- Pada Senin (2/3/2026), Israel memperluas serangan udara hingga ke Teheran dan Lebanon, dibalas serangan Hizbullah atas kematian pemimpin Iran.
- Amerika Serikat mengonfirmasi tiga personelnya tewas di Kuwait; Presiden Trump menjanjikan operasi militer akan berlanjut beberapa minggu.
- Konflik ini menyebabkan penutupan Bandara Dubai dan lonjakan harga minyak dunia setelah serangan di Selat Hormuz.
- Seruan Membelot: Trump menjanjikan kekebalan hukum bagi anggota Garda Revolusi (IRGC) dan polisi yang menyerah, namun mengancam dengan "kematian pasti" bagi mereka yang melawan.
- Ajakan Pemberontakan: Ia mendorong warga Iran untuk berani merebut kembali negara mereka dari tangan pemerintah saat ini. "Amerika bersama kalian," tegas Trump.
Konflik ini telah menciptakan gangguan massal pada mobilitas dan ekonomi dunia:
Transportasi Udara: Bandara Internasional Dubai, hub tersibuk di dunia, terpaksa ditutup bersama bandara utama lainnya di Timur Tengah. Ini merupakan salah satu interupsi penerbangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Energi Dunia: Harga minyak mentah dunia melonjak tajam setelah Garda Revolusi Iran dilaporkan menyerang tiga kapal tanker minyak milik AS dan Inggris di Selat Hormuz, serta menghantam pangkalan militer di Kuwait dan Bahrain.
Vakum Kekuasaan di Iran: Pasca-kematian Khamenei, Presiden Masoud Pezeshkian mengumumkan bahwa tugas Pemimpin Tertinggi untuk sementara diambil alih oleh dewan kepemimpinan transisi.
Meski Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, sempat memberi sinyal bahwa Teheran terbuka untuk de-eskalasi melalui saluran diplomatik Oman, unggahan terbarunya di media sosial menunjukkan bahwa Iran tetap siap untuk melanjutkan perlawanan jangka panjang.