Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:54 WIB
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
Anggota Komisi VI DPR RI fraksi PDIP, Mufti Anam. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Mufti Anam mengkritik keras impor 105.000 pikap India untuk Koperasi Desa Merah Putih karena dianggap mengkhianati kedaulatan industri nasional.
  • Impor kendaraan tersebut disayangkan karena mengabaikan kapasitas produksi industri otomotif domestik yang sedang menganggur dan memiliki TKDN potensial.
  • Mufti meminta pembatalan program yang didanai pinjaman bank Himbara berpotensi beban Rp40 triliun, serta akan memanggil Kemenkop terkait.

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan impor 105.000 unit kendaraan pikap dari India untuk program Koperasi Desa Merah Putih.

Ia menilai langkah tersebut sebagai kebijakan sembrono yang mengkhianati semangat kedaulatan industri nasional.

Mufti mengaku kaget karena rencana impor dalam skala besar ini tidak pernah dipaparkan dalam rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Koperasi maupun pihak Agrinas Pangan Nusantara.

"Saya terus terang sangat kecewa. Kami sebagai mitra pengawas tidak pernah sekalipun mendapatkan penjelasan mengenai rencana impor sebesar ini. Tiba-tiba tahu dari media ribuan unit sudah tiba. Ini sudah dirancang diam-diam," ujar Mufti Anam kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Mufti menyayangkan keputusan pemerintah yang lebih memilih produk India ketimbang memberdayakan industri otomotif dalam negeri yang saat ini masih memiliki kapasitas produksi menganggur (idle capacity).

Menurutnya, pengadaan 105.000 unit kendaraan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta mendorong pengembangan mobil nasional.

"Kita sering bicara hilirisasi dan membanggakan Maung sebagai simbol kebangkitan manufaktur. Tapi di saat yang sama, karpet merah justru diberikan ke produk impor. Ini kontradiktif! Jangan sampai slogan kemandirian hanya jadi 'omon-omon', sementara kebijakannya justru membunuh industri sendiri," tegasnya.

Tak hanya soal industri, politisi PDI Perjuangan itu juga menyoroti tata kelola keuangan program Koperasi Desa Merah Putih yang dinilainya berisiko tinggi. Ia mengungkapkan bahwa pengadaan kendaraan pikap tersebut diduga tidak menggunakan APBN, melainkan melalui pinjaman bank Himbara dengan cicilan mencapai Rp40 triliun per tahun.

"Pertanyaannya, siapa yang akan bayar cicilan itu? Kalau nanti KDMP tidak mampu, akhirnya APBN dan uang rakyat lagi yang harus menanggung beban akibat kebijakan sembrono ini," lanjut Mufti.

baca juga

Lebih lanjut, Mufti mengungkapkan adanya kebingungan di tingkat desa. Banyak kepala desa disebut tidak dilibatkan dalam pembangunan gudang-gudang Kopdes dan tidak memahami fungsi riil dari program tersebut.

Melihat banyaknya kejanggalan, mulai dari proses yang dinilai tidak transparan hingga potensi beban utang jangka panjang, Mufti secara tegas meminta agar program ini tidak hanya ditunda, tetapi dibatalkan.

"Saya tidak hanya meminta ditunda, tapi dibatalkan. Prosesnya tidak transparan dan tidak melalui perencanaan matang. Jangan sampai atas nama membangun desa, kita justru mematikan industri dalam negeri dan memperlemah daya saing sendiri," ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, Mufti memastikan Komisi VI DPR RI akan segera memanggil Kementerian Koperasi dan pihak-pihak terkait untuk memberikan pertanggungjawaban secara resmi.

"Kami akan memanggil mereka ke DPR. Nasib industri dalam negeri dan uang rakyat bukan hal yang bisa diputuskan secara diam-diam di bawah meja," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?

PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:01 WIB

Anggota DPR Desak Transparansi Penuh Kasus ABK Terancam Hukuman Mati: Jangan Ada Permainan Aparat!

Anggota DPR Desak Transparansi Penuh Kasus ABK Terancam Hukuman Mati: Jangan Ada Permainan Aparat!

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 11:51 WIB

Anggaran Kaltim Disunat 75 Persen, Gubernur Malah Beli Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar, DPR: Tidak Peka!

Anggaran Kaltim Disunat 75 Persen, Gubernur Malah Beli Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar, DPR: Tidak Peka!

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 11:27 WIB

1.000 Buruh Jabodetabek Geruduk DPR, Tuntut 5 Hal Ini!

1.000 Buruh Jabodetabek Geruduk DPR, Tuntut 5 Hal Ini!

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:36 WIB

Tangis Ibu Fandi Ramadhan dan Radit Ardiansyah Pecah dalam RDPU Komisi III DPR

Tangis Ibu Fandi Ramadhan dan Radit Ardiansyah Pecah dalam RDPU Komisi III DPR

Foto | Jum'at, 27 Februari 2026 | 06:00 WIB

Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?

Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 20:28 WIB

DPR Segera Panggil PT Agrinas Terkait Impor 105 Ribu Mobil Pickup India

DPR Segera Panggil PT Agrinas Terkait Impor 105 Ribu Mobil Pickup India

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:58 WIB

Anggota Komisi VI Kaget Tahu Impor Mobil India dari Media: Semestinya Dibahas Dulu di DPR

Anggota Komisi VI Kaget Tahu Impor Mobil India dari Media: Semestinya Dibahas Dulu di DPR

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:13 WIB

Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan

Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 17:45 WIB

Tangis Ibunda Radit di DPR: Mahasiswa IPK 4,0 Jadi Terdakwa Pembunuhan di Pantai Nipah

Tangis Ibunda Radit di DPR: Mahasiswa IPK 4,0 Jadi Terdakwa Pembunuhan di Pantai Nipah

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:09 WIB

Terkini

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:01 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB