Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Gandeng AS Kembangkan Ekosistem Semikonduktor, Potensi Investasi Rp 530 Triliun

Dicky Prastya | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2026 | 19:31 WIB
Pemerintah Gandeng AS Kembangkan Ekosistem Semikonduktor, Potensi Investasi Rp 530 Triliun
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Pemerintah RI dan AS menandatangani JDA pengembangan ekosistem semikonduktor dengan potensi investasi total mencapai $31,59 miliar.
  • Kesepakatan ini melibatkan PT GBI dan mitra AS guna memposisikan Indonesia dalam rantai nilai semikonduktor global.
  • Kerja sama ini diperkirakan menciptakan 5.000 lapangan kerja terampil serta mempercepat transfer teknologi mutakhir nasional.

Suara.com - Pemerintah Indonesia bersama Amerika Serikat melakukan penandatanganan Joint Development Agreement Pengembangan Ekosistem Semikonduktor dengan potensi mengalirkan total investasi 31,59 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 530 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kalau JDA pengembangan ekosistem semikonduktor tahap pertama itu diestimasikan 4,89 miliar Dolar AS (sekitar Rp 82,1 triliun), dengan potensi tambahan investasi selanjutnya 26,7 miliar Dolar AS (sekitar 448,6 triliun).

"Joint Development Agreement ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Kita ingin memastikan Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai semikonduktor dunia, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya tawar dalam rantai pasok global,” ujarnya, dikutip dari siaran pers, Jumat (27/2/2026).

Menko Perekonomian menyebut kesepakatan itu menjadi langkah konkret Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok teknologi global dan mempercepat transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi.

Kerja sama ini melibatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digarap oleh PT Galang Bumi Industri (GBI) sebagai pihak pelaku usaha Indonesia, serta perusahaan Amerika Serikat Essence Global Group, LLC. dan Tynergy Technology Corp sebagai mitra strategis pengembang teknologi.

“Pengembangan ekosistem semikonduktor merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperdalam struktur industri dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global. Indonesia tidak lagi diposisikan hanya sebagai pasar teknologi, tetapi sebagai basis produksi dan pengembangan teknologi strategis,” lanjut dia.

Menko Airlangga mengatakan, investasi tersebut diperkirakan bakal menciptakan sekitar 5.000 lapangan pekerjaan terampil, sekaligus mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional.

Pekerjaan yang tercipta akan berfokus pada bidang rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material maju, serta sistem energi generasi baru yang memiliki nilai tambah tinggi dan dampak jangka panjang bagi daya saing industri nasional.

Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur, perluasan inisiatif energi terbarukan dan proyek industri hijau, program pengembangan tenaga kerja dan strategi penciptaan lapangan kerja, serta penelitian dan pengembangan bersama dalam teknologi mutakhir.

Perusahaan mitra dari Amerika Serikat memiliki spesialisasi dalam proses plasmonik inovatif untuk memproduksi wafer ingot dan sel surya, serta mengintegrasikan teknologi amplifikasi energi canggih, termasuk pengembangan teknologi penyalaan fusi dan berbagai sumber energi berkelanjutan generasi baru lainnya.

Lebih lanjut Airlangga menilai kolaborasi itu dapat membuka akses Indonesia terhadap teknologi frontier sekaligus mempercepat penguatan ekosistem inovasi nasional.

“Joint Development Agreement ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Kita ingin memastikan Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai semikonduktor dunia, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya tawar dalam rantai pasok global,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dibuka, Dapat Uang Saku hingga JKK-JKM

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dibuka, Dapat Uang Saku hingga JKK-JKM

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 19:12 WIB

Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia

Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 18:07 WIB

Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari

Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:26 WIB

Danantara Bakal Ikut Kelola Dana Haji, UU BPKH Siap Digodok Ulang

Danantara Bakal Ikut Kelola Dana Haji, UU BPKH Siap Digodok Ulang

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:17 WIB

RI Boncos! Ini Alasan AS Tetapkan Tarif 104 Persen Produk Panel Surya Indonesia

RI Boncos! Ini Alasan AS Tetapkan Tarif 104 Persen Produk Panel Surya Indonesia

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 07:21 WIB

Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat

Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 22:45 WIB

Terkini

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB