- DPP Ahlulbait Indonesia (ABI) berduka atas gugurnya Ayatollah Khamenei akibat serangan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026).
- ABI menilai aksi militer tersebut merupakan preseden buruk dan bentuk imperialisme nyata yang melanggar kedaulatan negara.
- ABI meyakini ideologi dan visi perlawanan yang ditinggalkan Khamenei akan terus menguat meski sosok fisiknya telah tiada.
Menyikapi dinamika global yang memanas pasca peristiwa ini, DPP Ahlulbait Indonesia merumuskan empat poin utama sebagai bentuk komitmen dan langkah ke depan bagi para anggotanya dan umat Islam secara luas di Indonesia:
- Penghormatan Tertinggi kepada Seorang Syahid Umat: ABI memberikan penghormatan atas konsistensi dan keberanian Imam Ali Khamenei dalam menunaikan amanah kepemimpinan hingga akhir hayatnya di jalan perjuangan.
- Penegasan Sikap Anti-Penjajahan: Organisasi ini menyatakan berdiri teguh menolak segala bentuk intervensi asing dan dominasi terhadap bangsa mana pun, menegaskan bahwa perlawanan terhadap kezaliman adalah mandat moral.
- Konsolidasi Solidaritas Umat: ABI menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya para pengikut Ahlul Bait di Indonesia, untuk tetap tenang namun waspada, serta meningkatkan literasi politik dan memperkuat persatuan di tengah situasi global yang kompleks.
- Seruan Spiritualitas dan Keteguhan: Sebagai bentuk penghormatan terakhir, ABI mengajak seluruh jamaah untuk menyelenggarakan majelis doa dan tilawah Al-Qur’an selama tujuh hari berturut-turut.
"Kesedihan harus melahirkan keteguhan, bukan keputusasaan," pesan ABI dalam pernyataannya.