Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup

Bernadette Sariyem

Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:02 WIB
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Kepulan asap membumbung di Teheran, setelah Israel menyerang Iran. WANA (West Asia News Agency)
baca 10 detik
  • Upaya serangan kilat AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi untuk melumpuhkan kepemimpinan Iran gagal total.
  • Iran membalas dengan Operation True Promise 4, menghancurkan pangkalan militer AS di Teluk dan menewaskan ratusan personel.
  • Meskipun kompleks kediaman Khamenei hancur, pejabat Iran memastikan seluruh struktur kepemimpinan pusat tetap utuh dan berfungsi.

Suara.com - Ambisi Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk melumpuhkan Iran dalam satu serangan kilat pada Sabtu (28/2/2026) pagi, menurut pihak Iran tidak sesuai target.

Meski mengerahkan jet tempur tercanggih dan rudal presisi untuk membombardir jantung kota Teheran, aliansi ini gagal mencapai tujuan utamanya: menghabisi kepemimpinan tertinggi Iran.

Klaim Iran, sebaliknya, Iran meluncurkan serangan balasan mematikan yang menghancurkan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk dan menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa di pihak Pentagon.

Dunia internasional kini menyoroti bagaimana operasi militer skala besar yang diumumkan langsung oleh Presiden Donald Trump tersebut, justru berbalik menjadi bumerang.

Data terkini menunjukkan bahwa hari pertama perang ini tidak berjalan sesuai rencana Washington.

Garda Revolusi Iran, Sabtu malam sekitar pukul 21.59, mengklaim serangan balasan mereka terhadap pangkalan-pangkalan militer AS, termasuk Israel, menewaskan 200 tentara musuh.

Tak hanya itu, radar canggih pendeteksi rudal balistik antarbenua (ICBM), yakni FPS 132 milik AS di Bahrain, berhasil dihancurkan.

Garda Revolusi Iran mengumumkan radar FP132 milik Amerika Serikat di Qatar telah dihancurkan dalam serangan udara. Radar canggih
Garda Revolusi Iran mengumumkan radar FP132 milik Amerika Serikat di Qatar telah dihancurkan dalam serangan udara. Radar canggih

Upaya Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei Gagal

Salah satu target utama dari agresi gabungan ini adalah kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

baca juga

Foto citra satelit yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kompleks kediaman Khamenei yang porak-poranda dan hancur total setelah dihujani rudal. Namun, intelijen Israel dan AS tampaknya meremehkan protokol perlindungan Iran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan pukulan telak bagi narasi kemenangan Barat saat berbicara dalam wawancara eksklusif dengan NBC News.

Ia memastikan bahwa seluruh struktur kepemimpinan Iran masih sangat utuh dan berfungsi normal.

"Sejauh yang saya tahu, Ayatollah dan presiden masih hidup. Pejabat tinggi negara masih hidup dan aman," kata Araghchi.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan Citra satelit rumah Ali Khamenei yang hancur dibombardir Israel serta Amerika Serikat (kanan). [SOAR/Suara.com]
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan Citra satelit rumah Ali Khamenei yang hancur dibombardir Israel serta Amerika Serikat (kanan). [SOAR/Suara.com]

Gagalnya upaya "decapitation strike" atau serangan pemenggalan kepemimpinan ini membuat moral militer Iran justru semakin meningkat.

Sementara aliansi AS-Israel kini harus menghadapi kenyataan bahwa musuh utama mereka masih berdiri tegak di pusat komando yang aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup

Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:23 WIB

Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi

Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:21 WIB

Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?

Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:17 WIB

Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak

Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:40 WIB

Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama

Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:36 WIB

Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius

Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:22 WIB

Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS

Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:18 WIB

DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran

DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:04 WIB

Terkini

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:09 WIB

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:08 WIB

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:43 WIB

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:30 WIB

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:24 WIB

32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud

32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:22 WIB

Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama

Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:01 WIB

×