- Akademisi UNAS memprediksi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin berpotensi jadi kandidat kuat Pilpres 2029.
- Diskusi di Jakarta pada 2 Maret 2026 menyoroti posisi strategis dan modal politik Sjafrie.
- Survei IPI Januari-Februari 2026 menempatkan Sjafrie di urutan ketujuh dengan elektabilitas 7,5 persen.
Suara.com - Akademisi Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Firdaus Syam, menilai Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berpotensi menjadi “matahari baru” dalam kontestasi Pilpres 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan Firdaus dalam diskusi publik bertajuk “Posisi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Pilpres 2029: Jabatan Strategis dan Modal Politik” yang digelar DPP Indonesia Youth Congress di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Firdaus menyebut, secara budaya politik, Sjafrie memiliki peluang besar karena saat ini memegang jabatan strategis sebagai Menteri Pertahanan.
“Menhan Sjafrie secara budaya politik memiliki peluang sebagai matahari baru dalam Pilpres 2029. Hal tersebut disebabkan karena ia memegang posisi strategis dan punya karakter petarung,” ujar Firdaus.
Ia juga menyoroti latar belakang Indonesia Timur yang dinilai membentuk karakter kepemimpinan kuat. Firdaus mencontohkan sejumlah tokoh asal Sulawesi seperti B. J. Habibie dan Jusuf Kalla sebagai figur pemberani dan pejuang.
Menurutnya, karakter tersebut menjadi modal sosial sekaligus politik bagi Sjafrie untuk bersaing di level nasional.
Sementara itu, Peneliti Politik Milenial sekaligus penulis buku Demokrasi dan Populisme Islam, Gian Kasogi, menyebut Sjafrie sebagai elite politik yang memiliki posisi strategis dalam lingkar kekuasaan.
Ia menilai kedekatan Sjafrie dengan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu faktor penting dalam membaca peluang politik ke depan.
“Sebagai Menteri Pertahanan, ia berada di jaringan inti kekuasaan,” ujar Gian.
Baca Juga: Gugatan Larangan Anak Presiden Maju Pilpres Masuk MK, PDIP: Lemah, Tapi KKN Sekarang Memang Gila
Sebelumnya, survei Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan munculnya sejumlah wajah baru dalam bursa bakal calon presiden 2029. Nama Sjafrie Sjamsoeddin masuk dalam 10 besar dengan elektabilitas 7,5 persen, menempati posisi ketujuh.
Ia bersaing ketat dengan sejumlah kepala daerah, seperti Anies Baswedan (8,5 persen), Pramono Anung (7,8 persen), dan Dedi Mulyadi (7,9 persen).
Di bawah Sjafrie terdapat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan elektabilitas 4,9 persen serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda sebesar 3,8 persen.
Sementara itu, puncak elektabilitas masih ditempati Prabowo Subianto dengan 22,3 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka (12,2 persen) dan Ganjar Pranowo (9 persen).
Peneliti IPI, Abdan Sakura, menjelaskan bahwa munculnya nama-nama baru dipengaruhi sejumlah indikator seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, integritas, hingga eksposur media.
Khusus Sjafrie, empat indikator yang dinilai kuat adalah kepemimpinan dan ketokohan (44 persen), rekam jejak kepemimpinan (17 persen), rekomendasi lingkungan dan media (12 persen), serta integritas (10 persen).