Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius

Bernadette Sariyem | Suara.com

Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:47 WIB
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Israel mengebom Teheran Iran, Sabtu (28/2/2026) pagi (kiri) dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. [Suara.com]
  • Israel melancarkan serangan pendahuluan di Teheran pada Sabtu (28/2/2026) pagi, menargetkan area dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran.
  • Amerika Serikat dikonfirmasi berpartisipasi dalam operasi tersebut, sementara Israel bersiaga penuh atas balasan yang diperkirakan terjadi.
  • Iran merespons dengan menutup wilayah udara dan memutus seluler, sementara dunia menantikan serangan balasan yang mungkin terjadi.

Suara.com - Israel memulai perang dengan menjatuhkan bom di Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. 

Kepulan asap hitam terlihat membubung tinggi dari pusat kota, menandai serangan langsung yang jarang terjadi terhadap jantung pertahanan Republik Islam tersebut.

Laporan awal menunjukkan, serangan pertama yang signifikan terjadi di dekat kompleks kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Lokasi ini merupakan salah satu titik paling terjaga di seluruh negeri, yang kini menjadi pusat perhatian dunia internasional.

Keterlibatan Amerika Serikat dan Serangan Pre-emptif

Keterlibatan Amerika Serikat dalam operasi ini mulai terungkap, meskipun rincian mengenai sejauh mana keterlibatan tersebut belum dijelaskan secara eksplisit.

Associated Press melaporkan pernyataan dari seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, bahwa Washington berpartisipasi dalam dinamika ini.

Di sisi lain, militer AS memilih untuk tidak segera memberikan komentar resmi terkait serangan udara Israel tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memberikan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa serangan ini adalah langkah pertahanan yang mendesak.

“Negara Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel,” ujar Katz tanpa merinci ancaman spesifik yang dimaksud.

Lebih lanjut, Katz memperingatkan bahwa serangan balasan dari pihak Iran kemungkinan besar akan segera terjadi.

“Akibatnya, serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.”

Kondisi Ayatollah Ali Khamenei Masih Misterius

Hingga saat ini, belum jelas apakah Ayatollah Ali Khamenei, yang kini berusia 86 tahun, berada di kantornya saat ledakan terjadi.

Khamenei sendiri dilaporkan tidak terlihat di publik selama beberapa hari terakhir seiring dengan meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Situasi di pusat kota Teheran dilaporkan sangat mencekam. Otoritas setempat segera menutup akses jalan menuju kompleks Khamenei saat rentetan ledakan kembali terdengar di berbagai penjuru ibu kota.

Laporan dari sumber di Teheran menyebutkan setelah tiga ledakan awal, terjadi tiga ledakan susulan sekitar pukul 10.20 pagi waktu setempat, yang semuanya dilaporkan berada di dekat kompleks kepemimpinan di bagian selatan kota.

Media Iran melaporkan adanya ledakan di wilayah tengah, utara, dan timur Teheran tanpa memberikan penjelasan mendalam mengenai penyebab pastinya.

Kantor berita semi-pemerintah, ISNA, merilis video yang menunjukkan asap membubung di Jalan Pastor, lokasi di mana kantor kepresidenan Iran berada.

Iran Lumpuh, Israel Siaga Satu

Sebagai respons cepat terhadap serangan tersebut, pemerintah Iran segera menutup seluruh wilayah udaranya dan memutus layanan telepon seluler untuk alasan keamanan.

Peringatan bagi para pilot dikeluarkan tepat saat suara ledakan mulai mengguncang Teheran.

Di pihak lain, Israel tidak meremehkan potensi balasan. Sirene peringatan serangan udara terdengar di seluruh wilayah Israel secara bersamaan.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka telah mengeluarkan “Peringatan proaktif untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan peluncuran rudal ke arah negara Israel.”

Kesiagaan ini juga terlihat di sektor kesehatan. Sejumlah rumah sakit di Israel mulai menjalankan protokol darurat, termasuk memindahkan pasien dan seluruh aktivitas operasi ke fasilitas bawah tanah yang tahan ledakan.

Konteks Nuklir dan Tekanan Diplomatik

Serangan ini terjadi di tengah konsentrasi besar jet tempur dan kapal perang Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk menekan Iran agar menyetujui kesepakatan baru terkait program nuklirnya.

Donald Trump sebelumnya menginginkan kesepakatan yang dapat membatasi ambisi nuklir Teheran secara total.

Ia melihat peluang ini saat Iran tengah berjuang menghadapi gejolak domestik dan perbedaan pendapat yang tumbuh pasca aksi protes nasional.

Meskipun Iran berharap dapat menghindari perang terbuka, Teheran tetap teguh pada pendiriannya bahwa mereka memiliki hak untuk memperkaya uranium.

Iran juga menolak keras untuk merundingkan isu lain, seperti program rudal jarak jauh atau dukungan mereka terhadap kelompok bersenjata seperti Hamas dan Hizbullah.

Kini, dunia menantikan apakah Iran akan segera meluncurkan serangan balasan.

Teheran sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras bahwa personel dan pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di seluruh Timur Tengah akan menjadi target sah jika terjadi serangan terhadap kedaulatan mereka.

Ketegangan ini juga merembet ke negara tetangga. Kedutaan Besar AS di Qatar telah menerapkan status 'shelter-in-place' bagi seluruh personelnya dan merekomendasikan seluruh warga negaranya untuk melakukan hal yang sama hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Konflik ini kini berada di ambang perang regional yang jauh lebih luas, yang dapat berdampak pada stabilitas energi dan keamanan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Teheran, Amerika dan Israel Juga Serang Kota Lain di Iran

Tak Cuma Teheran, Amerika dan Israel Juga Serang Kota Lain di Iran

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:36 WIB

Israel Serang Iran, Bom Meledak di Teheran!

Israel Serang Iran, Bom Meledak di Teheran!

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:34 WIB

PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran

PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:24 WIB

Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan

Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 23:13 WIB

AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas

AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 22:59 WIB

Pemerintah Gandeng AS Kembangkan Ekosistem Semikonduktor, Potensi Investasi Rp 530 Triliun

Pemerintah Gandeng AS Kembangkan Ekosistem Semikonduktor, Potensi Investasi Rp 530 Triliun

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 19:31 WIB

Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari

Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:26 WIB

Terkini

Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang

Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:45 WIB

Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat

Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:35 WIB

Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:34 WIB

Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live

Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:22 WIB

Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya

Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:21 WIB

Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus

Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:19 WIB

Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan

Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:16 WIB

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:12 WIB