kan, terhadap misalnya cabai, bawang merah. Nah, memang kalau kemarin kami tanyakan, itu tergantung pemasok. Kami nggak bisa, istilahnya mungkin, menjaga kestabilan. Yang bisa kami jaga stabilkan itu kan yang ada di BUMD mungkin, kayak Food Station maupun Dharma Jaya," ujar Nova di Kompleks DPRD DKI Jakarta, Rabu (25/2/2026).

baca juga

Ia menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengontrol komoditas yang tidak dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Kan memang tidak boleh, misalnya kayak Food Station, dia menjual beras di atas HET, nggak boleh. Itu yang bisa kami jaga. Mungkin kayak Dharma Jaya, daging ayam mungkin di sini ikan itu kami bisa kontrol harganya. Tapi kalau misalnya kayak bawang merah, cabai itu tergantung pemasok. Saya rasa, kami nggak bisa kontrol," kata dia.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, membeberkan sejumlah faktor teknis yang memicu anomali harga tersebut.

Hasudungan menjelaskan bahwa kenaikan harga daging sapi dipicu oleh lonjakan permintaan saat Ramadan sebesar 3,57 persen serta pengaruh nilai tukar mata uang global di negara produsen.

Adapun penyebab meroketnya harga cabai rawit merah diakibatkan oleh tingginya curah hujan yang mengganggu produksi serta serangan hama yang meningkatkan biaya produksi untuk obat-obatan.

Sebagai langkah antisipasi, Badan Pangan Nasional berencana segera menjalankan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dengan menyuplai cabai dari Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan ke Pasar Induk Kramat Jati.

"Dengan harga pengecer maksimal Rp5 ribu per kilogram di atas harga pembelian," papar Hasudungan.

Pun untuk lonjakan harga daging, Dinas KPKP DKI Jakarta juga berkomitmen melakukan pengawasan guna memastikan penjualan tetap sesuai dengan koridor yang telah ditentukan pemerintah.

"Kami monitoring ketat guna memastikan harga penjualan di tingkat pedagang pengecer," tutup Hasudungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramadan 2026: Raditya Dika Singgung Peran Komunitas bagi Pria

Ramadan 2026: Raditya Dika Singgung Peran Komunitas bagi Pria

Lifestyle | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:38 WIB

Bayar Zakat Fitrah Apakah Harus Pakai Beras? Simak Ketentuannya

Bayar Zakat Fitrah Apakah Harus Pakai Beras? Simak Ketentuannya

Lifestyle | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:16 WIB

5 Tempat Bukber Estetik di Jogja, Harga Terjangkau Mulai Rp5 Ribuan Saja

5 Tempat Bukber Estetik di Jogja, Harga Terjangkau Mulai Rp5 Ribuan Saja

Lifestyle | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:58 WIB

Sujud Terakhir Ibu di Ujung Ramadan

Sujud Terakhir Ibu di Ujung Ramadan

Your Say | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

Menko Yusril: Usulan Luhut soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kodam Benarkan Prajurit TNI dari Kodim Langkat Ditangkap Terkait 47 Kg Sabu di Pekanbaru

Kodam Benarkan Prajurit TNI dari Kodim Langkat Ditangkap Terkait 47 Kg Sabu di Pekanbaru

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Pakar Hukum Soroti Fenomena Trial by Press dalam Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

Pakar Hukum Soroti Fenomena Trial by Press dalam Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla

Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya

Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Warga Patungan Masker untuk Korban Karhutla, Enter Nusantara Sindir Pemerintah Abai Tangani Bencana

Warga Patungan Masker untuk Korban Karhutla, Enter Nusantara Sindir Pemerintah Abai Tangani Bencana

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik

Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Guru SMP Ditodong Senjata di Depan Sekolah, Begal Gasak Motor, Polisi Buru Pelaku

Guru SMP Ditodong Senjata di Depan Sekolah, Begal Gasak Motor, Polisi Buru Pelaku

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×